Detail

Blog Image

MENJAGA KESEHATAN JIWA SAAT WABAH COVID-19

ALEK GUGI GUSTAMAN, SKM

Pandemi virus Corona tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu. Tidak hanya rasa takut, efek psikologis yang ditimbulkan pun bisa berdampak serius.

Wabah infeksi virus Corona atau COVID-19 semakin meluas dan telah menjangkit lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif COVID-19 bertambah dengan cepat.

Hal tersebut tentu dapat menimbulkan rasa takut dan panik. Apalagi anjuran untuk diam di rumah serta kebijakan social distancing, yang kini disebut physical distancing, sedikit banyak menimbulkan jarak secara emosional antara keluarga, sahabat, rekan kerja, teman, atau umat persekutuan di tempat ibadah yang dapat saling memberi dukungan.

Bagi sebagian orang, hal ini bisa dirasakan sebagai suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental.

Gangguan Kesehatan Mental Saat Pandemi Virus Corona

Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur.

Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental.

Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi virus Corona adalah anak-anak, lansia, dan petugas medis. Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan Cemas:

Apa Cemas Itu?

Kecemasan diartikan sebagai suatu perasaan khawatir yang samar samar, sumbernya sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh orang itu sendiri.

Perbedaan kecemasan dengan Rasa Takut

Takut :

Penyebab yang jelas dan adanya fakta-fakta atau keadaan yang benar-benar membahayakan.

Cemas :

Penyebab tidak jelas, karena merupakan suatu prasangka pribadi yang menyebabkan sesorang mengalami kecemasan.

Tingkat Cemas ( menurut peplau,1963)

  1. Kecemasan Ringan
  2. Kecemasan Sedang
  3. Kecemasan berat
  4. Panik

Faktor Resiko

  • Ancaman terhadap keselamatan diri
  • Tidak tercapainya harapan
  • Rasa bersalah/bertentangan dengan keyakinan diri dan perilaku
  • Tidak mampu untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain

Apa yang orang lakukan saat cemas

  • Perilaku menyerang
  • Perilaku menarik diri
  • Perilaku kompromi

Reaksi terhadap kecemasan

  • Kompensasi

Saat  dimana seseorang berusaha menutupi kekurangan yang ada dengan kelebihan

  • Penyangkalan ( denial )

Menghindari realitas dengan mengabaikan atau menolak untuk mengenali, sebagai bentuk pertahanan diri.

  • Pengalihan ( Displacement)

Mengalihkan emosi yang seharusnya diarahkan pada orang/benda tertentu, kepada benda/orang yang netral/tidak membahayakan.

  • Isolasi

Berusaha menyimpan dan tidak mengingat lagi mengenai permasalahan itu, dapat untuk sementara waktu atau untuk jangka panjang.

  • Rasionalisasi

Berusaha memberikan pada diri sendiri suatu penjelasan yang bisa diterima/tampaknya masuk akal terhadap suatu rangsangan, perasaan, perilaku,motif yang tidak dapat diterima.

Mengatasi cemas

  • Obat penenang
  • Teknik relaksasi ; meditasi dan yoga
  • Cognitive behavioral therapy; pendekatan psikoterapi dengan bicara
  • Hypnotherapy ; pengobatan yang menjangkau pikiran bawah sadar

Efek Kecemasan

  • Kardiovaskuler
  • Pernafasan
  • Neuromuskuler
  • Sistem pencernaan
  • Sistem perkemihan
  • Kulit
  • Motorik
  • Kognitif
  • Afektif

Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi virus Corona:

  1. Melakukan aktivitas fisik

Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat Anda lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda.

Latihan peregangan dan pernapasan juga dapat membantu Anda untuk menenangkan diri. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan sistem imun.

  1. Mengonsumsi makanan bergizi

Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat Anda peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.

Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh Anda, asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mental Anda, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  1. Menghentikan kebiasaan buruk

Bila Anda seorang perokok, cobalah hentikan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang. Merokok akan meningkatkan risiko Anda terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona. Selain itu, batasi juga konsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda. Kebiasaan buruk yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat atau sering begadang. Jika kurang istirahat, Anda akan lebih mudah mengalami kecemasan dan mood Anda pun akan lebih tidak stabil.

  1. Membuat rutinitas sendiri

Selama menjalani karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

  1. Lebih bijak memilah informasi

Batasi waktu Anda untuk menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial untuk mengurangi rasa cemas. Meski begitu, jangan menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang Anda terima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

  1. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja Anda, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Anda bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang Anda rasakan. Dengan cara ini, tekanan yang Anda rasakan dapat berkurang sehingga Anda bisa lebih tenang.

 

Bila Anda memang memiliki gangguan mental,  periksakan diri Anda ke dokter Psikiater

RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang siap memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial karena wabah COVID-19 pada nomor Hotline Service : 0341- 424224

 

 

 

 

Sumber :

Leaflet PKRS RS Jiwa Dr.Radjiman wediodiningrat Lawang  

https://www.alodokter.com/menjaga-kesehatan-mental-saat-pandemi-virus-corona

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0