Detail

Blog Image

“Atasi BAPER dengan MANTAP” (Atasi Bahaya Penggunaan Gadget Berlebih dengan Matikan, Alihkan, Simpan, Batasi, dan Ketahui Dampak)

Alek Gugi Gustaman, SKM

 

Kemajuan zaman di bidang ilmu teknologi semakin berkembang pesat.

Ini membuktikan bahwa daya pikir masyarakat dan juga pola perilaku manusia semakin maju dan berkembang dengan pesat. Perlu diketahui perkembangan gadget dari masa ke masa dimulai dari perangkat yang bernama HP (handphone). Hampir setiap individu mulai dari anak-anak hingga orang tua kini memiliki handphone atau smartphone. Kini kebutuhan akan komunikasi dan informasi menjadi hal yang paling penting bagi semua kalangan masyarakat, ditambah dengan mudahnya mengakses berbagai fitur yang ditawarkan dari penyedia jasa layanan dari produsen smartphone itu sendiri dan berbagai provider pendukung. Gadget memiliki fitur menarik yang ditawarkan dan seringkali membuat anak-anak cepat akrab dengannya.

Banyak manfaat positif yang diperoleh dari penggunaan gadget setiap harinya namun penggunaan gadget secara continue akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam kesehariannya, anak-anak cenderung terus-menerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang harus dan rutin dilakukan oleh anak dalam aktifitas sehari-hari, tidak dipungkiri saat ini anak lebih sering bermain gadget dari pada belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, hal ini mengkhawatirkan, sebab pada masa anak-anak mereka masih tidak stabil, memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi dan berpengaruh pada meningkatnya sifat konsumtif pada anak-anak untuk penggunaan gadget pada anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus bagi orang tua. anak-anak lebih asik dengan gadget dari pada mendengarkan perintah orang tua. selain itu seringkali ada yang marah jika diperintah oleh orang tua. Itulah salah satu bentuk kecanduan gadget yang dimiliki. Peran orang tua terhadap anak-anaknya harus selalu dilakukan. Jangan sampai orangtua mengandalkan gadget untuk menemani anak, dan orang tua membiarkan anak lebih mementingkan gadget supaya tidak merepotkan orang tua. Oleh karena itu penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar mengetahui dampak ketergantungan gadget pada anak sehingga dapat melakukan pencegahan lebih awal.

 

  1. Gadget

   Perbedaan gadget dengan alat elektronik lainnya adalah pada gadget selalu ada pembaharuan dari  hari  ke  hari  sehingga  membuat  manusia  dapat  menggunakannya lebih  praktis  dan canggih. Contoh gadget ini adalah smartphone seperti iphone, blackberry, notebook, tablet, dll.  Di  zaman sekarang  ini,  tidak  hanya  orang  dewasa yang  menggunakan  alat  elektronik  ini, namun  remaja  bahkan  anak-anak pun  menggunakan gadget. Gadget ini sebenarnya   dibuat   untuk   membantu   manusia   dalam   melaksanakan aktifitasnya, misalkan    komunikasi    yang    berjarak    jauh    dapat    tetap    dilakukan    jika menggunakan alat komunikasi  seperti gadget ini. Selain itu, fungsi gadget yang lainnya adalah efisiensi kerja dan hiburan (Yuwanto, 2010).

  1. Ketergantungan Gadget

          Aspek-aspek ketergantungan gadget menurut (Young, 1999) adalah:

  • Merasa sibuk dengan gadgetnya
  • Merasa membutuhkan menggunakan internet dengan meningkatkan jumlah waktu untuk mencapai kepuasan, berulang kali melakukan upaya untuk mengontrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan gadget namun selalu gagal, merasa gelisah, murung, depresi, atau marah ketika mencoba untuk mengurangi atau menghentikan penggunaan gadget, bermain gadget lebih lama daripada yang direncanakan.

 

  1. Dampak

         Dampak negatif dari penggunan gadget:

  1. Bahaya radiasi

Pengaruh gadget buat anak yang pertama yaitu bahaya paparan radiasi. Menurut sebuah riset, paparan radiasi dari gadget sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak. Radiasi gadget sangat beresiko mengakibatkan gangguan terhadap perkembangan otak dan sistem imun anak.

  1. Menyebabkan kecanduan

Pengaruh gadget terhadap anak yang selanjutnya yaitu menyebabkan   kecanduan dan ketergantungan. Hal ini tentunya akan berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan motorik anak. Ketika si kecil asik bermain gadget biasanya lupa makan sehingga asupan nutrisi untuk menunjang pertumbuhannya terganggu. Selain itu, kecanduan gadget juga akan berdampak terhadap kepribadian anak sehingga lebih cenderung memiliki sifat tertutup dan tidak bersosialisasi.

  1. Hambatan terhadap perkembangan
  2. Anak-anak yang memiliki ketergantungan dengan gadget cenderung akan mengalami hambatan dalam proses perkembangannya. Hal ini karena anak-anak yang asyik bermain gadget jarang bergerak sehingga menghambat proses pertumbuhan.
  3. Penyakit mental

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dan terus menerus bisa menjadi  salah satu pemicu penyakit mental seperti depresi dan gangguan bipolar.

  1. Obesitas

Selain menghambat pertumbuhan, anak-anak yang terlalu asyik bermain gadget sangat beresiko mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini karena anak-anak cenderung kurang gerak sehingga terjadi penumpukan lemak tubuh yang mempercepat kenaikan berat badan secara berlebihan.

 

  1. Gangguan tidur

Sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak di malam hari. Hal ini karena bisa mengakibatkan gangguan tidur sehingga berdampak terhadap tumbuh kembangnya. Permainan game di dalam gadget biasanya membuat anak lebih asik sehingga waktu tidurnya terganggu. Dalam hal ini peran penting orang tua sangat dibutuhkan untuk mengontrol penggunaan gadget.

  1. Pengaruh tayangan

Terkadang tanpa disadari anak-anak dapat membuka situs online yang mempertontonkan tayangan yang tidak seharusnya untuk mereka lihat. Oleh karena itu, orangtua harus bersikap bijak dan sebaiknya tidak memberikan koneksi internet pada waktu si kecil menggunakan gadget.

Untuk mencegah dampak negatif gadget terhadap perkembangan anak, Sebaiknya menerapkan aturan yang pasti. Salah satunya yaitu dengan membatasi penggunaan gadget maksimal 2 jam setiap harinya. Selain itu, berikan pengawasan pada anak pada waktu menggunakan gadget.

 

  1. Penyakit – Penyakit Yang Ditimbulkan Oleh Gadget
  2. Insomnia

          Tidak sedikit orang yang rela terbangun tengah malam untuk sekedar membuka pesan masuk atau pemberitahuan masuk dari gadget nya. Namun  kebiasaan membuka gadget di malam hari secara tidak langsung dapat menganggu siklus tidur. Cahaya terang yang terpancar dari gadget atau smartphone yang aktif, dapat menekan pelepasan hormon yang berfungsi proses tidur yakni hormon melantonin yang diproduksi tubuh ketika keadaan gelap atau tanpa cahaya. Tanpa disadari, cahaya yang terpancar tersebut akan menjaga pikiran untuk memasuki fase 'default mode network', yakni kondisi setengah sadar.

Penderita insomnia memiliki resiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes, dan hipertensi, dalam fase yang kronis, insomnia dapat mebahayakan hingga menyebabkan kematian untuk para penderitanya. Hanya saja sebelum terlambat, insomnia akibat penggunaan gadget yang berebihan sebenarnya bisa dicegah dengan menghentikan penggunaan gadget selama kurang lebih 2 jam sebelum menjelang tidur untuk mengurangi efek keluarnya cahaya yang dapat menekan produksi hormon melantonin.

  1. Nomophobia

Nomophobia atau kepanjangan dari 'no-mobile-phone-phobia, yakni sebuah keadaan dimana tubuh akan merasakan cemas berlebih apabila dipisahkan dari gadget atau smartphonenya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa sekitar 66% orang yang kecanduan gadget mengalami phobia yang satu ini. Tanda dan gejala yang nampak pada si penderita berupa perasaan cemas, berkeringat, gemetar dan was-was ketika dipisahkan dari gadgetnya.

  1. Texting Thumb (Tendinitis)

Penggunaan jari dan tangan pada gadget dalam waktu lama atau jangka panjang, secara berkala dan berkelanjutan dapat melukai tandon, saraf dan otot-otot. Umumnya cedera dibagian jempol ini disebut dengan Blackberry Thumb, sementara cedera pada tangan disebut dengan iPad Hand. Selain itu, jenis cedera yang lebih parah yang mungkin dialami adalah mati rasa, kerusakan otot, nyeri, serta memerlukan pembedahan untuk pengobatan.

Segala sesuatu yang melebihi batas tentunya tidak baik, begitupun saat menggunakan gadget, penggunaan gadget yang berlebihan dapat membawa dampak negatif untuk kesehatan tubuh. Untuk itulah, sebaiknya bijaklah menggunakan gadget dan gunakan sesuai kebutuhan.

 

  1. Pencegahan Agar Tidak Kecanduan Gadget
  2. Matikan

          Mematikan gadget adalah salah satu cara untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak. Beberapa studi epidemiologi menyatakan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan lebih rentan mengakibatkan gangguan kesehatan, antara lain seperti sakit kepala, kelelahan, gangguan konsentrasi, sulit tidur, dan masalah pendengaran. Pengunaan gadget yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur sehingga dapat mengakibatkan timbulnya kecemasan bahkan hingga depresi. Menggunakan gadget sebelum tidur dapat merangsang fisiologis dan psikologis yang dapat mempengaruhi tidur. Menggunakan gadget sebelum tidur dapat menunda jam internal tubuh manusia, menekan pelepasan hormon melatonin yang merangsang tidur, dan membuatnya lebih sulit untuk tertidur. Apabila seorang anak kurang tidur di malam hari, maka akan menyebabkan kantuk di siang hari dan kelelahan, berkurangnya gerak psikomotor, serta gangguan kognitif lainnya. Mematikan gadget 30 menit atau 1 jam sebelum tidur dapat membantu mencegah gangguan tidur sekaligus memperbaiki kualitas tidur (A'yun, 2018).

  1. Alihkan

Mengalihkan perhatian anak dengan memberikan kesibukan yang menarik. Masa kanak-kanak adalah masa yang banyak melakukan aktifitas. Tidak ada anak yang hanya diam tanpa banyak beraktifitas. Selain itu dengan banyak beraktifitas dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan yang baik pada anak. Oleh karena itu anak perlu diberikan kesibukan yang lebih bermanfaat dan menarik agar anak merasa betah. Pendekatan proyek mampu memberikan berbagai kesibukan pada anak yang akan menarik minatnya, melalui berbagai proyek yang dilaksanakan saat itu. Sejak menentukan pokok proyek, bercakap-cakap, perjalanan ke luar sekolah, dan membuat karya untuk pameran, semuanya adalah kesibukan berantai yang akan menyita perhatian anak dengan menyenangkan (Amini, 2016).

Selain itu, mengajak anak bermain di luar rumah atau kelas. Ketika anak diajak bermain di luar rumah tanpa membawa gadget, maka anak akan lupa dengan gadget dan teralihkan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Di luar rumah, anak diarahkan untuk bermain bola, lompat tali, main kelereng, atau kegiatan lain. Mainan yang dipilih selain menyenangkan juga perlu ada unsur edukasi dan olah fisiknya. Sehingga di samping anak menjadi gembira, juga menjadi lebih pintar dan menyehatkan (Amini, 2016).

 

  1. Simpan

Menyimpan gadget di tas dapat membuat anak menjadi fokus terhadap lingkungannya. Misalnya pada saat diajak bersosialisasi dengan teman-temannya, anak akan fokus terhadap interaksinya dengan teman-temannya dalam bermain. Hal ini dapat mengasah otak anak untuk saling berdiskusi, bercakap-cakap, berbagi tugas, bekerja sama, latihan mengalah, dan sebagainya (Amini, 2016).

 

  1. Batasi

Membatasi waktu pemakaian gadget adalah salah satu cara yang efektif untuk dilaksanakan di rumah baik oleh orang tua dan anak. Hal ini dapat dilakukan secara bertahap dengan cara mengurangi sedikit demi sedikit waktu penggunaan gadget. Cara bertahap ini membuat kita tidak terasa akan dapat meninggalkan gadget. Pemakaian gadget dikategorikan dengan intensitas tinggi jika menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 120 menit /hari dan dalam sekali pemakaiannya berkisar > 75 menit. Selain itu, dalam sehari bisa berkali – kali (lebih dari 3 kali pemakaian) pemakaian gadget dengan durasi 30 – 75 menit akan menimbulkan kecanduan dalam pemakaian gadget. Selanjutnya, penggunaan gadget dengan intensitas sedang jika menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 40-60 menit /hari dan intensitas penggunaanan dalam sekali penggunaan 2 – 3 kali /hari setiap penggunaan. Kemudian, penggunaan gadget yang baik adalah dengan kategori rendah yaitu dengan durasi penggunaan < 30 menit /hari dan intensitas penggunaan maksimal 2 kali pemakaian. Untuk itu perlu adanya kedisiplinan dan batasan yang dilakukan dalam menggunakan gadget, karena pemakaian gadget yang berkelanjutan dan tidak memiliki batas waktu dapat menimbulkan dampak buruk kecanduan gadget sejak dini (Amini, 2016).

  1. Ketahui dampak

          Mengetahui dampak ketergantungan akan gadget mulai dini merupakan suatu hal yang efektif sebagai pencegahan. Dengan mengetahui dari awal tanda, gejala dan pencegahan terhadap ketergantungan gadget mebantu orang tua memberikan asuhan yang baik untuk anak-anaknya (Amini, 2016).

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

A'yun, S.Q. 2018. Hubungan Lama Penggunaan Gadget Sebelum Tidur dengan Gejala Insomnia pada Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Amini, M. 2016. Pengembangan Pendekatan Proyek Berbantuan Gadget Dalam Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Prosiding Temu Ilmiah Guru. Universitas Terbuka

Young, K. S. 1999. Internet Addiction: symtoms, evaluation, and treatment. In L. VandeCreek & T. Jacson (Eds) Innovation in Clinical Practice: A Sorce Book. Vol. 17. Hlm. 13-19

Yuwanto, L. 2010. Mobile Phone Addict. Surabaya: Putra Media Nusantara

Zolll. C & Enz. S. 2012. A Questionnaire to Assess Affective and Empathy in Children

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0