Detail

Blog Image

Seberapa rentan lansia terhadap COVID-19? (Dalam rangka Hari Lanjut Usia Tanggal 29 Mei 2020)

Alek Gugi Gustaman, SKM

Di Indonesia, sebenarnya setiap tanggal 29 Mei sejak 24 tahun lalu telah ditetapkan sebagai hari khusus bagi para orang lanjut usia (lansia).

Tanggal itu dinamai Hari Lanjut Usia Nasional.  Namun demikian, pencanangan moment ini tidak begitu populer seperti peringatan hari Kartini, Pancasila atau hari nasional lainnya.

Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia) merupakan salah satu hari penting di Indonesia yang diperingati setiap 29 Mei sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang lanjut usia.

Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia, Lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas. Sebagai wujud dari penghargaan terhadap orang lanjut usia, pemerintah membentuk Komnas Lansia (Komisi Nasional Perlindungan Penduduk Lanjut Usia), dan merancang Rencana Aksi Nasional Lanjut Usia di bawah koordinasi kantor Menko Kesra.

Komnas Lansia dibentuk berdasarkan Keppres Nomor 52 tahun 2004 dan bertugas sebagai koordinator usaha peningkatan kesejahteraan sosial orang lanjut usia di Indonesia.

Dilansir dari Viva.co.id, mengutip akun Twitter resmi milik Kejaksaan Agung, Hari Lanjut Usia Nasional awalnya ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 29 Mei 1996 di Semarang, Jawa Tengah.

Ketika itu, pencanangan ini dimaksudkan untuk menghormati jasa Dr. KRT Radjiman Wediodiningrat yang masih memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam usia lanjut.

Di kacamata internasional, hari khusus bagi para lansia ini juga telah ditetapkan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa setiap tanggal 1 Oktober.

Pencanangan itu merujuk pada resolusi Nomor 45/106 Tanggal 14 Desember 1990 Sidang Umum PBB yang merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging (Vienna Plan) yang diputuskan di Wina tahun 1982.

Di berbagai wilayah, setiap peringatan Hari Lansia, Pemerintah daerah memperingati Hari Lansia dengan kegiatan yang melibatkan orang lanjut usia, seperti acara senam bersama, berbagai perlombaan, dan penyerahan paket bantuan bagi orang lanjut usia. Selain itu, Hari Lansia juga diperingati dengan mengadakan seminar dan diskusi bertemakan orang lanjut usia.

Tahun 2020, jumlah Lansia di Indonesia diprediksi mencapai 28,8 juta jiwa atau 11,34 % dari jumlah penduduk Tanah Air.

Dengan jumlah Lansia yang semakin besar, menjadi tantangan bagi kita semua agar dapat mempersiapkan Lansia yang sehat dan mandiri sehingga nantinya tidak menjadi beban bagi masyarakat maupun negara, dan justru menjadi asset sumber daya manusia yang potensial. Sayangi juga mereka diusia yang lanjut.

Menurut Kemenkes RI, sampai tahun 2017 terdapat 14 rumah sakit rujukan Pemerintah di 12 provinsi yang telah memiliki pelayanan geriatri dengan tim terpadu. Demikian pula dengan Puskesmas, ada 3.645 Puskesmas (37%) yang telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang Santun Lansia, serta sudah mempunyai 80.353 Posyandu Lansia/Posbindu.

Jadi, dalam hal ini pemerintah juga turut andil dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Lansia. Sebagai bagian dari elemen masyarakat itu sendiri, kita wajib menyayangi dan menghormati lansia. Sebab, kemajuan suatu negara juga diukur dari indikator jumlah lansia yang sejahtera.

Lansia dan Covid-19

COVID-19 adalah penyakit gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini mulai menyebar di antara manusia sejak Desember 2019, dimulai di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kebanyakan orang yang mengalami COVID-19 hanya mengalami gejala ringan. Namun, sekitar 1 dari 6 orang dapat mengalami gejala yang parah, seperti disertai pneumonia (radang paru), yang menimbulkan sesak napas. Hal ini biasanya timbul secara bertahap.

Melihat perkembangan di seluruh dunia saat ini, lebih dari 50% kasus yang terkonfirmasi positif infeksi COVID-19 telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan terus meningkat. Walaupun angka kematian penyakit ini terbilang rendah (sekitar 3%), namun penyakit ini lebih berbahaya bagi orang yang berusia lanjut dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung). Mereka biasanya lebih rentan mengalami sakit yang parah.

Bagi lansia, infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala-gejala yang lebih parah dibandingkan orang dewasa muda atau anak-anak. Meskipun sebagian besar orang yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, pada lansia penyakit ini bisa berujung kematian.

Kematian paling banyak terjadi pada penderita COVID-19 yang berusia 80 tahun ke atas, dengan persentase mencapai 14,8%.

Hal ini karena sistem pertahanan tubuh maupun sistem organ tubuh lansia sudah tak sebaik ketika muda. Selain itu, adanya penyakit yang sering diderita lansia seperti diabetes atau penyakit jantung, dapat memperlambat kesembuhan atau meningkatkan risiko komplikasi dari penyakit ini.

Oleh karena itu, penting bagi lansia serta orang yang tinggal serumah dengan lansia untuk lebih giat mencegah penularannya.

Bagaimana Cara Pencegahannya?

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan lansia dan keluarganya untuk melindungi diri dari penularan virus yang sedang mewabah ini, antara lain:

  1. Mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun. Cuci tangan dilakukan setiap sebelum menyentuh wajah, menggunakan/melepas masker, sehabis menyentuh orang lain atau permukaan benda yang juga telah dipegang orang lain. Selain itu, tentu saja tetap mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan atau makan, serta setelah buang air, sehabis dari luar rumah, atau kapanpun Anda merasa tangan Anda tidak bersih.
  2. Bila tidak ada tempat cuci tangan, Anda bisa menggunakan hand sanitiser, yang mengandung alkohol minimal 60%
  3. Hindari menyentuh wajah bila belum cuci tangan. Mata, hidung, mulut adalah pintu masuk virus ke dalam tubuh.
  4. Tutup hidung & mulut ketika batuk/bersin dengan tisu. Bila tidak ada tisu, batuk/bersinlah ke bagian dalam siku. Jangan menggunakan telapak tangan/tangan untuk menutup hidung/mulut Anda. Buang tisu ke tempat sampah, lalu cuci tangan atau gunakan hand sanitiser segera.
  5. Hindari bersalaman. Anda dapat mengatupkan tangan di depan dada sebagai penggantinya.
  6. Pastikan asupan gizi Anda cukup dan seimbang. Perbanyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan vitamin dan antioksidan yang penting untuk memperkuat daya tahan tubuh.
  7. Teruskan mengonsumsi obat-obatan rutin untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya seperti biasa.
  8. Melakukan social distancing untuk mengurangi kemungkinan tertular maupun menularkan.

 

 

 

Credit:

https://www.kompasiana.com/panjiasyuhada/5ced681995760e411727cb35/peringatan-hari-lansia-hormati-dan-sayangi-mereka?page=2

https://alzi.or.id/seberapa-rentan-lansia-terhadap-covid-19/

http://promkes.kemkes.go.id/agenda/hari-lanjut-usia-nasional

https://www.google.com/search?q=lansia+covid+19&safe=strict&client=firefox-b-d&sxsrf=ALeKk03izYo1UOuiUl8xsUorXlhTww8_Mg:1590112433136&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwi1nuu1rsbpAhUHOSsKHRXuC-gQ_AUoAXoECAsQAw&biw=1366&bih=617#imgrc=xnOfrXwn9ZLRaM

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0