Detail

Blog Image

AMANKAH MENGONSUMSI MINUMAN BERSODA?

Sukesi, S. Gz, RD

Konsumsi minuman berkarbonasi di Indonesia selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Peningkatan penyakit tidak menular yang berhubungan dengan konsumsi minuman berkarbonasi seperti obesitas dan diabetes tipe II mengalami kenaikan. Berbagai penelitian menunjukkan angka mortalitas dan morbiditas akibat minuman berkarbonasi cukup tinggi. Sebuah penelitian menyatakan terdapat hubungan antara konsumsi soft drink dengan obesitas dan diabetes di seluruh dunia.

Kondisi cuaca yang panas biasanya masyarakat memang menyukai minuman bersoda, apalagi saat kumpul bersama atau dalam suatu acara pertemuan. Ketika haus dalam cuaca panas dan terik, biasanya yang terpikir dalam benak adalah minum minuman dingin menyegarkan. Mungkin salah satunya adalah minuman bersoda. Namun, perlu diketahui bahwa di balik kesegaran yang ditawarkan minuman berkarbonasi ini, terdapat dampak buruk terhadap tubuh, yang salah satunya adalah membuat asam lambung naik. Jika dilihat dari kandungan gizinya, minuman bersoda memiliki tingkat nutrisi rendah tapi kadar gulanya teramat tinggi. Kandungan lain pada minuman bersoda adalah kafein dan pemanis buatan.

Minuman bersoda merupakan minuman yang mengandung air yang telah ditambahkan karbondioksida. Air berkarbonisasi memiliki pH rendah (asam) yang dapat menstimulasi indra pengecap sehingga meminimalkan sensasi menggigit atau sensasi “krenyes”. Hal inilah yang kadang membuat seseorang menjadi ingin mengulang minum minuman tersebut. Namun konsumsi minuman bersoda secara berlebihan apakah bisa menimbulkan efek tidak baik bagi kesehatan. Beberapa sumber literatur menyebutkan ada beberapa efek negatif bagi kesehatan diantaranya:

  1. Meningkatkan resiko Diabetes Melitus (DM)
  • Asupan fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan resiko Diabetes Melitus (DM)
  • Studi diberbagai negara menunjukkan bahwa untuk setiap 1 kaleng soda (150 Kkal) gula per hari dapat meningkatkan resiko DM type 2 sebesar 1,1 %
  • Bukti kuat menunjukkan bahwa minuman bersoda yang mengandung gula berkontribusi pada perkembangan diabetes. Para peneliti mengatakan bahwa mereka yang dalam satu hari mengonsumsi satu gelas atau lebih minuman bersoda yang mengandung gula, lebih mungkin terkena diabetestipe 2 sebanyak dua kali dibanding mereka yang jarang minum minuman ini.
  1. Meningkatkan berat badan
  • Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman manis secara konsisten mengalami kenaikan berat badan dibanding dengan yang tidak
  • Saat konsumsi fruktosa berlebih, hati akan mengubahnya menjadi lemak visceral.
  1. Menyebabkan ketagihan
  • Kandungan pemanis pada minuman bersoda dapat menyebabkan ketagihan/adiksi pada otak seperti halnya obat-obatan terlarang
  1. Menurunkan Kualitas Tulang
  • Soda mengandung kadar fosfat tinggi, dan tidak memiliki kalsium dan nutrisi sehat lainnya. Mengonsumsi lebih banyak fosfat daripada kalsium dapat merusak kesehatan tulang. Padahal kalsium sangat penting selama masa kanak-kanak dan remaja, saat tulang sedang dibangun.
  1. Penyebabkan Rusaknya Gigi
  • Minuman bersoda bisa merusak gigi yang Anda miliki karena kandungan gulanya yang sangat tinggi, yaitu glukosa dan fruktosa. Seperti yang kita tahu, kedua kandungan gula tersebut bisa berisiko untuk kesehatan gigi dan mudah membuat gigi menjadi berlubang.
  • Selain gigi berlubang, mengonsumsi soda secara berlebihan bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan enamel gigi pada mulut. Untuk mengurangi beberapa risiko tersebut, Anda bisa menyikat gigi setelah mengonsumsi minuman bersoda.
  1. Bisa Mengganggu Kinerja Otak
  • Alasan mengapa minuman bersoda bisa mengganggu kinerja otak adalah karena pemanis buatan yang ada di dalamnya. Pemanis buatan seperti aspartame yang biasanya mengandung fenilalanin akan membuat fungsi otak menjadi terganggu, terkadang kejang, dan juga gangguan-gangguan genetik fenilketonuria lainnya.

Disamping dampak negatif dari konsumsi minuman bersoda terdapat dampak positif juga jika diminum secukupnya. Dampak positif mengkonsumsi minuman bersoda diantaranya menghancurkan Lemak di Hati dan mengurangi sakit kepala. Kandungan kafein pada minuman bersoda memiliki sifat merangsang sistem saraf pusat, membantu menghancurkan lemak di hati, meningkatkan mood, dan mengurangi sakit kepala. Selain itu juga bisa mengatasi gangguan pencernaan.

Air berkarbonasi merupakan bahan utama minuman bersoda. Air berkarbonasi ditemukan oleh Joseph Priestley pada tahun 1767, dan sejak itu terbukti memiliki banyak manfaat untuk saluran cerna. Air berkarbonasi membantu meredakan sakit perut, mengatasi mual, dan mengurangi konstipasi. Manfaat lain adalah bisa mencegah kram otot. Minuman bersoda mengandung natrium. Natrium merupakan mineral penting yang ditemukan di hampir semua makanan alami. Natrium membantu mencegah kram otot, efek penuaan pada kulit, serta menjaga keseimbangan elektrolit tubuh. Selain itu tentunya setelah mengonsumsi minuman bersoda akan bisa melepas rasa haus. Tentu banyak sekali orang yang memanfaatkan soda untuk menghilangkan rasa dahaga yang mereka rasakan. Apalagi ketika cuaca sedang panas-panasnya dan Anda membutuhkan asupan agar merasa segar kembali. Namun demikian kita harus bijak dalam mengkonsumsi minuman bersoda tidak boleh berlebihan dan dengan frekuensi yang sering karena sesuaatu uyang berlebihan pasti akan membahayakan kesehatan. Namun sekali lagi, mengonsumsi soda tidak disarankan untuk orang dengan pantangan soda atau berpenyakit kronis. Lekas konsultasikan dengan Ahli Gizi atau Dietitian di fasilitas layanan kesehatan di sekitar Anda.

 

Editor: Rendi

Referensi :

  • Harper A, James A, Flint A, Astrup A. Increased satiety after intake of a chocolate milk drink compared with a carbonated beverage, but no difference in subsequent ad libitum lunch intake. Br J Nutr. 2007;97(3):579.
  • Asrin T. Pengaruh Konsumsi Soft Drink terhadap Kejadian Obesitas Pada Remaja Putri SMAN 2 Kota Banda Aceh. Idea Nurs J. 2013;4(3)
  • https://media.neliti.com/media/publications/290971-dinamika-aspek-kesehatan-dan-ekonomi-dal-e9546883
  • Basu M.D., PhD., McKee, Martin,M.D., D.Sc, Galea, G., M.D. & Stuckler, David,PhD., M.P.H. S. Relationship of Soft Drink Consumption to Global Overweight, Obesity, and Diabetes: A Cross-National Analysis of 75 Countries. Am J Public Health. 2013;103, no.11:2071-2077.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials