Detail

Blog Image

Rasa Bosan Minum Obat Melanda? Ini Solusinya

Ns Bayu Triantoro

 

Bagi sebagian orang, obat-obatan adalah solusi jangka pendek yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang sedang terjadi dan mendesak. Tetapi, bagi sebagian orang lain, obat adalah solusi jangka panjang dan berkelanjutan seperti pada mereka yang hidup dengan masalah kesehatan mental atau orang yang mengidap penyakit kronis.

Sebagian besar obat yang digunakan dalam pengobatan masalah kesehatan mental terbagi dalam empat kategori utama: obat anticemas, antidepresan, antipsikotik, dan penstabil suasana hati. Tentu saja, tidak ada orang yang ingin minum obat setiap hari selama bertahun-tahun, tetapi perlu diingat, pengobatan ini sangat membantu beberapa orang menjalani kehidupan yang mereka inginkan, tanpa kekambuhan yang memungkinkan mereka dirawat kembali ke rumah sakit.

Muncul erbagai alasan, beberapa orang dengan masalah kesehatan mental enggan minum obat sama sekali dan dokter yang berbeda mungkin meresepkan obat yang berbeda pada pasien dengan gejala yang sama. Meminum obat merupakan goal dari masalah kesehatan mental (jika dibutuhkan). Meminum obat akan lebih sempurna jika dibarengi dengan terapi bicara, psiko terapi ataupun program olahraga. Obat-obatan sebagian besar memiliki efek samping dan orang mungkin mengalami masalah saat mereka berhenti minum obat. Penyalahgunaan obat yang diresepkan untuk mengatasi masalah kesehatan mental juga dapat menyebabkan masalah lain yang tak diharapkan malah muncul.

Dokter Anda akan mempertimbangkan beberapa hal saat memutuskan obat mana yang akan diresepkan pada Anda:

  • Gejala Anda. Kebanyakan obat dirancang untuk mengatasi masalah atau gejala tertentu, misalnya kecemasan atau depresi.
  • Reaksi dan kepekaan Anda terhadap obat atau golongan obat tertentu. Beberapa obat bekerja lebih baik untuk beberapa orang daripada yang lain dan mungkin perlu waktu untuk menemukan obat yang tepat dan dosis yang tepat pada tiap-tiap orang. Dokter Anda akan memantau dan meninjau obat yang diresepkan untuk Anda guna memeriksa kegunaannya dalam mengendalikan gejala dan efek sampingnya, di sinilah pentingnya kontrol rutin.
  • Efek samping atau risiko yang terkait dengan obat tertentu. Semua obat memiliki efek samping, beberapa di antaranya tidak menyenangkan. Penting bagi Anda untuk mengetahui tentang efek samping dan risiko yang terkait dengan obat tertentu dan bahwa Anda memberi tahu dokter Anda jika Anda mendeteksi adanya perubahan atau kesulitan dalam toleransi Anda terhadap obat yang diresepkan.
  • Pilihan obat yang tersedia. Beberapa dokter lebih memilih beberapa obat daripada yang lain, berdasarkan pengalaman mereka tentang apa yang berhasil dengan pasien lain, atau apa yang dikatakan oleh penelitian baru kepada mereka, oleh karena itu selalu komunikasikan apa yang Anda rasakan saat meminum obat yang telah diresepkan.
  • Efektivitas obat dibandingkan dengan biayanya (cost-effectiveness).

 

Dengan semua penjelasan di atas, saya ingin menekankan satu hal: Tolong jangan hentikan pengobatan Anda meskipun Anda merasa lebih baik.

Jenis pengobatan untuk keluhan penyakit fisik lain seringkali dimaksudkan sebagai intervensi jangka pendek, dihentikan segera setelah gejala mereda. Contoh mudahnya adalah saat kita demam, meminum obat penurun panas hingga saat sudah tidak demam saja. Namun tidak demikian halnya dengan pengobatan kesehatan mental. Obat kesehatan mental membantu otak Anda mengatur aliran pembawa pesan kimia dalam otak (neurotransmitter), fungsi yang tidak dapat dilakukan otak Anda sendiri ketika anda memiliki gejala gangguan kesehatan mental. Ini sama seperti inhaler yang membantu Anda bernapas saat terserang asma, atau insulin mendukung pankreas Anda ketika menderita penyakit Diabetes mellitus (Kencing manis). Tubuh Anda membutuhkan bantuan, dan obat Anda adalah penolongnya. Ketika penolong Anda pergi, gejala Anda mungkin kembali.

Memang benar bahwa ada beberapa orang mungkin menggunakan pengobatan dan terapi dalam waktu singkat untuk berhasil mengelola gejala dan mendapatkan kemajuan, tetapi itu tidak dapat dipukul rata semua orang akan mengalami proses yang sama. Beberapa orang mungkin memerlukan pengobatan untuk jangka panjang, yang lain mungkin memerlukan banyak perubahan dalam pengobatan selama bertahun-tahun karena gejala dan tubuh mereka berubah.

Tentu saja, itu benar-benar pilihan Anda untuk memutuskan apakah Anda akan melanjutkan pengobatan Anda atau tidak. Jika Anda siap untuk menghentikan pengobatan Anda, atau jika Anda sedang mempertimbangkan perubahan, saya mendorong Anda untuk menghubungi dokter Anda untuk membantu mengelola proses titrasi (pelepasan bertahap).

 

Maka, jika obat itu membantu Anda merasa lebih baik, mengapa harus menyingkirkannya?

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials