Detail

Blog Image

MENCEGAH ADIKSI INTERNET SAAT PANDEMI COVID -19

Alek Gugi Gustaman, SKM                                   

Selama pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru SARS-CoV-2, telah terjadi perubahan besar terhadap aktivitas manusia, termasuk rutinitas yang dilakukan keluarga. Anak-anak terpaksa harus belajar di rumah karena sekolah ditutup. Akibat penerapan physical distancing ini, anak-anak juga tidak dianjurkan untuk bermain dengan teman-temannya di luar rumah.

Akhirnya, seluruh anggota keluarga kini lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget, baik itu televisi, smartphone, tablet, laptop atau video games dan akses internet. Penggunaan gadget ini bisa lebih lama dari biasanya, atau melebihi batas yang disarankan satu jam per hari untuk anak-anak usia dua hingga lima tahun. Apalagi setelah WHO mengatakan game bisa membantu melepaskan stres dan menghibur anak-anak selama di rumah saja. Masalahnya, jika sudah berlebihan, terus menerus hingga kecanduan, game dan gadget bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Adiksi internet ditandai dengan keasikan yang berlebihan atau kurang terkontrol dalam perilaku penggunaan gadget, baik itu televisi, smartphone, tablet, laptop atau video games dan akses internet.

Apa Itu Adiksi Internet ?

Adiksi Internet adalah penggunaan internet secara berlebihan atau pemakaian internet yang bersifat kompulsif ( berulang-ulang) sehingga mengganggu aktivitas harian.

Adiksi internet merupakan salah satu bentuk perilaku dari ketergantungan terhadap internet dan belakangan ini banyak dijumpai pada siswa sekolah, khususnya kelompok usia remaja atau dewasa muda.

Prevalensi angka kejadian adiksi internet di Asia berkisar antara 6,7% sampai 10.15%. Studi melaporkan 1 dari 6 pengguna internet alami adiksi internet.

Ragam Adiksi internet

Adiksi internet dapat muncul dalam perilaku yang beragam, seperti berikut ini :

  1. Kecanduan pornografi
  2. Kecanduan bermain game online
  3. Kecanduan nonton video streaming
  4. Kecanduan cybersex
  5. Kecanduan belanja online
  6. Kecanduan selfies/posting
  7. Kecanduan media sosial
  8. Kecanduan menggunakan gadget ( gawai)
  9. Kecanduan ponsel ( smartphone)
  10. Kecanduan berjudi online ( gambling)
  11. Kecanduan tekhnologi lain.

Faktor Risiko Adiksi Internet

Studi menu jukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya adiksi internet pada anak dan remaja, diantaranya :

  1. Pola asuh dari orangtua.
  2. Variabel intrapersonal ( kondisi psikologis)
  3. Jenis kelamin & lama frekuensi berinternet.
  4. Tekanan terkait ekspektasi orangtua terhadap prestasi sekolah.
  5. Akses terhadap internet (rumah, sekolah,warnet)
  6. Tingkatan kelas di sekolah.
  7. Bullying (perundungan)
  8. Pemakaian gadget ( gawai diusia dini ).

Komorbiditas Adiksi Internet

  • Gangguan Hiperaktivitas dan Pemusatan perhatian ( ADHD )
  • Gangguan Emosi dan Perilaku
  • Depresi
  • Gangguan Kecemasan
  • Phobia Sosial
  • Gangguan Obsesif-kompulsif
  • Conduct Disorder
  • Gangguan pengendalian Impuls
  • Percobaan bunuh diri

Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan Adiksi ( Kecanduan ) Internet

Jika masih dalam taraf ketergantuangan internet, biasanya anak masih dapat melakukan aktifitas sehari hari seperti sekolah, belajar dan sebagainya.

Kalau sudah adiksi ( kecanduan) maka sudah ada disfunsi dan stres serta fungsi otak terganggu.

Upaya pencegahan agar tidak adiksi ( kecanduan ) ;

  • Bermain game online tidak lebih dari 3 jam/hari dan penggunaan internet tidak lebih dari 6 jam/hari.
  • Perbanyak aktifitas fisik
  • Perbanyak komunikasi dengan anak dan remaja tanpa melihat ke gadget.
  • Perlu pengawasan orang tua saat anak dan remaja mengunduh internet.
  • Orang tua tidak memeberikan contoh seperti menggunakan gadget terlalu sering terutama saat keluarga kumpul bersama.
  • Tidak memberikan perangkat lebih dari satu yang digunakan untuk bermain game.

Penggunaan Gadget pada Anak Selama Pandemi

Beberapa orangtua memiliki perasaan campur aduk saat membiarkan anak menghabiskan lebih banyak waktu dengan gadget selama pandemi ini. Namun, kamu tidak sendiri, hampir semua orangtua kini merasakan kekhawatiran yang sama. Pada awalnya, orangtua merasa bersalah karena kini gadget mengambil alih perhatian anak, tetapi perlu disadari juga bahwa pada masa kini, teknologi adalah hal yang penting. 

Namun, jika orangtua masih mengkhawatirkan akan dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan selama pandemi, berikut ini tips yang mungkin membantu:

  1. Pilih Program Pendidikan yang Bermutu

Salah satu fungsi gadget selain hiburan adalah sebagai sarana pendidikan. Oleh karena itu, pastikan orangtua memilih program dengan konten yang tepat sesuai usia anak. Program-program berkualitas tinggi lebih cenderung untuk menyesuaikan konten mereka dengan kebutuhan anak-anak.

Biasanya video yang mereka sajikan memiliki alur cerita yang koheren dan bisa membantu perkembangan anak-anak. Program pendidikan sering memberi label objek dan berbicara langsung kepada anak-anak, yang dapat membantu untuk mempelajari kata-kata dan suara baru.

  1. Usahakan Orangtua Ikut Menonton

Melansir The Conversation, ada bukti yang menunjukkan bahwa ketika anak-anak dan orangtua menonton layar bersama, anak-anak lebih mungkin untuk belajar kata-kata baru. Orangtua membantu anak-anak mereka ketika menggunakan media bersama-sama dengan mengarahkan perhatian anak mereka ke konten tertentu, mendiskusikan apa yang dilihat dan memperkuat apa yang telah mereka pelajari dengan menjadikannya sesuai dengan kegiatan sehari-hari anak. Jadi jika memungkinkan, duduklah bersama anak dan nikmati media bersama.

  1. Gunakan Gadget untuk Terhubung dengan Saudara dan Teman

Ahli perkembangan anak menyarankan untuk menggunakan gadget untuk terhubung dengan keluarga, teman, dan orang yang dicintai, bahkan untuk bayi dan anak kecil. Koneksi sosial penting untuk anak-anak dan dipandang sebagai cara yang sehat untuk menggunakan gadget.

Karena kita tidak bisa dengan mudah mengunjungi keluarga di lain tempat, maka kini saatnya memanfaatkan berbagi aplikasi video call untuk berkomunikasi dengan mereka. Mintalah keluarga atau teman pada obrolan video untuk berinteraksi dengan anak, misalnya dengan menyanyi, menari, atau membacakan cerita untuk mereka.

  1. Seimbangkan dengan Aktivitas Lain

Anak-anak dapat belajar dengan baik ketika mereka terlibat dalam interaksi atau percakapan dengan orang tua, saudara kandung atau kakek-nenek mereka. Jadi selama pandemi COVID-19, cobalah untuk mengimbangi penggunaan gadget dengan aktivitas lain yang melibatkan anak.

Orangtua bisa mengajak anak untuk melakukan hal-hal menyenangkan seperti berkebun, menyiram tanaman di halaman rumah, bermain permainan sederhana seperti monopoli atau ular tangga, dan sebagainya.

Ingat, orangtua harus membatasi penggunaan gadget karena ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan gadget berlebih bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Pastikan juga mereka tidak main gadget sebelum waktu tidur, karena hal ini mempengaruhi kualitas tidur. Jadi, pastikan untuk menerapkan waktu tanpa gadget.

Jika terjadi Adiksi ( kecanduan ) internet pada anak dan remaja, Kunjungi : Poli Sub Spesialis Anak Remaja RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang.

 

 

 

 

Sumber :

Leaflet promkes PKRS RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (MDJ23)

https://www.halodoc.com/tips-penggunaan-gadget-untuk-anak-selama-pandemi



Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0