Detail

Blog Image

KISAH INSPIRATIF - KUDAPAN PENGHANGAT JIWA

Dingin karena terpisah sementara dari orang-orang yang dicinta, cemas karena tak pasti apa yang akan terjadi di depan, kesal karena semua kawan memandang penuh curiga, dan berbagai emosi negatif lain berbaur.

Itu yang saya tangkap ketika berbincang dengan kawan-kawan yang sedang menjalani karantina saat ini. Menjalani ini bukanlah hal yang nyaman pastinya, sementara tubuh perlu berlomba meningkatkan kekuatan imunitas untuk menghalau Covid-19.

Dukungan dan do'a dari kawan dan kerabat sangat dirindukan untuk bertahan dalam perlombaan ini, namun ketidaktahuan membuat kebutuhan ini sulit dipenuhi. Semua orang seolah enggan mendekat karena takut tertular. Tak selalu terucap dengan kata, namun gerak tubuh dan pandangan mata mengungkapkannya dengan nyata.

Segala emosi negatif kembali membekukan hati, dan menggerogoti imunitas. Dingin dan gelap.

Lalu datang beberapa bungkus kudapan dari seorang kawan perawat. Hangatnya tidak hanya terasa di perut, tapi menjalar ke hati dan seluruh tubuh. Cahaya harapan muncul membuncah, menyalakan kembali semangat dalam jiwa.

Sapa yang dihantar bersama kemasan pembungkus kudapan, tentu diiringi do'a tulus dalam hati agar kawan-kawan ini tetap tegar, sabar, dan bersemangat.

Dukungan yang sangat bermakna, yang juga akan dibutuhkan apabila kelak kita yang terpilih, mendapat giliran untuk menjalani karantina juga.

Hidup ini sejatinya adalah media yang memantulkan gema. Bila kita membisikkan sesuatu yang baik, gema kebaikan tersebut akan kembali bertubi-tubi ke dalam hidup kita. Begitu pula sebaiknya.

Pilihan ada pada kita.

Ayok, para Cucu Mbah Djiman, mari kita memilih untuk senantiasa menjadi cahaya penghangat jiwa!

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0