Detail

Blog Image

KISAH INSPIRATIF - IBU PENERUS PERJUANGAN KARTINI SAAT PANDEMI

Pandemi Covid-19 sedang melanda dunia termasuk Indonesia, fenomena tersebut membuat pemerintah mengeluarkan himbauan untuk tetap di rumah. Jangan ke luar rumah kalo tidak mendesak. Anjuran ini membuat seluruh proses belajar mengajar menjadi beralih di rumah. Sistem Online ataupun menggunakan media informatika dan televisi menjadi alternatif media belajar. Anak yang biasanya berkegiatan di sekolah, di tempat les, ataupun di sanggar aktivitas kemudian full harus di rumah saja.

Apakah ketika anak belajar dari rumah semuanya akan lebih mudah? Jawabannya sepertinya gampang-gampang susah. Kenapa demikian? Karena anak akan bosan dan kurang terkendali ketika di rumah saja. Pengendalian emosi anak mengatasi kebosanannya berbeda dengan orang dewasa. Anak memiliki kematangan emosi yang terbatas berdasarkan usianya. Fenomena yang terjadi jika anak mengalami kebosanan  adalah kondisi emosi tidak stabil, akan melakukan kegiatan yang tidak fokus serta akan berdampak pada seluruh kondisi emosi anggota keluarga lainnya. Hal yang perlu dipahami adalah secara kematangan diri, anak masih tergantung dengan orangtuanya.

Keputusan memberikan bentuk aktivitas saat anak di rumah juga sangat dipengaruhi oleh peran orang tua. Bila anak kurang aktivitas maka anak akan bersikap tidak kreatif atau pasif. Sementara orang tua terus memutar otak untuk mengisi aktivitas, saat ini paling umum terjadi adalah penggunaan smartphone yang tidak terbatas waktu pada anak. Situasi ini tentu akan membuat kondisi tidak kondusif atau tidak seimbang

Lantas siapa yang bisa menyeimbangkannya? Jawabnya Ibu, karena Ibu yang akhirnya memiliki peran lebih besar. Ibu pada saat pandemi ini dituntut menjadi Ibu yang semakin tangguh.

Ketika anak tidak terlalu mahir belajar online maka siapa yang menjadi pelatih komputer/smartphone dadakan? jawabnya Ibu.

Kemudian siapa yang menjadi koki “serba bisa” ketika anak di rumah?  Jawabnya masih sama Ibu.

Hal yang juga menggelikan adalah ibu kemudian menjadi wanita super yang dengan kecerdasan dan ketrampilannya bisa membuat berbagai ide tentang kerajinan atau aktivitas anak. Ibu harus memutar otak sedemikian rupa untuk bisa menciptakan berbagai kegiatan sehingga anak tidak jenuh. Ada juga loh ibu yang kemudian menjadi guru balet atau guru silat dadakan, sesuai aktivitas sehari-hari anak.

Oiya selain menjadi “guru dadakan” ibu juga merupakan “ahli gizi dan perawat dadakan”. Ibu juga harus menjaga kesehatan fisik seluruh keluarganya dengan makanan bergizi, vitamin, dan menjaga kebersihan.  Berharap tidak ada yang sakit, namun ketika ada yang mulai mengalami gejala sakit, ibu adalah orang pertama yang akan merawat anggota keluarganya dan menyiapkan segala hal yang diperlukan.

Bukan terlalu membanggakan peran Ibu, namun memang ibu yang memiliki kemampuan super dalam menghadapi segala macam hal dan menyelesaikan segala jenis tugas. Berdasarkan penelitian wanita memiliki kemampuan mengerjakan dan berpikir banyak hal dalam satu waktu. Hal ini selain wanita memiliki hormon dan lapisan otak yang berbeda, wanita terbiasa diandalkan dalam perannya di dalam rumah.

Bukannya ayah atau laki-laki tidak mampu, namun kodratnya ibu atau wanita dianggap mampu mengerjakan banyak hal dengan ketrampilan yang baik, terutama pekerjaan domestik di dalam rumah. Ini yang membuat ibu terlatih. Mengerjakan suatu hal bukan hanya bagaimana output atau hasilnya, namun proses juga perlu diperhatikan. Untuk menghasilkan sesuatu akan diperlukan  kemampuan kognitif, stabilitas emosi, kemampuan psikomotor dan pengelolaan komunikasi yang baik.

Kebanyakan ibu memiliki kompetensi di area tersebut, Jadi berbanggalah menjadi ibu ataupun wanita. Selain pendamping kaum laki-laki yang harus terlihat cantik dan bersih,  wanita juga merupakan sosok yang tangguh dan  guru pertama bagi pendidikan anak-anaknya. Tetap belajar, tetap cantik dan tetap sehat ya para wanita atau ibu..semua akan bangga akan dirimu. (Yuni Hermawaty) 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0