Detail

Blog Image

POLA TIDUR SEHAT PADA LANSIA

Alek Gugi Gustaman, SKM

 

 

  1. Menua

 

Menua atau menjadi tua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan – lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Proses menua merupakan proses yang terus menerus secara alamiah. Dimulai sejak lahir dan umumnya dialami pada semua makhluk hidup. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, yang pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental, dan sosial sedikit demi sedikit tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi sehingga bagi kebanyakan orang, masa tua merupakan masa yang kurang menyenangkan (Nugroho, 2000).

 

  1. Tidur

 

Setiap manusia memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi, baik secara fisiologis maupun psikologis. Terdapat banyak kebutuhan fisiologis manusa, salah satunya adalah istirahat dan tidur. Tidur merupakan kebutuhan penting bagi setiap orang, karena dengan tidur seseorang dapat memulihkan stamina tubuh dan pembentukan daya tahan tubuh. Kebutuhan tidur bervariasi pada setiap individu, umumnya dibutuhkan 6-8 jam perhari untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas tidur yang efektif. Namun, semakin bertambahnya umur, semakin sulit pula untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas tidur yang efektif. Hal tersebut dikarenakan banyaknya faktor yang mempengaruhi tidur.

 

  • Gangguan Tidur

 

Gangguan tidur atau yang disebut insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling sering dikeluhkan oleh lansia. Insomnia dapat didefinisikan sebagai kesulitan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, bangun pagi, serta mengantuk di siang hari. Gangguan tidur ini dapat menyerang semua golongan usia. Namun, beberapa artikel mengatakan bahwa angka kejadian insomnia akan meningkat seiring bertambahnya usia. Dengan kata lain, gejala insomnia sering terjadi pada orang lanjut usia (lansia) bahkan hampir setengah dari jumlah lansia dilaporkan mengalami kesulitan memlai tidur dan mempertahankan tidurnya.

 

Penyebab insomnia pada lansia dapat dibagi menjadi 4 kelompok:

  1. Penyakit fisik atau gejala, seperti nyeri jangka panjang, kandung kemih atau prostat, penyakit sendi seperti arthritis atau bursitis, dan gastroesophageal reflux
  2. Faktor lingkungan/perilaku, termasuk diet atau nutrisi
  3. Penggunaan obat-obatan, seperti kafein, alkohol, atau obat resep untuk penyakit kronis
  4. Penyakit mental, seperti kecemasan, depresi, kehilangan identitas pribadi, atau dapat dikatakan status kesehatan yang buruk.

 

Gejala insomnia pada lansia antara lain:

 

  1. Kesulitan untuk memulai tidur pada malam hari
  2. Sering terbangun pada malam hari
  3. Bangun tidur terlalu awal
  4. Kelelahan atau mengantuk pada siang hari
  5. Emosi iritabel hingga depresi atau kecemasan
  6. Konsentrasi dan perhatian berkurang
  7. Peningkatan angka kecelakaan
  8. Ketegangan otot dan sakit kepala
  9. Gejala gastrointestinal

 

 

Gangguan tidur pada lansia dapat mengakibatkan dampak yang cukup berat, karena pada negara berkembang banyak lansia yang masih bekerja. Dengan adanya gangguan tidur, para lansia tidak dapat mengembalikan kondisi tubuhnya dengna baik sehingga mengakibatkan kondisi mudah marah, kelelahan, pusing, cemas, serta stress yang mengakibatkan bunuh diri.

 

Komplikasi daripada insomnia atau gangguan tidur pada lansia antara lain:

  1. Meningkatkan resiko depresi dan cemas
  2. Performance kinerja menurun sehingga respon time lambat
  3. Tekanan darah meningkat
  4. Meningkatkan resiko penyakit jantung dan DM
  5. System imun menurun
  6. Angka kejadian obesitas meningkat

 

Untuk mengataasi gangguan tidur atau insomnia pada lansia selain dengan bantuan obat yang diberikan oleh dokter dapat pula dengan penatalaksanaan non-medis, antara lain:

 

  1. Mengatur jadwal tidur yang teratur

 

Tidur di jam yang sama setiap harinya dapat membantu lansia mendapatkan tidur yang nyenyak. Para lansia dianjurkan untuk pergi tidur dan bangun tidur pada jam yang sama setiap harinya, termasuk di akhir pekan atau saat berlibur. Hal ini bila dilakukan secara rutin, tubuh akan memiliki ritme tersendiri dengan mengirimkan sinyal bahwa kegiatan tersebut mengantarkan para lansia pada waktu tidur malam. Cara ini juga dapat membantu merilekskan tubuh dan membantunya tidur lebih cepat.

 

  1. Tidak berada di tempat tidur ketika tidak tidur

          Hanya menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur

  1. Tidak memaksakan diri untuk tidur jika tidak bisa tidur
  2. Relaksasi sebelum tidur
  3. Menghindari atau membatasi tidur siang

Bila memang harus untuk tidur siang, tidur siang dapat dilakukan sekitar 15-45 menit saja. Meski terasa singkat, ini justru bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan daya ingat lansia. Sebaliknya, terlalu lama tidur siang dapat membuat lansia lebih sulit berkonsentrasi setelah bangun tidur.

  1. Menyiapkan suasana nyaman pada kamar untuk tidur

Kunci utama mengatasi susah tidur nyenyak pada lansia adalah dengan menghadirkan suasana tidur yang nyaman. Begitu kondisi kamar terasa nyaman, tubuh akan lebih mudah menyesuaikan diri sehingga akan lebih cepat terlelap. Orang dengan usia lanjut cenderung lebih sensitif dengan suara, cahaya, dan udara panas. Maka itu, pastikan kamar tidur dalam kondisi tenang, gelap, dan sejuk. Bila tetap tidak bisa tidur, gunakan bantuan alat white noise dari kipas atau AC, penutup mata, dan sumbatan telinga (earplug) untuk membantu meredam cahaya dan kebisingan. Hindari berbagai hal yang bisa mengganggu tidur lansia seperti suara dan cahaya dari televisi, handphone, atau laptop. Pastikan Anda sudah mematikan seluruh alat komunikasi sebelum tidur agar bisa mendapatkan tidur nyenyak. Jadikan kamar tidur hanya sebagai tempat untuk tidur, bukan tempat menonton TV, makan, atau bekerja.

  1. Olahraga dan tetap aktif, seperti olahraga selama 20-30 menit setiap hari sekitar lima hingga enam jam sebelum tidur,
  2. Menghindari kafein, alkohol, dan nikotin
  3. Menghindari makan besar sebelum tidur
  4. Cek kesehatan secara rutin
  5. Jika terdapat nyeri dapat menggunakan obat anti-nyeri bila perlu.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0