Detail

Blog Image

GERADJI PELITA “GERAKAN THE DJIMANS PEDULI LISTRIK DAN AIR”

Wabah COVID-19 memaksa manusia di dunia untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, apalagi pada beberapa negara yang memberlakukan aturan lockdown. Ternyata hal tersebut membawa dampak luar biasa bagi ibu bumi kita. Data yang dirilis Badan Administrasi Antariksa dan Aeronautika (NASA) membuat kualitas udara di planet Bumi semakin membaik, karena berkurangnya lalu lintas udara dan di darat. Selain itu lapisan ozon yang berlubang juga mengalami penutupan yang signifikan.

Munculnya wabah ini sama halnya dengan memberikan waktu untuk planet Bumi beristirahat atau biasa disebut dengan istilah Nature Healing Effect dari polusi dan pengrusakan yang dilakukan oleh manusia selama ini. Hal tersebut sama halnya dengan kita menyayangi bumi kita sendiri. Meski sebenarnya menyayangi bumi dapat dimulai dengan tindakan sederhana yang dapat kita mulai dari diri sendiri di lingkungan kerja ataupun di tatanan rumah tangga.

“Sudah sering kan kita mendengar kalimat “ayo hemat energi”, “ayo hemat air”, atau kalimat lain yang sejenis?” Ajakan itu intinya adalah mengajak kita untuk melakukan efisiensi energi baik listrik maupun air. Sebagian besar dari kita pasti juga sudah tahu apa dampak dari pemakaian energi yang berlebihan bukan?

Tapi, sudahkah kita menerapkan kegiatan tersebut menjadi suatu budaya di lingkungan terdekat kita, seperti di rumah sakit tercinta ini. Dari data monitoring yang dilakukan oleh Instalasi Kesehatan Lingkungan (Kesling), masih banyak energi listrik dan air yang secara tidak kita sadari telah terbuang sia-sia. Di unit kerja kita misalnya, inspeksi yang dilakukan Instalasi Kesling masih menemukan lampu yang menyala di siang hari walaupun telah tercukupi penerangan dari sinar matahari dengan jendela dan gorden sudah terbuka lebar. Kran air tetap terbuka meski bak mandi sudah penuh atau kran yang tidak ditutup rapat. Itu hanya beberapa contoh kecil tapi tampak nyata terjadi di sekitar kita.

Coba saat ini cek lampu dan kran terdekat dari tempat anda membaca artikel ini, apakah sudah dalam keadaan mati atau masih menyala dan mengalir? Nah, berangkat dari keadaan yang seperti itu, kami mengajak rekan-rekan The Djimans (sebutan untuk seluruh civitas hospitalia RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat) untuk ikut serta dalam sebuah gerakan yang bernama GERADJI PELITA (GERAKAN THE DJIMANS PEDULI LISTRIK DAN AIR)

Apa yang bisa kita lakukan?

  1. Matikan dan cabut steker kontak peralatan elektronik yang tidak terpakai. Peralatan elektronik masih mengkonsumsi energi bila steker kontak tetap terpasang. Jangan biarkan alat elektronik menjadi “vampire” yang menghisap energi listrik RS

                Komputer laptop             50 watt/jam

                Komputer desktop          25 watt/jam

                Modem internet              4 watt/jam

                Mesin fax & printer         6 watt/jam

                Mesin fotokopi                                 20 watt/jam

                Charger HP                         1 watt/jam

                TV LCD                                  15 watt/jam

                Tahukah Anda? 83 watt listrik yang disia-siakan (kondisi standby / stopkontak tidak tercabut) = 11            lampu LED selama 1 jam.

                Agar listrik tidak terbuang sia-sia, lakukan hal kecil seperti:

  • Komputer
  1. Matikan layar monitor apabila sedang istirahat
  2. Gunakan resolusi display & brightness yang rendah
  3. Gunakan wallpaper dengan warna gelap
  4. Matikan komputer bila tidak digunakan dalam waktu yang lama
  • Lampu

Matikan lampu bila ruangan tidak digunakan atau saat siang hari dimana sinar matahari sudah cukup menerangi. Sinar matahari juga sangat baik untuk membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit

  • Pendingin Ruangan (AC)
  1. Matikan AC saat ruangan tidak dipergunakan / kosong
  2. Atur suhu AC sekitar 24°-27°C
  3. Gunakan timer atau pengatur waktu pemakaian AC
  4. Pastikan pintu ruangan tertutup rapat saat AC menyala agar pendinginan lebih cepat dan kerja AC lebih ringan.
  • Kulkas
  1. Pastikan pintu kulkas selalu tertutup rapat, isilah kulkas secukupnya.
  2. Jangan terlalu sering membuka pintu kulkas
  3. Bersihkan kondensor secara teratur

Tahukah Anda? 1 jam mematikan listrik di JawaBali sama dengan menerangi 2.527.469 rumah di timur Indonesia selama 1 hari.

 

  1. Menggunakan air dengan efisien
  • Matikan kran segera setelah selesai digunakan, saat bak mandi/tandon air sudah penuh, atau kran mengalir dalam toilet yang kosong. Kita bisa berhemat 9 liter air per menit tidak terbuang sia-sia.
  • Matikan kran saat sikat gigi atau saat meratakan sabun di tangan. Ada 11 liter air per hari yang bisa kita hemat.
  • Tutup rapat kran atau segera mengganti kran yang bocor. Pastikan tidak ada air yang menetes dari kran karena hal ini bisa membuat air terbuang hingga 75 liter/hari.Laporkan ke IPSRS segera (ext.1050) bila melihat ada kran atau pipa air yang bocor atau rusak. Karena kepedulian dimulai dari kita.
  • Minimalkan penggunaan siraman pada toilet duduk. Jika bau dan kotoran sudah hilang, tidak perlu menyiram toilet ulang. Gunakan pancuran mandi atau sistem penyiraman dengan shower untuk menghemat air lebih dari 60%

Geradji Pelita bukan hanya untuk rumah sakit kita, tapi juga untuk kehidupan anak cucu kita selanjutnya. Dimulai dari diri sendiri, selanjutnya bersama-sama kita bisa menjaga lingkungan yang lebih bersahabat untuk ibu bumi kita. #GERADJIPELITA #KitaPeduliKitaMenjaga (Diana K.W)

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0