Detail

Blog Image

BERPUASA DARI PIKIRAN NEGATIF

RSJRW - Ns. Wahyu Tri

 

“Jika Anda sering terhambat karena pikiran negatif. Kini saatnya berubah, kenali apa itu Berpuasa dari Pikiran Negatif”

 

Ketika  memikirkan tentang puasa, seringnya kita hubungkan dengan menahan diri dari makanan dan minuman kegemaran. Berbeda pada konteks berpuasa dari pikiran negatif  yakni sebuah pola pikir yang bertujuan utama membalikkan segala yang negatif di sekitar kita dan membentuk pola pikir baru agar lebih mengaktifkan pendekatan positif secara otomatis.

 

Banyak dari kita mengalami kesulitan dalam menekan pikiran negatif, terutama ketika tiba saatnya mengalami kejadian yang membuat kita takut dan muncul prediksi bayangan menakutkan meski itu pun belum tentu terjadi. Sehingga penting untuk kita membuat keputusan secara sadar untuk menjauh dari pikiran negatif.

 

Puasa dari pikiran negatif bukan berarti mengabaikan hal-hal buruk yang sedang terjadi, namun lebih merupakan dukungan pembuatan keputusan agar diri kita berusaha me-manage hal negatif yang sedang melanda.

 

Hal pertama yang dilakukan adalah kita harus tahu dan menyadari bahwa kita sedang dalam kungkungan pikiran negatif. Sadar dan tahu ini adalah modal awal untuk kita melakukan perubahan pola pikir ke arah yang positif.

 

Selain itu, beberapa cara berikut dapat digunakan untuk memulai berpuasa dari pikiran negatif. Cara yang sederhana dan dapat dengan mudah mengembalikan pikiran kita dalam keharmonisan dan kejernihan, sehingga dapat memengaruhi keputusan yang akan kita ambil selanjutnya.

 

  1. Sadari Datangnya Hal Negatif

Langkah pertama seperti yang sudah dituliskan di atas adalah sadar dan mengetahui kapan saat-saat Anda mengalami pikiran negatif, baik dari dalam pikiran sendiri ataupun pengaruh dari luar. Seperti adanya induksi dari rekan kerja yang panik dan mengatakan hal-hal buruk yang belum terjadi.

 

Terapis dan penulis buku “Power of Your Subconscious Mind”, Joseph Murphy menyatakan dengan mengetahui datangnya pikiran negatif adalah Langkah awal untuk menyinari pikiran negatif tersebut. Jalan pikiran seseorang berproses dari alam bawah sadar, dan dipengaruhi pula oleh orang sekitar kita. Sehingga apabila kita sadar atas apa yang kita pikirkan, sadar akan asumsi, penilaian dan makna hidup kita, maka pikiran kita akan semakin jernih.

Mengenali proses bagaimana negatifitas dapat masuk ke dalam pikiran kita dengan  cepat, sangatlah penting untuk kesehatan mental kita. Terutama apabila kita terpapar pada pikiran negatif dalam durasi yang cukup lama dapat memicu munculnya kecemasan.

 

“Bersyukur adalah obat dari pikiran negatif. Cobalah, meski sulit untuk mempraktikkan sikap bersyukur bersamaan saat pikiran negatif datang”

 

  1. Tentukan tujuan Anda

Penelitian menyatakan bahwa manusia rata-rata memerlukan 66 hari untuk mengadopsi kebiasaan baru, sehingga dalam kasus ini kita dapat mempraktikkan cara menghalau negatifitas dengan puasa berpikir negatif selama 10 minggu. Atur kebiasaan baru dalam berpikir dengan menuliskan apa yang bisa kita hapus dari pikiran dan tuliskan apa yang dapat kita syukuri dari kejadian yang terjadi selama 1 hari. Anda dapat menuliskan kedua daftar tersebut pada note di smartphone.

 

Joseph Murphy menyatakan menuliskan jurnal atau catatan kecil pada hal-hal yang kita alami dapat membantu kita menyeleksi mana yang baik untuk mental kita ataupun mana yang dapat kita abaikan. 

 

Cermati asumsi dan penilaian yang muncul di kepala untuk kemudian menuliskannya, mampu membantu kita menilai dan menimbang dengan cepat, mana pikiran yang baik mana yang buruk sesuai kondisi kita.

 

Adakalanya saat senggang, dapat kita ulangi kembali membaca catatan di hari yang lalu. Sehingga saat pikiran yang telah pernah kita singkirkan ternyata muncul kembali kita dapat dengan mudah menghapusnya dengan waktu yang lebih singkat.

 

  1. Kelola Pengaruh Negatif

Sangat umum dalam hidup bertemu dan berinteraksi dengan orang yang secara energi tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tidak apa, kita semua manusia bersifat unik. Namun apabila ketidaksesuaian tersebut menimbulkan “bentrokan” yang dirasakan merugikan untuk kesehatan mental, maka kita tidak apa-apa untuk menjauh dari pengaruh negatif tersebut.

 

Ini akan terasa menantang apabila yang membawa pengaruh negatif adalah orang sekitar kita yang dekat dengan kita. Namun berlatih meditasi dan mindfulness dapat membantu kita melakukan seleksi pada pikiran-pikiran yang membuat frustasi tersebut. Latihan teratur membantu kita memberi ruang pada pikiran dan menerima bahwa pikiran negatif hanyalah sekedar kekhawatiran kita. Tenangkan diri agar tak timbul kecemasan yang berlebihan, karena kecemasan yang tinggi dapat membuat pikiran negatif semakin parah. Luangkan waktu sebentar saja untuk berlatih bersyukur dan menghilangkan pikiran negatif.

 

  1. Ubah Pola Pikir

Jika kita terjebak dalam putaran pikiran negatif, cobalah identifikasi pemicunya. Tahu akan pemicunya akan membantu kita mengatasi pikiran tersebut dengan sangat mudah. Tulis pada jurnal atau buku harian serta carilah kelompok dukungan atau support group yang memiliki tujuan yang sama. Anda dapat memulai dengan membuat group di media sosial.

 

Pratikkan rasa syukur dan tantang pikiran negatif untuk pergi selamanya. Syukur akan memperluas perspektif kita. Penelitian telah membuktikan bahwa mempraktikkan rasa syukur adalah obat dari pikiran negatif meski pun telah berlangsung bertahun-tahun.

 

Praktikkan mindfulness secara rutin, selain membuat kita rileks, mindfulness mampu membuat kita mudah memahami arti kesenangan meski dengan bentuk yang amat sederhana.

 

Praktikkan syukur dan dukung ketenangan pikiran, Anda akan terkejut dengan manfaat bagi tubuh dan mental Anda di esok hari. Nikmati hari-hari tanpa kekhawatiran dan jalani hari dengan penuh kebahagiaan.

 

Konsultasi lebih lanjut, klik: http://web2.rsjlawang.id/daftar/daftar_rajal

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials