Detail

Blog Image

PAHAMI HAK PASIEN DALAM LAYANAN KESEHATAN “Tinjauan Perspektif Hukum”

Devita Suci Herliyanti, SH

Kesuksesan dan keberhasilan dunia layanan kesehatan saat ini ditunjang oleh tingkat profesionalisme para tenaga kesehatan dalam hal ini dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Penyedia layanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal terhadap pasien. Hubungan pasien dan rumah sakit adalah hubungan keperdataan, dimana apabila salah satu pihak merasa dirugikan karena adanya kelalaian maka yang menjadi korban dapat mengajukan tuntutan ganti rugi. Dalam hal ini perlindungan hukum terhadap pasien dituangkan di beberapa aturan perundang-undangan yaitu UU Perlindungan Konsumen, UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, dan UU Praktik Kedokteran.

Peranan rumah sakit sangat penting dalam memberikan perlindungan hukum terhadap pasien. Menurut Undang-undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, bahwa pasien adalah konsumen, konsumen adalah setiap orang pengguna barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. Secara umum pasien dilindungi oleh Undang-undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Undang-undang no 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran dan Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Oleh karena penting bagi pasien memiliki kesadaran perihal hak apa saja yang mereka dapatkan dan aturan yang berlaku sebagai perlindungan dasar pasien.

Sesuai yang tertulis dalam Pasal 52 Undang-undang No 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, menyebutkan hak pasien yaitu Menjelaskan secara lengkap tentang tindakan medis, Meminta pendapat dokter, Mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis, Menolak tindakan medis, Mendapatkan isi rekam medis.

Berikut 18 hak pasien yang perlu diketahui berdasarkan sesuai  UU No  44 Tahun 2009  Tentang  Rumah  Sakit

  1. Memperoleh informasi mengenai  tata  tertib  dan  peraturan  yang  berlaku  di  rumah sakit
  2. Memperoleh informasi  tentang  hak  dan  kewajiban  pasien
  3. Memperoleh layanan  yang  manusiawi,  adil,  jujur,  dan  tanpa  diskriminasi
  4. Memperoleh layanan  kesehatan  yang  bermutu  sesuai  dengan  standar  profesi dan  standar prosedur  operasional
  5. Memperoleh layanan  yang  efektif  dan  efisien  sehingga  pasien  terhindar  dari  kerugian  fisik  dan materi
  6. Mengajukan pengaduan  atas  kualitas  pelayanan  yang  didapatkan
  7. Memilih dokter  dan  kelas  perawatan  sesuai  dengan  keinginannya  dan  peraturan yang  berlaku  di rumah  sakit
  8. Meminta konsultasi  tentang  penyakit  yang  dideritanya  kepada  dokter  lain  yang mempunyai  Surat Izin  Praktik  (SIP)  baik  di  dalam  maupun  di  luar  Rumah  Sakit
  9. Mendapatkan privasi  dan  kerahasiaan  penyakit  yang  diderita  termasuk  data-data  medisnya
  10. Mendapat informasi  yang  meliputi  diagnosis  dan  tata  cara  tindakan  medis,  tujuan  tindakan  medis, alternatif  tindakan,  risiko  dan  komplikasi  yang  mungkin  terjadi,  dan  prognosis  terhadap  tindakan yang  dilakukan  serta  perkiraan  biaya  pengobatan
  11. Memberikan persetujuan  atau  menolak  atas  tindakan  yang  akan  dilakukan  oleh  tenaga  kesehatan terhadap  penyakit  yang  dideritanya
  12. Didampingi keluarganya  dalam  keadaan  kritis
  13. Menjalankan ibadah  sesuai  agama  atau kepercayaan  yang  dianutnya  selama  hal itu  tidak  mengganggu  pasien  lainnya
  14. Memperoleh keamanan  dan  keselamatan  dirinya  selama  dalam  perawatan  di  rumah sakit
  15. Mengajukan usul,  saran,  perbaikan  atas  perlakuan  rumah  sakit  terhadap  dirinya
  16. Menolak pelayanan  bimbingan  rohani  yang  tidak  sesuai  dengan  agama  dan  kepercayaan  yang dianutnya
  17. Menggugat dan/atau  menuntut  rumah  sakit  apabila  diduga  memberikan  pelayanan  yang  tidak sesuai  dengan  standar  baik  secara  perdata  ataupun  pidana
  18. Mengeluhkan pelayanan  rumah  sakit  yang  tidak  sesuai  dengan  standar  pelayanan  melalui media  cetak  dan  elektronik  sesuai  dengan  ketentuan peraturan  perundang-undangan

 

Setelah mengetahui mengenai hak pasien dalam layanan kesehatan, konsumen juga wajib tahu dan paham tentang kewajiban yang. Pasien juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan selama dirinya dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan. Berikut kewajiban pasien yang wajib dipatuhi saat menerima layanan di fasilitas kesehatan Permenkes  No 4  Tahun  2018  Tentang  Kewajiban  Rumah  Sakit  dan  Kewajiban Pasien

 

  1. Mematuhi peraturan  yang  berlaku  di  rumah sakit
  2. Menggunakan fasilitas  rumah  sakit  secara  bertanggung  jawab
  3. Menghormati hak  pasien  lain,  pengunjung  dan  hak  tenaga  kesehatan  serta  petugas  lainnya yang  bekerja di  rumah  sakit
  4. Memberikan informasi  yang  jujur,  lengkap  dan  akurat  sesuai  dengan  kemampuan  dan pengetahuannya  tentang  masalah  kesehatannya
  5. Memberikan informasi  mengenai  kemampuan  finansial  dan  jaminan  kesehatan  yang dimilikinya
  6. Mematuhi rencana  terapi  yang  direkomendasikan  oleh  Tenaga  Kesehatan  di  rumah  sakit  dan disetujui  oleh pasien  yang  bersangkutan  setelah  mendapatkan  penjelasan  sesuai  dengan ketentuan  peraturan  perundang-undangan
  7. Menerima segala  konsekuensi  atas  keputusan  pribadinya  untuk  menolak  rencana  terapi  yang direkomendasikan  oleh  tenaga  kesehatan  dan/atau  tidak  mematuhi petunjuk  yang  diberikan oleh  tenaga  kesehatan  untuk  penyembuhan  penyakit atau  masalah  kesehatannya
  8. Memberikan imbalan  jasa  atas  pelayanan  yang  diterima

 

Referensi:

  1. Undang-undang No 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran (pasal 52)
  2. Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (pasal 5)
  3. Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (pasal 7)
  4. Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (pasal 8)
  5. Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (pasal 56)
  6. Undang-undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (pasal 58)
  7. Permenkes No 4  Tahun  2018  Tentang  Kewajiban  Rumah  Sakit  dan  Kewajiban Pasien
  8. UU No 44 Tahun 2009  Tentang  Rumah  Sakit

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials