Detail

Blog Image

BERSAHABAT DENGAN SITUASI, ANAK GEMBIRA DI RUMAH

Ayu Bulan Febry K D, SKM, MM

Ka. Instalasi PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

 

Berhari-hari melakukan rutinitas yang sama, dapat membuat anak stres di rumah. Ditambah lagi dengan harus menyelesaikan tugas sekolah dan jenuh  karena tak boleh keluar rumah. Bagaimana membuat  anak  gembira di rumah selama masa pandemi covid 19?

 

Meskipun sepanjang hari di rumah, anak-anak tidak libur atau menganggur. Mereka tetap bersekolah dari rumah. Para guru tentunya memahami kejenuhan anak belajar di rumah, itu sebabnya para guru memikirkan cara belajar paling menyenangkan yang bisa dilakukan anak sekaligus target pembelajaran tercapai.  Para guru tetap memantau perkembangan akademik, ketrampilan, dan psikis siswa, intens berkomunikasi dengan orang tua dan siswa melalui akses digital baik melalui , google meeting, WA grup, atau telegarm.

Perubahan kebiasaan belajar di rumah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua yang harus juga harus bekerja sekaligus menemani anak agar tidak merasa jenuh di rumah. Itu seperti yang Saya rasakan. Selain bekerja, juga harus sekaligus menjadi guru bagi anak-anak. Saya juga harus bisa membagi aktivitas saat menemani buah hati  kembar saya  Fathina (5) dan Fatiya (5), serta Naira (14) bermain dan belajar di rumah agar tetap gembira.

Betapa susahnya, saat Saya harus mengatur prioritas waktu. Dihadapkan dengan tiga kewajiban sekaligus, bekerja sebagai ASN di PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai guru anak-anak dalam waktu yang bersamaan. Membantu menyiapkan kebutuhan sekolah anak, membantu anak belajar dan menyelesaikan tugas tugas sekolah tentunya  menjadi beban pikiran  tersendiri yang bisa mengganggu emosi, karena tak sering informasi dberikan mendadak oleh guru di sekolah.

Dalam hal ini, tidak hanya orang tua yang bisa mengalami gangguan emosi, tetapi anak-anakpun  dapat mengalami  gangguan emosi seperti mudah uring-uringan, cari perhatian, dan lain-lain  karena terus-terusan berada di rumah, melakukan rutinitas yang sama setiap hari di rumah sehingga lama-lama merasa jenuh dan stres terutama karena mereka tidak bisa pergi dan bermain bebas seperti sebelum pandemi covid 19.

Untuk mengatasi fenomena seperti ini, orang tua perlu memahami trik parenting di masa pandemi covid 19. Orang tua harus “berpikir positif” dengan adanya pandemi covid 19  ini karena sebetulnya waktu bersama anak menjadi lebih banyak sekarang. “One on one time” istilahnya. Ini poin penting sangat penting yang harus disadari oleh orang tua.  Meski tak mudah, orang tua baiknya belajar mengatasi dirinya sendiri terlebih dahulu. Jika orang tua sudah merasa nyaman dengan dirinya dan situasi saat ini, maka ia akan berpikir positif saat mendampingi anaknya. Anak menjadi lebih tenang karena mereka merasa aman dan nyaman bersama orang tua yang selalu ada di dekatnya.

“Be kreatif”, orang tua harus kreatif di masa pandemi covid 19 ini didalam mendampingi anak-anak, harus bisa juga menjadi teman bagi anak-anak. Hal sederhana yang dilakukan Saya, adalah bermain peran bersama anak-anak kembar saya yang berusia 5 tahun. Saat mereka bermain restoran-restoran, Saya jadi customernya dan mereka sambil belajar mandiri merapikan dan mencuci piring gelas sendiri.

Anak tetap boleh sesekali bermain diluar rumah dimana tidak banyak kerumuman orang. Tentunya dengan pendampingan orang tua dan  “menerapkan protokol kesehatan” yang dianjurkan pemerintah. Misal saat main sepeda di area taman di depan rumah, anak diajarkan kebiasaan baik menggunakan masker, jaga jarak dengan orang lain, cuci tangan dan mengganti baju setelah bermain di luar rumah. Bagaimanapun menghirup udara segar, melihat pemandangan walau hanya di halaman depan rumah dapat mengeluarkan hormon bahagia yang diperlukan di masa pandemi covid 19 ini.

Gaya belajar menyenangkan”, belajar itu tak selalu identik dengan serius. Menggabungkan  bermain sambil sambil belajar tentunya lebih asik. Misalnya belajar membaca, maka bisa digunakan seperti bermain kartu dimana anak harus mencoba membaca kartu yang diambilnya dan mendefinisikan artinya sehingga suasana terasa menyenangkan baik orang tua dan anak, semua jadi gembira.

Untuk anak remaja, internet bagi mereka memang merupakan salah satu kebutuhan di masa sekarang ini karena bisa menjadi media mereka menjelajah dunia , tetap bersosialisasi dan produktif. “Menjadi pengawas yang tak terlihat”, artinya jadilah teman baginya. Saat pemakaian gadget/internet tetap didampingi dan diatur pemakaiannya. Anak Saya Naira usia 14 tahun, selama stay at home dengan internet dia tetap bisa mengasah kemampuan bahasa inggrisnya dengan mengikuti  kelas speaking kampung inggris Pare Kediri, tetap bisa produktif mengikuti ajang-ajang kompetisi baik akademik maupun non akademik, bahkan aktif berjualan produk di media sosial dia maupun media sosial saya. Saat dia bercerita, letakkan semua aktivitas kita dan fokus dengarkan layaknya seorang teman. Maka itu bisa membantu anak mengelola emosinya. Orang tua bisa belajar terbuka dan mendengarkan apa yang ada dalam pikiran anak, karena sebenarnya anak sedang mencari dukungan dari orang tuanya.

Yang tak kalah penting, orang tua juga harus mulai berusaha untuk membuat buah hatinya berperilaku positif, misalnya jika memberi perintah jangan menggunakan kalimat negatif, marah atau berteriak  malah akan membuat orang tua dan anak tidak nyaman di rumah. Jangan lupa, ketika anak berperilaku baik maka dipuji sehingga anak melihat orangtuanya memperhatikan dan peduli. Disaat anak-anak sedih atau emosi, berilah pelukan dan ajaklah tertawa sehingga mereka merasa diberi penguatan. 

“Menjaga spiritualitas”, jangan lupa selalu menyediakan waktu untuk beribadah dan berdoa bersama anak-anak untuk mendapatkan harapan, kekuatan, keyakinan, dan kedamaian hati. Itu beberapa trik parenting  “bersahabat dengan situasi”, yang bisa membuat anak dan keluarga gembira di rumah.  Tulisan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan Hari Anak Nasional yang  diperingati pada tgl. 23 Juli  2020 yang mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagline #Anak IndonesiaGembiradiRumah. Selamat Hari Anak Nasional tahun 2020, Gembiralah Anak-Anak Indonesia.

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0