Detail

Blog Image

SANG PENGGUGAH DR. M.A WIDYASTUTI DARMOHUSODO SP.KJ

Tetap Aktif! Berharap Semuanya Jadi Lebih Baik

Setiap bidang ilmu pastinya melahirkan beberapa tokoh yang menginspirasi. Hal ini dikarenakan tokoh tersebut mempunyai dedikasi serta menghasilkan proyek yang luar biasa, sehingga banyak orang yang terinspirasi dengan kisah suksesnya. Seperti dr. Maria A. Widyastuti Darmohusodo atau yang lebih dikenal dengan panggilan dr. Wid. Beliau menjadi salah satu psikiater favorit di RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW). Sosok kelahiran Malang 14 Desember 1950 ini menjadi salah satu inspirasi dalam pengabdiannya di dunia kesehatan jiwa lansia baik di dalam maupun di luar rumah sakit.

Dikenal sebagai konsultan psikogeriatri sejak tahun 1995, namanya juga tidak asing di komunitas Alzheimer’s Indonesia (ALZI). Ketertarikannya dalam dunia Psikogeriatri dimulai sejak ketika beliau diminta direktur RSJRW, menjadi partisipan short course atau kursus singkat psikogeriatri, suatu cabang ilmu yang menurut beliau hal yang baru. Berbekal kursus singkat itu, akhirnya dr. Wid menjadi semakin jatuh cinta dengan dunia Psikogeriatri. Menurut anak kedua dari 6 bersaudara ini, menangani lansia berbeda jauh dengan usia dewasa, diperlukan perhatian dan kesabaran yang lebih, serta memerlukan fasilitas yang berbeda dengan usia dewasa.

Mengabdi di RSJRW sejak tahun 1991 hingga purna tugas pada bulan Desember 2010. Pengabdiannya tidak berhenti disitu saja, beliau masih melayani pasien secara paruh waktu dua hari per minggu di 'Day Care Adiyuswa' RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat sejak bulan Januari 2011 hingga saat ini. Namun sejak akhir Maret 2020, istri dari dr. Bernard Sudjianto, Sp. Rad., ini tidak melakukan aktivitas pelayanan Day Care dikarenakan situasi pandemi COVID-19.

Pandemi menjadikan beliau lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, memberikan konsultasi kepada pasien secara online, dan juga tetap update ilmu lewat Zoom Meeting dan platform daring lainnya. Beliau menyampaikan bahwa masa pensiun bukanlah masa yang suram atau masa yang menyedihkan. Justru masa pensiun adalah masa dimana beliau bisa melakukan kegiatan yang tidak atau belum bisa dikerjakan saat beliau masih aktif berdinas, seperti berkebun, memasak, jalan-jalan baik di dalam maupun di luar negeri bersama keluarga terkasih.

Banyak hal yang membuat dokter lulusan Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga ini tetap bisa produktif di masa Pandemi COVID-19. Berharap dengan tetap aktif semuanya jadi lebih baik, aktif secara fisik, psikologis, serta sosial. Beliau menyadari bahwa saat ini semua jadi terbatas dikarenakan pandemi, tetapi jangan sampai hal itu membuat kita bermalas-malasan dan semakin mengurung diri, pesannya. Menurut dokter yang juga mempunyai hobi fotografi ini resep tetap bahagia di masa tua adalah tetap bersyukur apapun cobaan yang dialami, bersyukur karena dikelilingi orang-orang yang baik, dan tetap semangat apapun kondisinya.

Dr. Wid mengatakan, untuk menghadapi era new normal seperti saat ini beliau berpesan bahwa jangan terlalu gembira di masa transisi ini dengan bebas berkumpul dengan orang banyak, karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan terbebas dari COVID-19. Tetap jaga kondisi, memakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan diri, dan juga tingkatkan imunitas dengan tetap menjaga emosi yang positif. (Nfes)

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0