Detail

Blog Image

Refleksi Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2020

  1. Ika Nurfarida, M.Sc, SpKJ

 

 

Mental Health for All, Greater Investment Greater Access, Everyone Everywhere adalah tema global peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2020. Secara Nasional, tema yang diambil adalah Sehat Jiwa di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemic Covid-19 Menuju SDM Unggul, Indonesia Maju. Dalam tema tersebut tersirat sebuah harapan besar akan kesadaran dunia terhadap masalah kesehatan jiwa, lebih-lebih di era pandemi Covid 19 akhir-akhir ini.

Kesehatan jiwa adalah hak asasi manusia, sehingga semua orang mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa yang baik, termasuk di masa pandemi Covid-19. Semua negara, dan setiap orang perlu bergerak untuk memastikan investasi yang lebih besar dalam kesehatan jiwa. Menurut data WHO tahun 2020, setiap 1 US $ yang diinvestasikan untuk kesehatan jiwa, akan mendapatkan keuntungan sebesar 5 US$ yang diperoleh dari peningkatan produktivitas orang dengan gangguan jiwa. Layanan kesehatan jiwa yang berkualitas dan mudah diakses adalah hak setiap orang diharapkan dapat menurunkan treatment gap yang saat ini masih cukup tinggi yaitu lebih dari 75% di berbagai negara, terutama negara berpendapatan menengah – rendah.

Pada tahun 2015 IMHE (The Institute for Health Metrics and Evaluation) melakukan studi tentang Global Burden Disease (peta beban penyakit) di seluruh dunia. Berdasarkan studi tersebut, Global Burden Disease akibat gangguan jiwa dan penyalahgunaan zat terdapat peningkatan hampir 40% dalam kurun waktu 1990 – 2010. Beban tersebut tidak hanya disebabkan karena beban biaya pengobatan gangguan jiwanya, tetapi lebih banyak disebabkan oleh penurunan produktivitas penderita maupun keluarganya. Data Years Lost Due to Disability (YLD) dari studi tersebut menyebutkan bahwa 6 dari 20 jenis penyakit yang dianggap paling bertanggung jawab menyebabkan disabilitas adalah gangguan jiwa. Salah satunya adalah depresi yang menduduki peringkat ke-9 dari 20 penyakit penyebab kematian premature. Berdasarkan investigasi atas kerugian finansial yang ditimbulkan oleh gangguan kesehatan jiwa yang dilakukan di Amerika Serikat menyatakan bahwa nilai kerugian yang diakibatkan oleh gangguan depresi pada pekerja yang harus ditanggung pemberi kerja mencapai US$36 juta setiap tahunnya. Lebih lanjut, 10 negara partisipan survei WMH melaporkan adanya rata-rata kerugian produktivitas sampai dengan 22 hari/pekerja akibat ADHD.

Berdasarkan data-data di atas, menunjukkan betapa pentingnya masalah kesehatan jiwa,sehingga dengan momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ini, kita bersama-sama berinvestasi dalam peningkatan derajat kesehatan jiwa masyarakat. Masalah kesehatan jiwa dapat dihadapi oleh semua orang dalam setiap siklus kehidupan. Mulai dari masa di dalam kandungan sampai menjelang akhir hayat manusia dihadapkan dengan stressor yang dapat memicu timbulnya gangguan jiwa. Diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan investasi untuk kesehatan jiwa. Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kondisi kesehatan jiwa yang optimal antara lain program persiapan perkawinan, konseling dan pendampingan maternal, upaya kesehatan jiwa anak remaja dan sekolah, upaya kesehatan jiwa untuk para lansia dan program kesehatan jiwa menjelang akhir hayat. Melalui persiapan perkawinan yang baik, diharapkan lahir generasi bangsa yang tangguh. Didukung oleh upaya-upaya peningkatan resiliensi anak dan remaja dalam menghadapi berbagai stressor kehidupan yang semakin besar. Pendidikan bagi orang tua tentang pola asuh anak merupakan hal penting yang dapat diintegrasikan ke dalam program kesehatan ibu dan anak di layanan kesehatan primer.

Banyak hal yang dapat kita investasikan untuk masa depan generasi yang sehat jiwa agar dapat mencapai SDM yang unggul, antara lain: peningkatan minat baca di kalangan masyarakat, penanganan stigma dan isolasi sosial, meningkatkan akses pelayanan kesehatan jiwa, dengan melakukan inovasi pelayanan kesehatan jiwa, optimalisasi pelayanan kesehatan primer, dan pemberdayaan masyarakat dan kelompok swabantu. Pengembangan berbagai aplikasi konsultasi kesehatan dan penerapan telemedisin merupakan salah satu upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat. Pergeseran tatanan kehidupan baru akibat pandemic global mengharuskan semua lapisan masyarakat dapat segera beradaptasi. Mengambil hikmah positif dari kondisi pandemic dapat meningkatkan kemampuan individu dalam menerima kenyataan dan membaca peluang perubahan ke arah tatanan yang lebih baik.

Dengan kemudahan akses pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa dan kemampuan masyarakat untuk segera beradaptasi dalam tatanan baru di era pandemic ini semakin meningkat, karena sehat jiwa untuk semuanya, dimana saja, dan dalam situasi apapun. Sehat jiwa merupakan investasi masa depan bangsa untuk mencapai SDM yang unggul dan berkualitas.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0