Detail

Blog Image

RAGAM BAHASA DAN MANFAATNYA UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK (dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional 2021)

Ns. Anggi Ernata

 

"Tanpa mempelajari bahasa, orang takkan mengenal bangsanya sendiri."

Pramoedya Ananta Toer dalam novel Anak Semua Bangsa (1980).

 

UNESCO menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Menjadi bagian dari PBB, UNESCO bertanggung jawab pada bidang kebudayaan dan pendidikan. UNESCO mengajak negara-negara di seluruh dunia ikut merayakan hari Bahasa Ibu Internasional sebagai pengingat bahwa keragaman bahasa dan multibahasa adalah aspek penting untuk pembangunan berkelanjutan.

 

Masyarakat multibahasa dan multikultural dapat mentransmisikan serta melestarikan pengetahuan dan budaya tradisional secara berkelanjutan kepada generasi muda. Keragaman bahasa dan multibahasa juga berperan sebagai kontributor penting bagi pendidikan global untuk mempromosikan hubungan antarbudaya dan cara hidup yang lebih baik bersama.

 

Para peneliti menemukan bahwa multibahasa ternyata berdampak baik untuk keberlangsungan pembangunan dan ekonomi. Negara-negara yang secara aktif memelihara berbagai bahasa menuai berbagai hal positif juga, mulai dari kegiatan perdagangan ekspor – impor yang lebih berhasil hingga angkatan kerja yang lebih inovatif.

 

Saat ini anak-anak mulai dari usia playgroup sudah dibekali dengan banyak bahasa tambahan di sekolah mereka. Bahasa Inggris maupun Bahasa Mandarin menjadi menu ajaran sejak dini, selain Bahasa Ibu yang digunakan sehari-hari. Anak-anak yang memiliki kemampuan multibahasa pun kini menjadi impian sebagian besar orangtua. Hal ini direspon oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan memberikan porsi bahasa asing sebagai muatan lokal dalam silabus, dengan himbauan pembelajaran bahasa Indonesia tetap memenuhi porsi terbesar, karena tidak hanya sebagai sarana berkomunikasi tapi juga merupakan jati diri bangsa.

 

Jika kemampuan bahasa asing sangat penting, lantas di manakah nilai penting dari Bahasa Ibu berperan?

 

Bahasa Ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai atau diperoleh anak. Di mana pun anak itu lahir, kemudian ia memperoleh atau menguasai bahasa pertamanya, maka bahasa yang dikuasai itu merupakan Bahasa Ibu, bisa berupa bahasa daerah ataupun bahasa nasionalnya, yang digunakan sehari-hari bersama keluarga dalam lingkungannya.

 

Mengajari anak Bahasa Ibu terlebih dahulu tidak hanya dapat melestarikan bahasa asli daerah, namun juga membuat anak selalu ingat akan asal-usulnya, dan dapat memaksimalkan tumbuh kembang anak.

 

Berikut ini adalah manfaat penting Bahasa Ibu yang perlu orang tua ketahui :

  1. Meningkatkan insting kreatif anak

Penelitian menyebutkan anak-anak yang fasih Berbahasa Ibu memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan mereka dapat berbaur dengan banyak orang di daerahnya dan dapat menyerap lebih banyak nilai-nilai kehidupan di masyarakat.

  1. Mendukung intelektualitas anak

Para guru dan psikolog sepakat bahwa dengan mengajarkan Bahasa Ibu terlebih dahulu, anak akan dapat belajar lebih, karena bahasa ibu dapat menjelaskan sesuatu dengan lebih sederhana dan mudah dimengerti anak.

  1. Membantu tumbuh kembang emosional anak

Bahasa Ibu memperkaya kosakata, wawasan, dan emosional anak. Dia akan mengetahui tentang literasi sejarah, musik, lagu, dan tarian kedaerahan maupun nasional, sehingga dapat mengerti pesan emosional melalui warisan budaya tersebut dan dapat menghargainya.

  1. Mendukung anak lebih dekat dengan keluarga

Bahasa Ibu mempersatukan anak-anak dengan seluruh keluarga mereka dari generasi ke generasi. Mereka akan senang mendengar cerita kehidupan masa lalu kakek neneknya, menghargai perjuangan,  mensyukuri keberadaan keluarga, dan bangga akan asal-usulnya.

 

Jika Bahasa Ibu dan Bahasa Asing sama pentingnya, lantas bagaimana orang tua menyeimbangkan proses pembelajarannya kepada anak?

 

Sebuah penelitian menyatakan bahwa pembelajaran multibahasa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya speech delay atau keterlambatan bicara, anak menjadi tidak mau berbicara dan memilih untuk diam karena bingung.

 

Psikolog anak, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si, juga mengatakan bahwa seharusnya anak tidak diajarkan beberapa bahasa sekaligus. Dampaknya tidak sedikit anak-anak  malah berbahasa planet yang tidak dimengerti orang lain karena kebingungan ini.

 

Contohnya anak-anak berusia 2 tahun yang terlalu sering diperlihatkan acara TV atau video berbahasa asing tanpa bimbingan orang tua, mendengarkan orang tua berbicara dengannya secara bilingual, tetapi pengasuh, saudara, dan teman-temannya yang lain berbahasa daerah. Anda bisa membayangkan kebingungan ini bukan?

 

Bisa jadi persepsinya terhadap suatu benda berbeda dengan persepsi keluarga yang lain, sehingga anak akan bingung, diam, atau bahkan berbahasa aneh. Karena mengajarkan suatu bahasa pada anak memerlukan konsistensi, kontinuitas, dan kekompakan untuk dilakukan seluruh anggota keluarga dalam penggunaannya sehari-hari, tanpa ketiga hal tersebut tentu akan sulit diterima dengan baik oleh anak.

 

Usia 18 bulan - 3 tahun menurut Erick Erickson merupakan tahap perkembangan psikososial “Kemandirian vs Ragu-ragu” (Autonomy versus Doubt),. Pada tahap ini anak sudah memiliki kemampuan untuk melakukan beberapa kegiatan dan memulai interaksi sosial secara mandiri. Kepercayaan orang tua kepada anak pada usia ini untuk mengeksplorasi hal-hal yang dapat dilakukannya secara mandiri dan memberikan bimbingan kepadanya akan membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.

Tetapi orang tua yang membatasi, berlaku keras, dan membiarkan kebingungan bahasa tanpa penjelasan, akan membentuk anak tersebut menjadi orang yang lemah dan tidak kompeten yang dapat menyebabkan malu dan ragu-ragu terhadap kemampuannya, itulah mengapa speech delay banyak terjadi di usia ini.

 

Namun orang tua tidak perlu khawatir, jika ingin anak-anak mulai belajar bahasa asing, berikut ini contoh cara mengajarkan salah satu bahasa asing yaitu Bahasa Inggris yang dapat orang tua lakukan:

  1. Bahasa Ibu perlu diajarkan secara lengkap terlebih dahulu. Kalau anak itu sudah menguasai Bahasa Ibu, baik secara reseptif atau ekspresif, artinya anak sudah mulai mampu berkomunikasi dengan baik pada lawan bicaranya, orang tua baru boleh mengajarkan bahasa asing dengan lebih intens. Jika dilihat pada tahapan tumbuh kembang anak, pada usia 0-4 tahun merupakan masa yang tepat untuk anak belajar Bahasa Ibu, karena aspek bahasa anak akan berkembang mencapai kemampuan pengucapan bahasa yang jelas, berbicara kalimat sederhana, menguasai aturan dasar berbahasa “Subyek-Predikat-Obyek-Keterangan”, bercerita dan menyanyikan lagu. Setelah anak mencapai tahap ini barulah bahasa asing dapat diperkenalkan. Namun tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan linguistik menonjol, mengenalkan bahasa asing dapat dimulai lebih dini.
  2. Metode TPR (Total Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action). Contoh pembelajaran dengan metode ini adalah sebagai berikut: ketika mengenalkan kata stand up (berdiri), orangtua dapat perintahkan anak ikut berdiri sambil mendengarkan (listening) kata stand up dan mengucapkan (speaking) kata stand up
  3. Menguatkan pengenalan kata dengan lagu. Anak dapat bernyanyi sambil bergerak sesuai perintah lagu. Contoh :

Every body sit down, sit down, sit down

Every body sit down just like me

Every body stand up, stand up, stand up

Every body stand up, just like me

  1. Menggunakan permainan, teknik yang dapat digunakan di antaranya melalui : Role Play (Bermain Peran); Art and Crafts (Seni dan Kerajinan Tangan) ; Games (Permainan); Show and Tell (Tunjukkan sebuah benda, lalu katakan dan jelaskan benda apakah itu).
  2. Menggunakan teknik bercerita. Dengan membaca kalimat per kalimat Bahasa Inggris sederhana akan sangat membantu anak dalam memahami cerita Berbahasa Inggris tersebut. Langkah langkah penerapan belajar Bahasa Inggris dengan bercerita adalah sebagai berikut:
  3. Siapkan media, buku cerita bergambar, alat peraga bila perlu
  4. Ciptakan suasana yang menyenangkan, nyaman dan membuat anak penasaran dengan cerita yang akan kita bacakan.
  5. Sebelum bercerita, buat perjanjian dengan anak. Jangan ada yang bertanya sebelum ibu menyelesaikan cerita, jika ada yang ingin bertanya harap ditunda dulu.
  6. Bacakan cerita dengan penuh semangat dan semenarik mungkin, setelah selesai membacakan cerita mintalah anak mengulangi apa yang kita ceritakan, jika ada pertanyaan dipersilahkan.

 

Kemampuan berbahasa asing merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan anak di era modern ini, proses belajar bahasa perlu terus menerus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa melupakan Bahasa Ibu bagian dari kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan untuk menjaga warisan budaya dan memperkukuh jati diri masyarakat.

 

 

Referensi :

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3306850/21-februari-unesco-maknai-hari-bahasa-ibu-internasional diakses tanggal 28 Januari 2021

https://www.liputan6.com/citizen6/read/3899675/sejarah-munculnya-hari-bahasa-ibu-internasional-diperingati-tiap-21-februari diakses tanggal 28 Januari 2021

http://polyglotindonesia.org/article/anak-anak-multibahasa diakses tanggal 28 Januari 2021

https://id.theasianparent.com/mengajari-anak-bahasa-ibu diakses tanggal 28 Januari 2021

Strategi belajar bahasa inggris yang menyenangkan untuk pendidikan anak usia dini.Yus Vernandes Uzer.PERNIK Jurnal PAUD VOL 2 NO.1 April 2019.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials