Detail

Blog Image

PEMBERIAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA GANGGUAN KESEHATAN JIWA

Penulis : Ka. Instalasi PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

Ayu Bulan Febry K D, SKM, MM

 

Saat ini pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia, termasuk Indonesia. Kecemasan, ketakutan, kelelahan, kesedihan, panik,  stres, bahkan depresi, melanda kebanyakan orang.  Ini bisa menjadi pemicu timbulnya gangguan kesehatan jiwa dan tentunya perlu mendapat pertolongan. Pertolongan pertama pada ganguan kesehatan jiwa adalah bantuan yang diberikan kepada seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa (yaitu memburuknya gangguan kejiwaan yang dialami seseorang, atau sedang mengalami sebuah krisis kesehatan jiwa). Pertolongan pertama pada ganguan kesehatan jiwa bisa dipelajari oleh masyarakat awam bukan hanya tenaga medis.

Saat menemukan seseorang yang terjatuh dan terjadi luka di bagian tubuhnya, hal pertama yang mungkin terlintas dalam pikiran adalah saya harus memberikan pertolongan pertama kepada orang tersebut. Segera mengamankan korban, mencari sekedar antiseptik dan perban untuk membersihkan dan menutup luka. Mencari bantuan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan bila kondisi nya cukup parah. Demikian halnya juga dengan gangguan kesehatan jiwa, harus segera diberi pertolongan. Pertanyaan yang muncul adalah: Pertolongan apa saja yang harus segera kita berikan?

Hal yang harus dipersiapkan sebelum memberikan pertolongan pertama pada kesehatan jiwa antara lain: mempelajari tentang krisis/masalah yang terjadi, tentang fasilitas pelayanan dan dukungan yang tersedia, dan tentang faktor keselamatan dan keamanan.

Panduan tentang pertolongan pertama pada kesehatan jiwa telah dikembangkan secara luas mencakup beberapa gangguan kesehatan jiwa (antara lain: depresi, psikotik, penyalahgunaan obat, gangguan makan, bingung dan demensia) dan kondisi krisis kesehatan jiwa (risiko bunuh diri, mencederai diri, serangan panik, atau pengalaman yang menimbulkan trauma).

Prinsip Pertolongan pertama pada kesehatan jiwa yaitu:

1.    Look (Lihat)

 

-       Cek faktor keselamatan

-       Cek kebutuhan dasar yang terganggu

-       Cek kondisi reaksi distress

 

 

 

2.    Listen (Dengar)

-        Dekati orang yang membutuhkan bantuan

-        Tanyakan tentang kebutuhan dan hal yang menjadi keluhan

-        Dengarkan, bantu mereka untuk merasa tenang

 

3.    Link (Hubungkan)

-        Bantu mengenali kebutuhan dasar dan pelayanan yang dibutuhkan

-        Bantu mengatasi masalahnya

-        Berikan informasi

-        Hubungkan dengan orang yang disayangi dan dukungan sosial

 

 

Saat ini telah tersedia aplikasi Mental Health First Aid Action Plan tentang kesehatan jiwa yang tersedia untuk iPhone dan Android yang akan memudahkan untuk mempelajari pertolongan pertama pada kesehatan jiwa. Atau bisa didownload dari https://mhfa.com.au/resources/mental-health-first-aid-downloads. Rumusan rencana tindakan pertolongan pertama pada kesehatan jiwa dikenal sebagai ALGEE.

Saat menemukan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, yang biasanya ditandai dengan perubahan suasana hati, perilaku, energi, kebiasaan/kepribadian, atau beberapa perubahan fisik lainnya seperti perubahan berat badan, keluhan-keluhan sakit yang diindikasikan disebabkan masalah kesehatan jiwa, maka berikut adalah tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan:

  1. A: Approach, assess and assist with any crisis (Dekati, Kaji dan Bantu terkait masalah yang dialami)

Hal pertama yang harus dilakukan adalah lakukan pendekatan, cari adanya dan jenis masalah yang di hadapinya, serta berikan bantuan sesuai dengan permasalahan.

Kuncinya adalah:

  • Lakukan pendekatan dengan penuh perhatian
  • Temukan waktu dan tempat yang tepat yang nyaman bagi kita maupun bagi orang yang akan dibantu
  • Bila seseorang tersebut tidak berinisiatif untuk menyampaikan pembicaraan, maka kita yang harus memulai komunikasi
  • Hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebut

Dalam situasi ini, masalah yang mungkin didapatkan antara lain:

  • Kemungkinan seseorang mencederai diri sendiri , misal: mencoba bunuh diri, penyalahgunaan obat yang menimbulkan keracunan atau melukai diri sendiri
  • Kemungkinan seseorang mengalami kesulitan yang ekstrim, misal: serangan panik, kejadian yang menimbulkan trauma
  • Kemungkinan perilaku yang sangat mengganggu orang lain, misal: menjadi agresif atau kesadaran yang berubah tidak sesuai realitas

Jika tidak menemukan masalah, maka bisa menanyakan bagaimana perasaannya dan sudah berapa lama mereka merasakannya, dan lanjut ke langkah 2

  1. L : Listen non-judgementally (Dengarkan dengan tanpa menghakimi)

Mendengarkan seseorang adalah sebuah tindakan yang penting. Saat mendengarkan, sangat penting untuk mengkesampingkan dulu penilaian terhadap situasi orang tersebut dan jangan sampai menggungkapkan penilaian tersebut. Kebanyakan orang yang mengalami perubahan emosi berpikir ingin didengarkan  dengan empati sebelum dia ditawarkan solusi masalahnya. Saat mendengarkan tersebut, kita sebagai penolong harus bersikap dan menggunakan ketrampilan mendengar secara verbal ataupun non verbal, yaitu:

  • Dengarkan dengan sungguh-sungguh dan mengerti apa yang dikatakannya, dan
  • Buatlah lebih mudah bagi orang tersebut untuk merasa bebas berbicara tentang masalahnya tanpa merasa di hakimi

Secara etika berikut adalah hal yang sebaiknya dilakukan dan jangan dilakukan untuk menghindari kondisi yang lebih membahayakan:

Do’s

Don’ts

-          Jujur dan dapat dipercaya

-          Hormati hak-hak orang lain untuk membuat keputusan

-          Hati-hati saat memiliki penilaian awal terhadap kondisi seseorang dan jangan diungkapkan

-          Jelaskan bahwa meskipun mereka menolak untuk dibantu sekarang, mereka masih bisa menghubungi kita sewaktu-waktu membutuhkan bantuan

-          Berperilaku sepantasnya sesuai dengan budaya, usia, orang yang kita hadapi

-          Jangan menonjolkan status kita sebagai penolong

-          Jangan meminta imbalan baik berupa uang atau yang lainnya

-          Jangan membuat janji palsu atau informasi yang tidak benar

-          Jangan berlebihan dalam berbicara

-          Jangan memaksa untuk menolong, dan jangan membosankan atau ambisius

-          Jangan menekan untuk menceritakan kisah orang lain kepada kita

-          Jangan menyebarkan kisahnya kepada orang lain

-          Jangan menghakiminya berdasarkan perilaku dan perasaannya

Sangat penting untuk selalu mendengarkan seseorang tanpa menghakimi pada saat memberikan pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa

  1. G: Give Support and Information (Berikan dukungan dan informasi)

Sekali seseorang dengan masalah kesehatan jiwa merasa didengarkan, maka akan lebih mudah bagi kita sebagai penolong  untuk memberikan dukungan dan informasi. Dukungan yang bisa diberikan meliputi dukungan emosional, seperti berempati tentang apa yang mereka rasakan dan memberikan harapan pada mereka untuk bisa membaik, serta beberapa bantuan praktis yang mungkin sangat dibutuhkan pada saat itu. Selain itu, juga dapat menanyakan apakah mereka membutuhkan informasi tentang kesehatan jiwa?

 

  1. E : Encourage appropriate professional help (Dorong untuk mendapat bantuan profesional yang tepat)

Kita juga bisa menyampaikan tentang pilihan bantuan dan dukungan yang tersedia. Seseorang dengan masalah kesehatan jiwa biasanya akan pulih lebih baik dengan bantuan profesional yang tepat. Dengan demikian mereka harus tahu dengan macam pilihan terapi yang tersedia bagi mereka. Antara lain obat-obatan, konseling atau terapi psikologi, dukungan anggota keluarga, bimbingan/bantuan aktifitas.

Pada beberapa kondisi tidak hanya membutuhkan pertolongan pertama pada kesehatan jiwa. Kenali batasan kita dan minta bantuan orang lain yang mampu memberikan pelayanan medis atau bantuan lainnya. Berikut adalah beberapa orang yang membutuhkan dukungan dengan segera:

  • Orang dengan kondisi serius, cedera yang mengancam nyawa yang mungkin membutuhkan perawatan gawat darurat
  • Orang yang sangat sedih dan tidak mampu merawat dirinya sendiri atau anak-anak mereka
  • Orang yang mungkin melukai dirinya sendiri
  • Orang yang mungkin melukai orang lain

 

  1. E : Encourage other support (Dorong utuk mendapat bantuan lainnya)

Dorong orang dengan gangguan kesehatan jiwa untuk menggali strategi pemecahan masalah pada diri sendiri serta mencari bantuan kepada keluarga, teman, dll. Orang yang pernah mengalami masalah kesehatan jiwa juga mampu memberikan pertolongan yang berharga pada masa pemulihan

Dengan memberikan pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa berarti:

  1. Kita mengutamakan keselamatan, kesetaraan, dan hak setiap orang
  2. Kita memberikan tindakan sesuai norma/budaya orang lain yang mengalami masalah kesehatan jiwa
  3. Kita tetap mewaspadai adanya respon kegawatdaruratan lainnya
  4. Kita tetap mewaspadai keselamatan kita sendiri

Tentunya dengan mempelajari dasar-dasar pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa di masa pandemi covid-19, kita mampu memberikan pertolongan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Sumber:

  • WFMH Dignity in Mental Health. “Key Element of Mental First Aid” Prof Anthony Jorm, PhD,DSc, Chair of Board, Mental Health First Aid Internasional, Australia
  • WFMH Dignity in Mental Health. “Psychological First Aid : Pocket Guide” (WHO, 2011)

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0