Detail

Blog Image

LET’S TALK ABOUT: DEPRESSION IN ELDERLY | Mengupas Topik Kelam Dengan Suasana Yang Menyenangkan

Memperingati Hari Lansia Internasional 2020 yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2020, RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat (RSJRW) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Chapter Malang menyelenggarakan seminar untuk tenaga kesehatan professional yang bertajuk Let’s Talk about Depression in Elderly. Acara ini turut disponsori juga oleh PT. Mersifarma. Seminar yang diselenggarakan secara daring ini diikuti oleh lebih dari 300 tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia yang meliputi, dokter umum, dokter spesialis, perawat, tenaga pendidik, mahasiswa bidang kesehatan dan juga tenaga kesehatan lainnya.

Acara dimulai pada pukul 09:00 dibuka dengan pemutaran video singkat yang memberikan sudut pandang bahwa setiap detiknya terdapat dua orang di dunia yang merayakan ulang tahun ke-60, sehingga dimungkinkan pada tahun 2030 akan ada 16% populasi dunia yang merupakan usia lanjut/lansia. Tentu saja latar belakang tersebut juga harus diperhatikan dalam pengambilan kebijakan yang ramah lansia agar kesejahteraan lansia tetap terjamin baik dari segi fisik maupun mental. Apalagi kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini memaksa sebagian besar penduduk dunia membatasi interaksi fisik dan menjalani karantina, tak terkecuali lansia.

Seminar daring dibuka secara resmi dengan pidato yang disampaikan oleh Ketua PDSKJI Chapter Malang dr. Didit Roesono, Sp.KJ. Pada pidatonya dr. Didit menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur RSJRW, pembicara dan panitia atas terselenggaranya seminar ini yang meski dalam kondisi pandemi namun hal tersebut tidak dijadikan halangan untuk melaksanakan seminar ilmiah. Diharapkan dengan diselenggarakan webinar ilmiah ini dapat memberikan update atau pembaruan ilmu tentang penanganan depresi pada usia lanjut.

Pembicara pertama, dr. Zuhrotun Ulya Sp.KJ., M.H atau yang dikenal dengan sapaan dr. Uul, menyampaikan materi “Depresi pada Lansia : Kenali dan Tangani”. Dokter Uul menyampaikan bahwa depresi pada lansia harus dibedakan dengan late onset depression. Depresi dan kesehatan fisik merupakan hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan termasuk pada lansia, terang dr.Uul, sehingga dapat dikatakan bahwa depresi mempengaruhi kesehatan medis dan kesehatan medis dapat berkomplikasi pada depresi, misalnya perubahan vaskuler, respon inflamasi dan juga genetik yang dapat menyebabkan depresi pada lansia. Dokter Uul juga menyampaikan mekanisme overlap yang menyebabkan lansia depresi menjadi gelisah dipengaruhi oleh disfungsi frontostriatal pada otak.

Menurutnya tanda gejala depresi pada lansia dapat berupa:

  • S: Sleep disturbances
  • I: Interest decreased in pleasure activities
  • G: Guilty feelings
  • E: Energi yang menurun
  • C: Concentration (konsentrasi) yang menurun
  • A: Appetite (nafsu makan) dapat menurun dan meningkat
  • P: Psychomotor (psikomotor) yang menurun
  • S: Suicidal ideations

Lebih lanjut disampaikan tentang pilihan terapi non-farmakologi yang dapat ditawarkan pada pasien antara lain psikoterapi, psikoterapi suportif, psikoterapi untuk populasi khusus dan psikoterapi khusus depresi dan gangguan kognitif seperti problem solving therapy. Selain itu juga dipaparkan tentang berbagai pilihan dan pedoman farmakoterapi yang dapat dipilih dokter dalam menangani lansia yang depresi.

Pembicara kedua dr. Anna Purnamasari S., Sp.KJ  merupakan psikiater di RSJRW. Beliau menyampaikan topik “Merawat Spiritualitas untuk Mencegah Depresi di Usia Senja”. Dokter Anna menjelaskan bahwa spiritualitas dan agama adalah hal yang berbeda. Spiritualitas yang baik menjadi faktor preventif gangguan jiwa. Selain itu spiritualitas berkorelasi positif dengan kesejahteraan, optimisme, moral, kepuasan dan kebahagiaan dalam hidup, serta memaknai tujuan dan arti hidup seseorang. Lebih lanjut dokter Anna menyampaikan bahwa 7,2% lansia di Indonesia mengalami depresi. Pentingnya memiliki spiritualitas yang tinggi adalah untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mampu meminimalkan aktivasi stress related area di otak. Berbagai manifestasi spiritualitas yang tinggi juga dicontohkan dokter Anna melalui studi kasus lansia bahagia.

Usai paparan materi kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh dr. Tutik Nur Kasiani Sp. KJ. Pertanyaan-pertanyaan diajukan peserta mengenai kesulitan dalam penanganan pasien-pasien depresi pada lansia. Meskipun yang dibahas adalah topik kelam, depresi, namun acara berjalan menyenangkan dan pada penghujung acara panita memberikan quiz beberapa pertanyaan sebagai bahan evaluasi penyampaian materi dan berhadiah doorprize yang akan dikirimkan langsung menuju kediaman peserta.

Diharapkan dengan diadakannya seminar online dengan tajuk depresi pada lansia ini dapat menambah sudut pandang tenaga kesehatan dalam mengenali dan menangani depresi pada lansia serta meningkatkan promosi kesehatan spiritualitas untuk mencegah terjadinya depresi pada usia senja, sehingga lansia dapat menjalankan fungsinya, menikmati, dan merayakan proses bertambahnya usia dengan hati yang bahagia. (RYS)

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0