Detail

Blog Image

Bau Mulut Tak Sedap? Begini Cara Mengatasinya!

Alek Gugi Gustaman, SKM

Bau mulut memang sangat mengganggu dan kerap kali mengikis rasa percaya diri, terlebih saat bicara di hadapan orang lain.

Bau mulut, atau dalam istilah medis disebut halitosis, merupakan kondisi yang dapat dialami siapa saja. Jarang menggosok gigi atau tidak terjaganya kebersihan gigi dan mulut merupakan penyebab bau mulut yang paling sering terjadi.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80 persen penyebab bau mulut atau halitosis bersumber dari masalah kesehatan gigi dan mulut, seperti gigi berlubang atau masalah gusi. Bau mulut biasanya berawal dari penumpukan bakteri di mulut, terutama pada gigi berlubang, yang menyebabkan peradangan dan membuat bau tidak sedap muncul.

Penyebab Bau Mulut

Tidak rutin menggosok gigi setiap hari akan membuat serpihan sisa makanan tertinggal di mulut. Bakteri akan tumbuh pada serpihan tersebut, lalu mengeluarkan senyawa berbau tidak sedap penyebab bau mulut.

Jika terus dibiarkan, bakteri penyebab bau mulut akan berkembang biak semakin banyak, hingga akhirnya membentuk plak gigi. Ketika itu terjadi, bau yang muncul bisa lebih parah. Oleh karenanya, rutin membersihkan gigi amatlah penting guna menjaga kesehatan gigi dan mencegah bau mulut.

Selain karena jarang menggosok gigi, kurangnya air liur akibat mulut kering juga dapat menyebabkan bau mulut. Pasalnya, air liur berperan membersihkan serpihan makanan dan benda asing di dalam mulut. Bau mulut akibat mulut kering biasanya terjadi saat kita baru bangun tidur, terutama jika sebelumnya tidur dengan mulut terbuka.

Di samping itu, tidak tertutup kemungkinan bau mulut yang disebabkan oleh faktor-faktor di bawah ini:

  • Merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Mengonsumsi makanan yang berbau menyengat, seperti bawang dan petai.
  • Terdapat infeksi atau peradangan pada hidung, rongga sinus, mulut, atau tenggorokan, misalnya pada penyakit radang gusi, sinusitis, dan infeksi amandel.
  • Menderita penyakit asam lambung, gangguan ginjal atau hati, dan kanker mulut.

Merawat dan Mengobati Gigi Berlubang

Salah satu cara menghilangkan bau mulut karena gigi berlubang adalah dengan merawat dan mengobati gigi yang berlubang. Jenis perawatan gigi berlubang tergantung pada tingkat keparahannya, meliputi:

  1. Perawatan dengan fluoride

 

Masalah gigi berlubang pada tahap awal diatasi dengan perawatan fluoride, baik fluoride cair, gel, busa, atau pernis yang digosokkan ke gigi. Kandungan fluoride pada perawatan gigi berlubang cenderung lebih banyak dari pada pasta gigi biasa, sehingga lebih membantu dalam memulihkan lapisan luar gigi (email gigi) dan menutup lubang kecil pada gigi.

 

 

 

  1. Tambal gigi

 

Tambal gigi adalah prosedur medis yang umum dilakukan untuk mengisi gigi berlubang (karies) dengan bahan khusus, dan merupakan pilihan perawatan ketika kerusakan pada gigi telah berkembang melampaui tahap awal. Pasien dapat memilih metode penambalan serta bahan apa yang akan digunakan. Bahan tambalan yang umum digunakan adalah porcelain, komposit resin, atau amalgam yang terbuat dari campuran beberapa bahan tambalan.

 

  1. Crown gigi

 

Pemasangan mahkota gigi atau dental crown dapat menjadi pilihan ketika kerusakan di gigi sudah meluas dan gigi menjadi rapuh. Metode ini berfungsi memperbaiki tampilan gigi dan melindungi gigi dari kerusakan yang lebih parah. Sebelum pemasangan crown, dokter gigi akan membuang bagian gigi yang rusak dan membusuk.

 

  1. Perawatan saluran akar gigi (root canal)

 

 Perawatan saluran akar gigi diperlukan ketika gigi yang rusak atau berlubang telah   menyebabkan kerusakan berat di lapisan gigi bagian dalam dan saraf gigi. Prosedur dilakukan dengan membuang jaringan saraf, jaringan pembuluh darah, dan area gigi yang membusuk. Kemudian dokter gigi akan memeriksa infeksi dan memberikan obat ke akar gigi. Selanjutnya, bisa dilakukan perawatan lain sesuai kondisi, seperti tambal gigi atau pemasangan crown.

 

  1. Cabut gigi

 

Prosedur cabut gigi diperlukan ketika kerusakan di gigi sudah tidak bisa diperbaiki dengan perawatan lainnya dan gigi harus dicabut. Mengingat gigi yang sudah dicabut bisa menyisakan celah dan memungkinkan gigi lainnya bergeser, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk memasang implan gigi.

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Menjaga kebersihan mulut menjadi senjata yang ampuh untuk memerangi bau mulut karena gigi berlubang. Caranya meliputi:

  • Sikat gigi sehari dua kali setelah makan. Gunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Untuk membersihkan sela gigi, disarankan memakai benang gigi. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi setelah tiga bulan pemakaian atau ketika sikat gigi sudah mulai rusak.
  • Bersihkan lidah dan gunakan pembersih atau penyegar mulut yang juga mengandung fluoride.
  • Terapkan pola makan sehat, terutama asupan nutrisi yang dapat melawan kerusakan gigi, seperti buah dan sayuran yang kaya serat, makanan berkalsium tinggi, teh hitam atau teh hijau tanpa pemanis, air yang mengandung fluoride, serta mengunyah permen karet tanpa gula.
  • Batasi jajanan atau makanan manis dan asam, seperti permen, manisan, dan minuman bersoda.
  • Hindari juga makanan dan minuman yang memicu bau mulut, seperti bawang merah, bawang putih, dan petai.
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan kerusakan gusi, mengotori gigi, dan menimbulkan bau mulut.
  • Jangan terlalu banyak minum kopi dan minuman beralkohol. Kopi dapat meninggalkan bau pada lidah bagian belakang. Sedangkan terlalu banyak minuman beralkohol dapat menyebabkan mulut kering dan membuat bau napas menjadi tidak sedap.
  • Rutin ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali untuk memeriksa gigi dan membersihkan gigi.

Mengatasi Bau Mulut dengan Bahan Alami

Untuk mengatasi bau mulut, harus rajin menggosok gigi dan menggunakan benang gigi guna membersihkan sisa-sisa makanan penyebab bau mulut. Selain itu, karena bau mulut juga bisa disebabkan oleh mulut kering, dianjurkan untuk cukup minum air putih, yakni minimal 8 gelas per hari.

Di samping menggosok gigi dan minum air putih yang cukup, dapat memanfaatkan bahan-bahan alami berikut ini untuk mengatasi bau mulut:

  1. Susu

Ketika mengonsumsi makanan yang berbau menyengat, seperti bawang putih atau bawang merah, minumlah susu setelahnya. Penelitian telah membuktikan bahwa susu memiliki kandungan yang mampu menghilangkan bau mulut akibat mengonsumsi makanan berbau menyengat.

Selain susu, produk olahan susu berupa yoghurt juga dapat membantu menghilangkan bau mulut. Hal ini karena yoghurt mengandung probiotik yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut.

  1. Jeruk

Selain memiliki rasa yang menyegarkan, jeruk juga kaya akan vitamin C yang berfungsi meningkatkan produksi air liur. Dengan meningkatnya air liur, bakteri penyebab bau mulut akan banyak dibuang dari mulut. Ada juga penelitian yang menyatakan bahwa vitamin C bermanfaat untuk mencegah radang gusi dan sariawan.

  1. Teh hijau

Green tea atau teh hijau telah lama diketahui mengandung zat yang bersifat antibakteri dan antioksidan, serta terbukti mampu mengurangi peradangan. Kabar baiknya, teh hijau ternyata juga ampuh menghilangkan bau mulut.

Untuk memperkaya cita rasa teh hijau, cobalah tambahkan daun mint ke dalamnya. Sama halnya dengan teh hijau, daun mint dipercaya efektif mengatasi bau mulut.

 

 

  1. Daun sirih

Tumbuhan ini sering dipakai sebagai obat herbal, dan secara tradisional, daun sirih banyak digunakan dengan cara dikunyah. Menurut beberapa penelitian, daun sirih memiliki efek antibakteri dan antiradang yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Efek ini juga baik untuk mengatasi bau mulut.

  1. Akar manis

Akar manis atau licorice merupakan obat herbal yang umum digunakan untuk mengatasi gatal-gatal, peradangan kulit, dan nyeri ulu hati. Selain itu, akar manis juga mengandung senyawa antibakteri yang dipercaya dapat menghilangkan bau mulut, meredakan sariawan, serta mencegah kerusakan gigi dan gusi.

Ekstrak akar manis bisa di temukan pada berbagai produk obat herbal, baik dalam sediaan gel, tablet isap, atau obat kumur. Meski bahan ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa jauh efektivitas bahan ini.

  1. Daun Saga

Sebuah studi menunjukkan bahwa daun saga mengandung senyawa antibakteri yang dipercaya mampu membunuh bakteri penyebab bau mulut serta kerusakan gigi dan gusi. Selain itu, daun saga juga dipercaya dapat mengurangi peradangan pada gusi dan mulut, sehingga bisa mengatasi bau mulut serta sariawan, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Jika bau mulut tidak juga hilang setelah melakukan perawatan, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter gigi RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya masalah kesehatan lain yang menyebabkan bau mulut, seperti infeksi sinus, pneumonia, amandel, bronkitis, diabetes, penyakit hati, penyakit ginjal, atau efek samping obat-obatan tertentu.

 

 

*Disadur dari berbagai sumber

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0