Detail

Blog Image

SULIT MENGENDALIKAN AMARAH YANG MELEDAK LEDAK? Begini Cara Mengatasinya

RSJRW – Ns Bayu Triantoro

Coba ingat kapan terakhir kali Anda merasakan amarah yang memuncak?

Serasa ada tekanan yang amat besar di dalam kepala, dan secara tak terkendali meluapkan semuanya melalui umpatan, bentakan dan yang paling buruk, membanting barang atau melukai orang lain atau bahkan diri sendiri?

Dan bagaimanakah hasilnya?

Apakah menyelesaikan masalahnya seketika?

Atau menimbulkan masalah lebih lanjut dan berakibat penyesalan di belakang?

Sejatinya kemarahan adalah perasaan yang kuat. Ini adalah emosi yang normal dan sehat yang terjadi ketika Anda frustrasi, sakit hati, kesal, atau kecewa. Bisa jadi hasil dari sesuatu yang tiba tiba terjadi pada diri dan kehidupan Anda yang tidak diharapkan, sesuatu yang dikatakan atau dilakukan orang lain yang tidak anda sukai.

Marah adalah bagian manusiawi yang normal dan sehat, membantu kita memproses ketakutan, kecemasan dan trauma. Ketika individu tidak dapat mengendalikan amarah secara konsisten hingga mengganggu kualitas hidup mereka sendiri dan kualitas hidup orang yang mereka cintai, itu dianggap sebagai gangguan amarah. Gangguan amarah terkadang bersifat komorbid dengan masalah kesehatan mental lainnya.

Orang dengan gangguan amarah mengalami amarah yang tidak sehat, yaitu amarah yang merusak atau amarah yang sampai melukai orang lain, merusak barang, menyebabkan konflik lebih lanjut, masalah hukum, dll. Orang-orang ini tidak dapat memproses amarah dengan cara yang sehat. Ketika seseorang memiliki hubungan yang sehat dan konstruktif dengan amarah, perasaan yang kuat ini bersifat sementara dan menghilang dengan cepat.

Orang yang mengalami amarah destruktif dan terus-menerus sehubungan dengan gangguan amarah harus menghubungi psikolog atau bahkan psikiater untuk mendiskusikan pilihan mereka untuk mengatasi hal ini.

Ingat, kemarahan adalah reaksi dan perasaan yang normal, jadi Anda tidak bisa menghilangkannya. Tapi Anda bisa belajar mengelolanya dengan lebih baik. Saat marah, Anda mungkin memiliki perasaan mulai dari sedikit kesal hingga amarah. Jika itu terjadi, coba ini:

  1. Luangkan waktu sebelum bertindak atau berbicara : Ketika merasakan amarah Anda meningkat, mintalah waktu orang yang bersama Anda untuk membiarkan Anda meluangkan waktu sebentar, bisa tetap di tempat atau berpindah ke tempat yang lebih tenang. Menanggapi dengan segera atas hal yang memicu amarah kemungkinan besar Anda akan secara tidak sadar akan meluapkan pada pernyataan yang menyakitkan dan tidak terkontrol.
  2. Tarik napas dalam-dalam dari diafragma Anda.
  3. Tangani perasaan Anda, lakukan obrolan ringan dengan diri sendiri, tetapi lakukan dengan cara yang tenang dan sederhana. Memendamnya hanya akan memperparah situasi dan tindakan mengucapkannya dapat membantu Anda memproses amarah.
  4. Ulangi kata atau frasa yang tenang secara perlahan seperti "santai" atau "santai saja" atau seperti yang bias kita lihat di film “ All iz well” atau “Whoooosaaaahhh” secara berulang.
  5. Ulangi sambil menarik napas dalam-dalam sampai amarah mereda.
  6. Setelah itu, ekspresikan diri Anda dengan jelas dan tenang.
  7. Praktikkan memaafkan: Belajarlah untuk memaafkan orang-orang di sekitar Anda.Memendam kebencian akan memicu lebih banyak kemarahan dan memperlambat proses penyembuhan. Berbanggalah saat Anda mampu melakukannya, karena tidak semua orang mampu melakukannya. Hanya orang dengan kelembutan dan kebesaran hati yang bisa melakukannya. Salah satunya adalah Anda !

Perlu diingat, Jika Anda menahan dan memendam amarah Anda di dalam, hal tersebut dapat menyebabkan perilaku pasif-agresif seperti ''membalas'' orang lain tanpa memberi tahu mereka alasannya atau menjadi kritis dan bersikap bermusuhan. Mengetahui cara mengenali dan mengekspresikan perasaan ini dengan cara yang tepat dapat membantu Anda menangani keadaan darurat, memecahkan masalah, dan mempertahankan hubungan yang bermakna dengan orang di sekitar Anda.

Jika Anda yakin bahwa kemarahan Anda tidak terkendali dan berdampak negatif pada kehidupan dan hubungan Anda, carilah bantuan ahli kesehatan mental. Seorang psikolog atau Psikiater dapat bekerja dengan Anda untuk mengajari Anda teknik-teknik untuk mengubah pemikiran dan perilaku Anda. Mereka  dapat membantu Anda untuk memilih cara mengatasi amarah dengan cara yang tepat.

Tanyakan kepada dokter Anda apakah obat-obatan dapat membantu. Kadang-kadang, antidepresan, antikonvulsan tertentu, dan antipsikotik dosis rendah dapat membantu mengatasi serangan amarah atau amarah yang tiba-tiba. Hindari alkohol, Obat penenang kerja pendek tanpa resep, atau obat-obatan terlarang yang dapat membuat Anda mengatakan atau melakukan sesuatu dengan lebih impulsif. Pilih terapis Anda dengan bijaksana, dan pastikan untuk berbicara dengan seorang profesional yang terlatih untuk mengajarkan manajemen amarah.

(Diolah dari berbagai sumber)

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials