Detail

Blog Image

MEMILIH DAN MENJAGA MUTU GIZI PANGAN SEGAR DAN OLAHAN

Sukesi S. Gz,RD

Dalam masa pandemi COVID-19 meningkatkan imun tubuh adalah hal yang penting. Imun tubuh dapat dioptimalkan jika kita bisa memberikan asupan nutrisi yang baik dan tentunya aman dikonsumsi. Nutrisi yang aman dikonsumsi berasal dari bahan makanan dan produk pangan olahan yang terbebas dari segala macam bahaya fisik, kimia, dan juga biologis. Terkait dengan infeksi COVID-19 banyak yang harus kita pikirkan apakah produk makanan bisa beresiko terinfeksi COVID-199 baik dari segi kemasannya, proses penanganan atau pengolahannya, dan apakah kita bisa terinfeksi ketika mengkonsumsi makanan tertentu yang terpapar virus COVID-19. Kita harus memikirkan tentang Apa yang harus kita lakukan di rumah untuk meminimalkan potensi risiko infeksi COVID-19 dari makanan dan bagaimana cara berbelanja pangan yang baik di masa pandemi COVID-19.

Untuk bisa menyediakan makanan yag sehat bisa disiapkan dengan memilih bahan makanan yang segar serta produk pangan olahan yang aman. Selain itu kita harus bisa mengolah dan menyimpan dengan baik sehingga menghindari kerusakan dan meminimalkan hilangnya nilai gizi selama proses pengolahan. Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk bisa memilih bahan pangan segar diantaranya cek kondisi fisik bahan pangan, memastikan tingkat kesegaran, warna, aroma, dan teksturnya. Kemudian hindari kerusakan fisik seperti penyok, retak, dan luka. Selain itu pilih tingkat kematangan sesuai dengan kebutuhan. Kita juga perlu memastikan apakah bahan pangan yang akan dibeli dikonsumsi langsung atau untuk beberapa hari ke depan. Memastikan bahan pangan tersebut belum terlalu matang dan juga tidak ada tanda serangan hama atau mikroorganisme. Disamping itu perhatikan juga higienitas penjual ataui pedagang dalam menangani bahan pangan tersebut.

         Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa digunakan untuk pengadaan bahan makanan serta produk pangan olahan yang baik.

Bahan pangan hewani yang segar

  1. Udang

Ciri -ciri udang yang baik :

  • Bentuk tubuhnya masih utuh
  • Ikatan antar ruas kokoh
  • Baunya segar dan spesifik menurut jenisnya
  • Warnanya bercahaya dan bening

Hindari :

  • warna agak kemerahan hingga mencolok,
  • rambut noda-noda hitam
  • ruas badan banyak yang lepas
  • bau amoniak
  • textur daging lunak tidak kenyal
  1. Daging sapi

Ciri -ciri daging yang baik :

  • Bau khas daging segar
  • Daging sapi berwarna merah, lemaknya keras berwarna kuning, ototnya berserat halus
  • Daging kerbau berwarna merah tua, lemaknya keras berwarna kuning, ototnya agak kasar, rasanya agak manis
  • Daging kambing berwarna merah jambu tua, lemaknya keras berwarna putih, baunya tajam.

Hindari :

  • permukaaan berlendir
  • Berbau busuk dan tengik
  • Berasa asam
  1. Daging unggas

Ciri-ciri daging unggas yang baik :

  • Bersih dan lapisan luar kering
  • Warna daging dan lemak putih kekuningan dibawah kulit
  • Bau segar, tidak amis, dan tidak asam
  • Tekstur kenyal dan jika ditekan dengan jari akan kembali seperti semula
  • Daging yang sudah ditiriskan tidak berdarah

Hindari :

  • Permukaan berlendir
  • Warna kebiruan dan lebam serta warna gelap pada ujung sayap
  • Berbau busuk
  1. Ikan segar

Ciri-ciri ikan yang baik :

  • Bola mata cembung, cemerlang, kornea bening
  • Insang berwarna merah tua dan cemerlang
  • Terdapat lendir alami bening dan tidak lengket menutupi permukaan insang
  • Warna kulit cemerlang

Hindari :

  • Warna kulit, daging, dan insang pucat
  • Berbau busuk
  • Lendir yang menutupi permukaan ikan hilang, mengering, pekat, dan lengket
  • Kulit mengering dan retak
  • Sisik banyak yang lepas
  • Daging lunak dan jika ditekan jari akan berbekas

Memilih produk pangan olahan

  • Cek tanggal kedaluarsa produk
  • Cek kondisi kemasan (bocor, karat, penyok, robek, dll)
  • Pastikan tanda ‘keamanan kemasan’ masih utuh
  • Jika membeli produk dingin atau beku: Pastikan produk didisplay pada suhu yang tepat, lakukan pembelian diakhir rute belanja, waktu perjalanan dari supermarket ke rumah seminimal mungkin, kurang lebih 30 menit.

           Dalam kegiatan belanja buat dan atur siklus belanja selama masa pandemi 2-4 minggu sekali, kecuali susu pasteurisasi untuk produk pangan olahan. Usahakan membeli bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk 1 siklus belanja untuk menghindari penimbunan bahan makanan yang bisa berakibat turunnya nilai gizi yang berlebihan dan kerusakan. Apabila memungkinkan dan tersedia di lokasi domisili maka gunakan belanja online, tetapi jika tidak memungkinkan untuk belanja online maka disiplinkan diri dengan physical distancing, penggunaan masker, hand sanitizer. Jangan lupa merencanakan daftar belanja dan atur rute belanja selesai dalam waktu sesingkat mungkin, kemudian mengusahakan agar transport pasar-rumah secepat mungkin serta menjalankan prosedur keamanan diri yang dianjurkan. Saat baru saja tiba di rumah segera cuci tangan, ganti baju, dan mengganti kemasan dari bahan makanan yang sudah dibeli.

 

Proses penyimpanan terhadap bahan makanan juga harus diperhatikan. Kuncinya adalah menyimpan bahan makanan pada suhu dan kondisi yang sesuai untuk memperlambat proses kerusakan dan pembusukan, sehingga dapat mempertahankan karakteristik organoleptik serta nilai gizi bahan pangan selama penyimpanan. Kemudian untuk proses pengolahan yang harus diperhatikan untuk keamanan pangan adalah memastikan suhu dan waktu pengolahan mencapai tahap aman, yang diukur pada titik paling tengah dari dimensi tertebal yakni  di atas 75?, hingga daging tidak terlihat mentah, tekstur ikan menjadi flaky yaitu mudah dibelah, telur menjadi padat serta jika menggunakan air, pastikan dari sumber yang bersih, dan layak minum.

 

Adapun kunci memastikan keamanan pangan serta kehilangan zat gizi seminimal mungkin adalah saat berbelanja, pilih bahan pangan dengan karakteristik sesegar mungkin. Jika membeli produk pangan olahan, pastikan belum kadaluwarsa. Kemudian simpan bahan atau produk pangan pada suhu dan kondisi yang sesuai, agar memperlambat kerusakan dan kebusukan serta mempertahankan nilai gizi bahan. Selanjutnya olah bahan dengan metode dan suhu yang tepat untuk memastikan keamanan pangan, tanpa mengakibatkan kehilangan zat gizi secara berlebihan, serta konsumsi makanan yang sudah diolah sesegera mungkin. Dengan demikian keamanan pangan dapat kita jaga sehingga nutrisi yang baik dapat kita wujudkan dalam rangka memenuhi kebutuhan akan zat gizi tubuh untuk meningkatkan imun tubuh dalam masa pandemi.

 

Referensi :

- Anwar, F. Keamanan Pangan. Dalam: Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Penebar Swadaya; 2004.

- Ditjen PPM & PL. Prinsip Hygiene dan Sanitasi Makanan. Jakarta; 2001.

- FAO&WHO. COVID-19 and food safety: guidance for food businesses Interim guidance 7 April 2020

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials