Detail

Blog Image

Ubah pola pikir, atur aktivitas, Tetap di rumah pilihan tepat liburan di masa pandemi

Yuni Hermawaty, M.Psi ( Psikolog )

Yes liburan sudah dekat. saatnya recharge pikiran, energi, refreshing dengan rekreasi bersama keluarga. Keuangan sudah disiapkan, destinasi sudah disepakati, tiket sudah dipesan, isi koper sudah mulai dipersiapkan..rasanya tinggal angkat koper dan berangkat. By..by kerjaan kantor, by... by tugas rumah, by...by..mendampingi tugas sekolah anak. Saatnya liburan.

 

Buka sosial media dan melihat berita di Televisi, mengunjungi kota yang berbeda dengan tujuan rekreasi atau naik kendaraan pribadi serta umum harus disertai dengan SWAB / PCR test. Biaya pemeriksaan swab test minimal Rp. 900.000. jika dikalikan jumlah anggota keluarga. Biaya swab sangat merogok tabungan. Belum lagi berita mengenai meningkatnya jumlah kasus covid 19. Rasanya membuat pikiran kacau dan perasaan tidak tenang. Apakah bisa terhindar dari virus corona setelah pulang dari liburan? Haruskan perjalanan rekreasi tetap dilanjutkan? Masalah ini yang sedang muncul di pikiran keluarga yang akan mendekati libur panjang.

Beberapa ahli, influencer, tenaga kesehatan menyerukan agar stay at home, stay health selama masa pandemi ini. Jika masih memaksa liburan,  Pilihannya dua. Rekreasi namun di wajibkan swab test sebelum dan setelah liburan atau tetap tinggal di rumah agak tidak berdampat negatif pada kesehatan seluruh anggota keluarga.

Pilihan ini sebenarnya membingungkan, bagaimanapun sebagian besar pikiran, perasaan, dan perilaku manusia diperoleh dari proses belajar serta keyakinannya. Sebelumnya kita biasa menjalani liburan dengan nyaman tanpa ada isue atau kendala munculnya masalah kesehatan setelah bepergian. Namun liburan kali ini akan berdampak berbedar. Kita dihadapkan disituasi pembelajaran untuk liburan di suasana pandemi.

Nah, jika dalam situasi demikian keputusan tinggal di rumah adalah hal yang keluarga anda pilih. Yuk simak beberapa tips yang dapat kita “tiru” dari keluarga yang memang berhasil menciptakan situasi “liburan di rumah” selama pandemi.

  1. Kenali terlebih dahulu apa yang dibutuhkan keluarga. Jalan-jalan dengan anggota keluarga di luar rumah atau berkumpul dengan seluruh anggota keluarga. Kalau liburan dibarengi dengan kegiatan individu seperti masih sibuk dengan handphone, sibuk dengan tugas kantor yang dibawa, atau pikiran setiap anggota tidak di tempat yang sama. Rugi gak? Rugi dong...biaya yang sudah keluar besar, capek fisik dan psikologis karena khawatir akan pandemi, tujuan dari rekreasi bersama keluarga tidak tercapai. Mending di rumah saja. Buat suasana berkumpul yang berkualitas.
  2. Ubahlah pola pikir pada kalimat “liburan”. Hal ini sebaiknya di mulai dari orang dewasa. Liburan itu adalah meluangkan waktu yang bebas dari pekerjaan atau dunia persekolahan. Umumnya memang di luar rumah atau ke tempat rekreasi. Karena kali ini situasi khusus, maka ubah pola pikir yang penting bebas dari pikiran pekerjaan dan dunia persekolahan meskipun di rumah.
  3. Sepakati tema liburan kali ini. Ketika ada tema yang diinginkan keluarga, coba ciptakan suasana tersebut. Gak harus mirip seperti impian, namun paling tidak mendekati saja pasti menyenangkan.
  4. Buat jadwal kegiatan di saat liburan, mirip seperti jadwal rekreasi yang sering dibuat tour schedule /guide.
  5. Buat variasi kegiatan yang atraktif dan menyenangkan.
  6. Hindari malas-malasan dan ditempat tidur saja. Kondisi ini menimbulkan kesan liburan tidak menyenangkan. Karena asumsinya, liburan = tidur saja.
  7. Buat suasana yang tidak monoton ketika di rumah. Misalnya ketika jadwal olahraga, maka seluruh anggota keluarga berkeliling di luar rumah untuk olahraga. Ketika masak atau makan bisa diganti dengan suasana barbeque di halaman rumah dan lainnya.
  8. Tidak terlalu fokus pada rumah yang harus tertata rapi, hal ini bertujuan agar ibu fokus pada upaya membersihkan rumah saja. Toleransi sedikit boleh juga masalah kerapian rumah.
  9. Kalau liburan keluarga banyak mengeluarkan biaya, jangan terlalu irit juga ya ketika liburan di rumah. Supaya bisa ciptakan suasana yang berbeda, variasi kegiatan dan variasi makanan. Agar kenyaman tetap bisa diperoleh.

Dalam situasi demikian seringkali ditemukan perbedaan pendapat diantara beberapa individu. Hal ini ditentukan oleh bagaimana seseorang menghadapi permasalahan bagaimana seseorang menyesuaikan keadaan dan peran yang dihadapinya serta bagaimana seseorang mampu mengambil keputusan dan memecahkan masalah yang dihadapi. Di rumah juga tidak ada salahnya. Yang terpenting adalah tetap utamakan kesehatan,  sayangi  diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Liburan di rumah..yes..saya siap...

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0