Detail

Blog Image

Bersama Cegah Bunuh Diri ( Hari Bunuh Diri Sedunia Tahun 2020)

Alek Gugi Gustaman , SKM

( Anggota PPPKMI Prov. Jatim )

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak  2003 telah menganggap serius isu bunuh diri, hingga menggandeng International Association of Suicide Prevention (IASP) untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia setiap tanggal 10 September , pada tahun 2020 dengan tema Nasional “ Bersama Cegah Bunuh Diri “

Data WHO menyimpulkan bunuh diri telah menjadi masalah besar bagi kesehatan masyarakat di negara maju dan menjadi masalah yang terus meningkat jumlahnya di negara berpenghasilan rendah dan sedang. Hampir satu juta orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri. Ini berarti kurang lebih setiap 40 detik jatuh korban bunuh diri.

Menurut WHO Global Health Estimates, angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia tahun 2016 sebesar 3,4 /100.000 penduduk, laki laki (4,8/100.000 penduduk) lebih tinggi dibandingkan perempuan 92,0/100.000 penduduk. Secara umum, angka kejadian semakin pada kelompok umur yang lebih tua, kecuali kelompok umur 20-29 tahun sebesar 5,1 per 100.000 penduduk yang lebih tinggi dibandingkan pada kelompok umur 30-39, 40-49, dan 50-59 tahun. WHO meramalkan pada 2020 angka bunuh diri di Indonesia secara global menjadi 2,4 per 100.000 jiwa dan diperkirakan jumlah kematian akibat bunuh diri di Indonesia sekitar 1,800 kasus per tahun.

Cara bunuh diri terbanyak adalah dengan gantung diri sebesar 60,9%, dan sebesar 23,2% kematian akibat bunuh diri terjadi pada orang dengan penyakit jiwa dan 5,8% pada orang dengan penyakit kronis.

Berdasarkan Global School- Based Student Health Survey ( GSHS) yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di dapatkan data keinginan untuk bunuh diri pada masa SLTP dan SLTA sebesar 4,3% pada laki- laki dan 5,9% pada perempuan.

Bunuh diri merupakan masalah yang kompleks karena tidak diakibatkan oleh penyebab atau alasan tunggal, karena merupakan interaksi yang kompleks dari faktor biologik, genetik, psikologik, sosial, budaya dan lingkungan.

Sulit untuk menjelaskan mengenai penyebab mengapa orang memutuskan untuk melakukan bunuh diri, sedangkan yang lain dalam kondisi yang sama bahkan lebih buruk tetapi tidak melakukannya. Meskipun demikian, tindakan bunuh diri atau percobaan bunuh diri pada umumnya dapat dicegah.

Bunuh diri dapat dicegah dan semua anggota masyarakat dapat melakukan tindakan yang akan menyelamatkan kehidupan dan mencegah bunuh diri. Sangat dibutuhkan kerjasama yang era tantara individu, keluarga, masyarakat, profesi, dan pemerintah untuk Bersama mengatasinya.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui ciri atau factor risiko individu yang rentan untuk melakukan bunuh diri atau percobaan bunuh diri.

Berikut beberapa tanda peringatan yang umumnya terjadi pada orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri :

  1. Membicarakan tentang bunuh diri, menyakiti diri sendiri, dan kematian
  2. Mulai mencari akses memiliki senjata api
  3. Menarik diri dari teman, keluarga, dan sahabat
  4. Perubahan suasana hati yang parah
  5. Merasa putus asa atau terjebak di suatu masalah
  6. Konsumsi minuman keras meningkat
  7. Tidur jauh lebih lama dari biasanya atau malah memiliki masalah tidur
  8. Mudah marah yang tak terkendali
  9. Mulai memberikan barang barang pribadi untuk orang lain
  10. Perilaku merusak atau menyakiti diri sendiri
  11. Mengatakan selamat tinggal pada orang orang seolah mereka tak akan bersama lagi
  12. Berkembangnya perilaku cemas atau gelisah ketika mengalami beberapa tanda sebelumnya.

Pencegahan terhadap usaha bunuh diri pada remaja perlu dilakukan, mengingat remaja merupakan kelompok usia berisiko tinggi melakukan bunuh diri. Ide bunuh diri, ancaman, dan percobaan bunuh diri memerlukan prioritas tinggi dan merupakan hal serius apapun tujuannya. Salah satu langkah preventif awal yang dapat dilakukan adalah menggali tentang adanya ide bunuh diri pada remaja. Remaja harus ditanyakan langsung tentang pikiran bunuh diri, dimana pertanyaannya tersebut membuat remaja merasa diperhatikan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengungkapkan masalah.

Komitmen, kepekaan, pengetahuan dan kepedulian terhadap orang lain, keyakinan bahwa hidup ini adalah anugrah yang harus di pelihara sebaik baiknya merupakan modal dasar untuk membantu mencegah suatu tindakan bunuh diri.

Dengan upaya yang tepat, bunuh diri dapat dicegah. Upaya pencegahan bunuh diri membutuhkan strategi yang komprehensif dan melibatkan lintas sector baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kenali Tanda-tandanya, Ajak Bicara, dengarkan, Dapatkan Bantuan’’

 

 

 

Sumber :

Infodatin, Pusat data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20140916/0410653/10-september-hari-pencegahan-bunuh-diri-sedunia/

 

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0