Detail

Blog Image

RABIES ( Dalam Rangka Hari Rabies Sedunia Tahun 2020)

Alek Gugi Gustaman, SKM

( Anggota PPPKMI Jatim)

 

Hari Rabies Sedunia diperingati setiap 28 September untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit yang mematikan dan ditularkan oleh hewan liar seperti anjing, kucing, monyet maupun beberapa hewan lain.

Tema Hari Rabies Sedunia tahun ini yaitu ‘Kolaborasi Berkualitas, Vaksinasi Tuntas! Rabies Bebas!’. Tema ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam mensukseskan pencegahan dan pengendalian rabies dan dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian rabies. Selain itu meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan Rabies Center, dan menguatkan jejaring kerja pengendalian rabies.

Angka kematian akibat Rabies di Indonesia masih cukup tinggi yakni 100-156 kematian per tahun, dengan Case Fatality Rate (Tingkat Kematian) hampir 100 persen. Hal ini menggambarkan bahwa rabies masih jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Secara statistik 98% penyakit rabies ditularkan melalui gigitan anjing, dan 2% penyakit tersebut ditularkan melalui kucing dan kera.

Dalam 5 tahun terakhir (2015-2019) kasus gigitan hewan penular rabies dilaporkan berjumlah 404.306 kasus dengan 544 kematian. Saat itu ada 5 provinsi dengan jumlah kematian tertinggi antara lain Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan kejadian luar biasa (KLB) rabies tahun 2019 terakhir dilaporkan terjadi di Nusa Tenggara Barat.

Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas rabies pada 2020 atau sesuai dengan sasaran global dari Badan Kesehatan Dunia, meski baru delapan dari 34 provinsi yang tidak memiliki kasus rabies.

Secara hitoris 8 provinsi tersebut adalah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Diperkirakan ada sekitar empat juta ekor di seluruh Indonesia dengan 75 persen diantaranya atau tiga juta anjing merupakan anjing liar tanpa pemilik.

Menurut WHO, setiap menit 9 orang meninggal dunia karena rabies, sebesar 99 % kasus rabies pada manusi akibat gigitan anjing dan sebanyak 4 dari 10 korban meninggal akibat rabies adalah anak anak.

Pengertian Rabies

Rabies atau yang dikenal juga dengan istilah “anjing gila” adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian. Pada periode Januari – Agustus 2020, di Indonesia terdapat lebih dari 24.475  kasus gigitan hewan penular rabies yang diberi vaksin anti rabies sebanyak 14.263, namun tetap ada 12 korban meninggal.

Penyebab Rabies

Virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Namun, terdapat pula hewan lain yang dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke manusia, seperti kucing, kera, musang, bahkan kelinci.

Pada kasus yang tergolong sangat jarang, penularan virus rabies juga dapat terjadi dari manusia ke manusia, melalui transplantasi organ.

Gejala Rabies

Gejala rabies biasanya muncul sekitar 4-12 minggu setelah pasien tergigit hewan yang terinfeksi. Gejala awal yang muncul meliputi:

  • Demam
  • Otot melemah
  • Kesemutan
  • Sakit kepala

Terdapat gejala lanjutan yang dapat muncul pada penderita rabies. Gejala lanjutan tersebut merupakan penanda bahwa kondisi pasien semakin memburuk.

Pengobatan Rabies

Belum ada metode yang secara pasti dapat mengatasi rabies yang telah menimbulkan gejala. Namun, penanganan rabies sudah dilakukan sejak pasien tergigit hewan penular yang diduga membawa virus rabies dan belum ada gejala yang muncul.

Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemberian imunogulobin (serum) atau vaksin anti rabies. Pemberian serum atau vaksin bertujuan untuk membantu tubuh dalam melawan virus penyebab infeksi pada otak dan sistem saraf.

Faktor Tingkat Kasus Rabies

  • Kesadaran masyarakat untuk vaksinasi rutin hewan peliharaan
  • Pengetahuan masyarakat tentang bahaya rabies
  • Pelaporan kasus gigitan hewan penular rabies
  • Pengetahuan pengobatan segera setelah digigit hewan penular rabies
  • Perpindahan atau mobilitas penduduk dengan membawa hewan peliharaan ke wilayah lain

Penanggulangan Rabies

  • Gerakan Vaksinasi Massal kepada Hewan Penular Rabies ( HPR) secara berkelanjutan
  • Pengendalian populasi anjing
  • Pengaturan atau pengawasan perdagangan atau lalu lintas anjing.
  • Menerapkan strategi komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat
  • Memberi VAR dan serum anti rabies ( SAR ) kepada pasien terinfeksi.
  • Menetapkan Puskesmas dan Rumah Sakit sebagai rabies center.

 

 

Sumber :

https://www.antaranews.com/infografik/1752145/penanggulangan-rabies-di-indonesia

http://p2p.kemkes.go.id/hari-rabies-sedunia-2020-kolaborasi-berkualitas-vaksinasi-tuntas-rabies-bebas/

https://www.alodokter.com/rabies

 

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0