Detail

Blog Image

Fakta Diabetes dan Covid – 19 ( Hari Diabetes Nasional 18 April 2020 )

Alek Gugi Gustaman, SKM

Tanggal 18 April 2018 diperingati sebagai Hari Diabetes Nasional. Dalam peringatan ini mengingatkan kita untuk tetap waspada dan bisa terhindar penyakit diabetes. Seperti diketahui, penyakit diabetes merupakan penyakit dimana penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Dengan peringatan Hari Diabetes Nasional diharapkan bisa mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit diabetes.

Pasien diabetes adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap infeksi virus corona Covid-19. Penyakit menular ini bisa menyebabkan komplikasi parah pada penderita diabetes, seperti pneumonia.

Diabetes adalah kondisi metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah tinggi. Karena itu dilansir oleh medicalnewstoday.com, sistem kekebalan tubuh pada penderita diabetes tidak mampu bekerja dengan baik untuk melawan virus.

Terlebih, virus corona jenis baru ini juga bisa berkembang di lingkungan dengan glukosa darah tinggi.

Selain itu, diabetes juga membuat tubuh penderita dalam kondisi peradangan tingkat rendah. Kondisi inilah yang menyebabkan respons penyembuhan tubuhnya melambat.

Kadar gula darah yang tinggi, bila bersamaan dengan peradangan terus-menerus akan semakin menyulitkan penderita diabetes pulih dari infeksi virus corona Covid-19.

Bagi penderita diabetes dilansir oleh diabetes.org, perlu memerhatikan potensi gejala COVID-19 termasuk demam, batuk kering dan sesak napas.

Dalam situasi Pandemi Covid-19 saat ini mungkin memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi panyandang diabetes mellitus (DM) tipe 1. Sebagian penyandang DM tipe 1 mungkin bertanya-tanya mengenai risiko mereka terhadap Covid-19, mengingat DM tipe 1 merupakan penyakit yang berkaitan dengan masalah sistem kekebalan tubuh.

Setidaknya ada lima hal yang perlu diketahui oleh penyandang DM tipe 1 mengenai Covid-19. Berikut ini adalah kelima hal tersebut seperti dilansir Medical Xpress.

Menakar risiko

Memiliki kondisi DM tipe 1 tidak serta-merta membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap Covid-19. CEO JDRF Aaron Kowalski mengatakan, penyandang DM tipe 1 tidak lebih berisiko terhadap Covid-19 dibandingkan orang lain selama memiliki kadar A1C yang baik.

A1C merupakan tes darah yang dapat memberikan gambaran seperti apa kontrol kadar gula darah seseorang dalam kurun waktu dua atau tiga bulan sebelumnya. Penyandang DM tipe 1 akan menjadi lebih berisiko terhadap infeksi bila tak bisa mengontrol A1C ini.

Bila A1C kurang dari 9,5 persen, sesorang dianggap tidak mengalami immunocompromised,

kadar gula yang tinggi selama lebih dari dua pekan dapat menganggu fungsi sistem imun tubuh. Terlepas dari itu, penyandang DM tipe 1 yang berhasil mengontrol A1C mereka tetap perlu bersikap waspada dan melakukan upaya pencegahan Covid-19, karena tak ada satu pun dari kita yang kebal terhadap virus ini. Kita semua harus sangat peka, baik dengan atau tanpa diabetes tipe 1.

Persediaan obat

Selama pandemi Covid-19, penyandang DM tipe 1 disarankan untuk memiliki persediaan obat-obatan diabetes yang cukup. Idealnya penyandang DM tipe 1 perlu memiliki persediaan obat untuk tiga bulan ke depan selama pandemi.

Beberapa contoh obat yang perlu dimiliki penyandang DM tipe 1 adalah insulin, cadangan insulin long-acting, alat pengukur gula darah, strip ketone, makanan yang mudah dicerna seperti biskuit dan cairan dengan atau tanpa gula untuk digunakan pada saat kadar gula darah tinggi atau rendah.

Yang dilakukan bila jatuh sakit

Selama berdiam diri di rumah saat pandemi Covid-19, sebagian penyandang DM tipe 1 mungkin mengalami sakit, seperti nyeri perut, mual, muntah, merasa kelelahan berlebih, dan napas berbau seperti buah. Bila penyandang DM tipe 1 mengalami gejala-gejala tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghubungi dokter.

Dokter akan memberitahu apa saja yang perlu dilakukan agar sakit yang dialami penyandang DM tipe 1 bisa membaik. Meski dalam keadaan sakit, penyandang DM tipe 1 tidak boleh melupakan penggunaan insulin yang dibutuhkan sesuai anjuran dokter.

Risiko komplikasi bila terinfeksi Covid-19

Sebagian data awal dari China dan Italia menunjukkan bahwa penyandang diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap komplikasi bila terkena Covid-19. Akan tetapi, Gallagher mengungkapkan bahwa temuan ini kemungkinan lebih merepresentasikan penyandang DM tipe 2 yang umumnya memiliki usia tua.

Salah satu kunci terpenting dalam menekan risiko komplikasi pada penyandang diabetes adalah kadar gula darah yang terkontrol. Oleh karena itu, manajemen kadar gula darah selama menjalani terapi untuk Covid-19 perlu diperhatikan dengan baik.

Alasannya, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dapat mengacaukan kontrol kadar gula darah. Beberapa jenis obat-obatan juga diketahui dapat meningkatkan kadar gula darah.

Mencegah lebih baik

Selama pandemi, penyandang DM tipe 1 tetap perlu melakukan beragam upaya pencegahan Covid-19. Beberapa di antaranya adalah rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain, dan tetap melakukan latihan fisik atau berolahraga. Yang tak boleh dilupakan adalah menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Langkah Pencegahan

  • Tetap jaga kondisi tubuh dengan teratur minum obat dan jaga pola makan
  • Lakukan physical distancing (bekerjalah dari rumah) manfaatkan teknologi & media sosial untuk berkomunikasi dan hindari kontak dengan orang sakit
  • Sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik atau lebih. Jika tidak memungkinkan gunakan hand sanitizer yang mengandung 60% alkohol
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, mata, dan lainnya sebelum mencuci tangan
  • Hindari menyentuh permukaan yang sering disentuh di tempat umum (seperti : tombol lift, gagang pintu, pegangan pintu) atau gunakan tisu
  • Rutin membersihkan dan disinfeksi rumah terutama pada permukaan yang sering disentuh (misalnya: meja, gagang pintu, saklar lampu, meja belajar, toilet, keran air, wastafel, dan telepon seluler)
  • Rutin periksa gula darah di rumah. Jika tidak, perhatikan tanda-tanda gula darah yang meningkat, seperti: sering buang air kecil (terutama malam hari), merasa sangat kehausan, sakit kepala, lelah, dan lesu
  • Perbanyak minum air putih bila tidak dibatasi oleh Dokter Anda
  • Bila sakit atau ada tanda-tanda gula darah meningkat, segera konsultasi dengan Dokter Anda. Simpan nomer kontak Dokter atau fasilitas kesehatan yang bisa dihubungi dalam kondisi gawat darurat

 

 

 

 

*Disadur dari berbagai sumber

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0