Detail

Blog Image

PERTAHANKAN KESEHATAN MENTAL SAAT PANDEMI

Pandemi Covid-19 memberikan pengalaman berharga bagi setiap manusia. Kesehatan menjadi hal yang paling diperhatikan saat pandemi. Saat ini diperlukan tidak hanya kemampuan fisik saja untuk bertahan hidup tetapi juga ketahanan mental yang kuat. Pandemi ini memberikan berbagai ragam stressor mulai dari perasaan sedih, cemas, bingung, takut dan berbagai emosi negatif lainnya.

Tidak semuanya bisa mengatasi dan mengelola rasa stres akibat pandemi. Terlebih bila sebelumnya telah memiliki riwayat gangguan mental. Lalu bagaimana mengatasi berbagai tekanan tersebut agar kesehatan mental tetap terjaga selama masa pandemi ini.

Psikolog Yuni Hermawaty, M.Psi menuturkan bahwa dengan kondisi pandemi yang serba tidak pasti, angka terkonfirmasi belum juga turun, wajar bila merasakan stres. Tapi bagaimana untuk menyalurkan dan mengelola stres tersebut agar tidak sampai menimbulkan dampak atau berlarut-larut hingga menurunkan kualitas hidup kita.

Melepaskan stres menjadi langkah awal untuk mengeluarkan emosi negatif di dalam diri.  Me time lakukan kegiatan yang menyenangkan seperti menonton film, mendengarkan musik, merawat bunga, berolahraga dan berbagai kegiatan menyenangkan lainnya.

Bila emosi negatif masih dirasakan meski telah melakukan me time ada baiknya mulai belajar melakukan self healing. Self Healing dapat didefinisikan sebagai upaya untuk mengurai kelelahan emosi.

Self healing merupakan teknik menyembuhkan diri sendiri dengan mengandalkan potensi yang ada pada diri sendiri guna mengurangi ketegangan serta kecemasan yang terjadi pada diri. Self healing digunakan untuk menelaah kembali permasalahan yang belum usai yang kita simpan jauh di alam bawah sadar. Yuni Hermawaty membagikan beberapa teknik self healing sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah.

Manfaat Self Healing, pribadi yang resilien (mampu bangkit kembali). Lebih tegas dalam mendefinisikan “permasalahan hidup” (menguatkan & memberikan pelajaran). Contoh teknik yang dapat dilakukan

  1. Pernafasan . Bisa dilakukan sambil berbaring, duduk atau berdiri, caranya:
  • Satu tangan di dada, tangan yang lain di perut
  • Tarik nafas pelan-pelan melalui hidung, ambil nafas dalam, lembut dan pelan
  • Waktu menarik nafas, dorong perut ke arah tangan, rasakan perut mengembang, tahan 3 detik
  • Keluarkan nafas perlahan melalui hidung, rasakan perut melemas dan tangan turun
  • Ulangi 5-10 kali atau secukupnya
  1. Butterfly Hug ala Moon Gang Tae dalam drama It’s Okay Not To Be Okay. Caranya:
  • Silangkan kedua tangan di dada, kemudian menepukkan satu tangan di dada diikuti dengan tangan sebelahnya secara bergantian
  • Gerakan tersebut sambil dilakukan dengan menarik napas pelan-pelan dan menghembuskan napas secara perlahan
  • Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang sampai merasa tubuh dan pikiran kita rileks.

 

  • Teknik ini bisa diterapkan ketika merasa emosi tidak stabil. Baik marah, sedih, kesal dan sebagainya.
  1. Safe Place. Teknik ini dapat dilakukan di tempat yang kondusif. Caranya:
  • Tutup mata, rileks, bayangkan ke tempat yang aman dan nyaman.
  • Cobalah untuk tenang, dan menikmati ketenangan atau kenyamanan di tempat itu.
  • Teknik Pernapasan : pegang tangan di perut. Tarik napas, rasakan perut mengembang.  Kemudian buang napas dan rasakan perutnya mengempis.  Teknik pernapasan yang benar adalah buang napas lebih panjang dari tarik napas.

Bila beberapa cara self healing tersebut sudah dicoba dan emosi negatif masih mengganggu pikiran ada baiknya segera mencari bantuan profesional.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0