Detail

Blog Image

RUANG CAMAR: RUANG PERAWATAN INTENSIF PSIKIATRIK YANG RAMAH DAN AMAN

Dibangun dalam waktu lima bulan, Ruang Camar di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat dimaksudkan sebagai percontohan Intensive Psychiatric Care Unit (IPCU) bagi RSJ lain di Indonesia. Prinsip yang menjadi perhatian dalam perencanaan bangunan ini adalah patient-centeredness, di mana keselamatan dan martabat pasien dipertimbangkan dengan seksama. Mengingat karakteristik pasien yang dirawat di sini – yang masih berada dalam kondisi kedaruratan psikiatrik seperti gaduh gelisah dan adanya percobaan bunuh diri – maka mengkombinasikan estetika, keamanan, dan keberfungsian berbagai fitur yang ada menjadi tantangan tersendiri.

Material yang digunakan untuk membangun gedung inipun harus tahan terhadap berbagai kemungkinan perlakuan kekerasan yang timbul pada pasien yang masih sangat agresif. Untuk menjaga agar pasien tetap berada di dalam ruang perawatan dengan aman, maka bangunan ini dirancang melingkar dengan one-gate system atau sistem satu pintu. Pintu masuk dapat dibuka dengan tombol dari luar, langsung diikuti dengan ruang perantara yang menggunakan airlock design.

Staf yang berada di dalam Nursing Station dapat melihat siapa yang berada di ruang antara ini melalui CCTV, dan setelah terkonfirmasi bahwa pengunjung tersebut memang boleh diberikan akses masuk maka tombol pembuka pintu otomatis dapat ditekan untuk memberikan jalan menuju ruang perawatan. Tidak lagi tampak jeruji besi yang dahulu merupakan ciri khas pengamanan ruang perawatan psikiatrik.

Setelah diperiksa di ruang tindakan yang dilengkapi berbagai peralatan medik dasar, maka pasien yang cukup tenang dapat memasuki kamar perawatan. Kamar-kamar yang tersedia di bangsal ini disiapkan untuk digunakan berdua, dengan psychiatric bed yang kokoh dan CCTV untuk memantau kondisi pasien. Setiap kamar seperti juga semua bagian di bangsal ini menggunakan jendela dari tempered-glass dan pintu berpanel besi yang tetap tampak cantik walaupun sangat kokoh.

Melalui jendela tersebut pasien yang berada di dalam dapat tetap menikmati pemandangan di luar kamar, mencegah timbulnya perasaan terasing pada pasien. Setiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi en-suite. Karena kamar mandi adalah area yang merupakan tempat privasi pasien, maka CCTV tidak men-cover area tersebut demi menghormati privasi pasien. Untuk itu maka berbagai struktur di kamar mandi dirancang sedemikian juga untuk mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien. Lantai kamar mandi menggunakan bahan anti slip untuk mencegah kejadian pasien jatuh, dan dinding kamar mandi dilapisi keramik hingga ke langit-langit untuk mencegah timbulnya lumut atau jamur.

Shower yang dipergunakan di sini tertanam di dinding, tanpa tangkai panjang, yang dapat mengurangi risiko pasien melakukan upaya gantung diri dari segi lingkungan. Semua unsur saniter menggunakan logam stainless steel yang bersifat bacteriostatic dan anti vandal berstandar internasional, sehingga mudah dibersihkan dan tidak dapat dipergunakan sebagai alat untuk melakukan kekerasan.

Pintu kamar mandipun dirancang dari bahan yang sangat kuat dengan instalasi yang tidak memungkinkan pasien melakukan gantung diri di sana. Untuk pasien-pasien berkebutuhan fisik khusus, misalnya dengan kondisi disabilitas fisik, disediakan dua kamar perawatan ramah difabel, dengan pintu yang cukup lebar untuk dilewati kursi roda maupun stretcher. Perbedaan terletak pula pada pintu kamar mandi yang lebih lebar dan tersedianya handrail khusus yang kokoh di sini.

Nursing Station berdinding kaca tembus pandang, memungkinkan jangkauan pengawasan keseluruh area tempat pasien berada, termasuk observasi terhadap area khusus berisi tiga tempat tidur yang dipergunakan untuk pasien berusia lanjut atau anak-anak, atau pasien yang sangat gelisah hingga membutuhkan physical restraint sementara. Sebagai mitigasi risiko bencana kebakaran, semua area di ruangan ini dilengkapi dengan smoke detector dan water sprinkler yang terhubung dengan hydrant di luar.

Emergency exit tersedia di ujung belakang gedung, menuju titik kumpul yang ada di sebelah utara. Diharapkan apabila terjadi bencana kebakaran seluruh sistem ini dapat mengatasi kondisi akibat kebakaran hingga datangnya pertolongan lebih lanjut. Nursing Station ini juga merupakan tempat untuk melakukan kontrol terhadap berbagai sistem yang ada, termasuk monitor CCTV.

Mengacu pada WHO Quality Rights Toolkits prinsip-prinsip penanganan yang menghormati hak asasi pasien  maka disediakan pula comfort room. Pasien yang mulai merasakan timbulnya eskalasi emosi dapat memilih untuk menyendiri sementara ke tempat tersebut hingga perasaannya membaik. Dengan adanya ruangan ini, maka diharapkan tidak lagi terlalu banyak kejadian physical restraint yang harus dialami oleh pasien, sehingga kemungkinan timbulnya cedera akibat fiksasi fisik dapat diminimalkan. Untuk pasien yang sangat gelisah dan menimbulkan ancaman bagi diri sendiri maupun lingkungan, disediakan dua buah ruang isolasi dengan soft padding, mencegah timbulnya cedera apabila terjadi head banging (membenturkan kepala) atau tindakan self harm lain yang tak dapat dikendalikan.

Ruang perawatan yang dirancang bersifat homelike dengan taman terbuka di tengah ini diharapkan dapat membuat pasien merasa seperti di rumah yang nyaman, tidak berada dalam suasana menakutkan akibat berada di sebuah institusi perawatan gangguan psikiatrik. Disediakan pula activity room yang dipergunakan secara multifungsi sebagai ruang makan, tempat menonton televisi, maupun aktivitas okupasional lainnya. Di beberapa titik di area ini disediakan tempat cuci tangan yang bersifat touchless untuk meminimalkan risiko penularan infeksi dari sentuhan tangan, baik pada pasien maupun staf. Demikian sekilas tentang unsur fisik Ruang Camar. Walaupun segala unsur telah dipertimbangkan ketika membangunnya, namun kualitas perawatan tentu tak akan pernah sempurna tanpa sentuhan, pengetahuan, ketrampilan dan hati empatik dari semua yang melakukan pelayanan di sana (dr. Yuniar SpKJ).

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0