Detail

Blog Image

TINGKATKAN KEMAMPUAN PENYELAMATAN HENTI JANTUNG MELALUI INHOUSE TRAINING BLS

Fenomena henti jantung menjadi  salah satu penyebab kematian yang paling banyak di Dunia juga di Indonesia. Serangan jantung terjadi akibat terhambatnya aliran darah yang menuju jantung. Kematian akibat serangan jantung dapat dicegah dengan melakukan Basic Life Support (BLS atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) namun pada kenyataannya seringkali kesempatan menyelamatkan korban hilang karena minimnya pengetahuan.  Fenomena henti jantung dapat terjadi kepada siapa saja tanpa mengenal waktu dan lokasi.

Di rumah sakit termasuk RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) BLS menjadi salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap civitas hospitalia. Kejadian henti jantung apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan kematian maka kemampuan dan kesiapsiagaan menangani henti jantung harus terus dipantau dan ditingkatkan. Rumah sakit melalui Instalasi Diklit dan Tim Code Blue RSJRW kembali menyelenggarakan inhouse training Basic Life Support bagi seluruh karyawan RSJRW.

Pelatihan tersebut akan dibagi menjadi 8 sesi dimana masing-masing sesi akan dilakukan selama 2 hari. Sesi pertama telah dilaksanakan pada 11-12 September 2017 dan dibuka secara resmi oleh Direktur Utama dr. Laurentius Panggabean Sp.KJ, MKK. Di hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan paparan materi mengenai penanganan henti jantung diantaranya: Manajemen Code Blue, Sumbatan Benda Asing Di Jalan Nafas dan Transportasi Pasien. Di hari kedua peserta diwajibkan mengikuti ujian yang terdiri dari tes wawancara, ujian praktek dan tes tulis. Diharapkan usai mengikuti pelatihan ini seluruh peserta dapat memahami penyebab serta upaya penanganan kegawatdaruratan henti jantung sehingga jatuhnya korban jiwa dapat dihindarkan (asw hukormas rsjrw 0341 426015 ext 1154).

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials