Detail

Blog Image

PERJALANAN RJRW DALAM EVAKUASI DAN PEMBERDAYAAN PENYINTAS PASUNG DAPATKAN PERHATIAN DARI GUBENUR JATIM

Bergerak sesuai keinginan adalah salah satu hak azasi manusia yang paling mendasar dan sering diabaikan pemenuhannya oleh masyarakat terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Di berbagai belahan dunia banyak ODGJ yang dipasung dibatasi kebebasan bergeraknya dengan berbagai cara, karena rendahnya literasi tentang kesehatan jiwa.  Belum banyak anggota masyarakat yang memahami bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh banyak hal, meliputi faktor biologik, psikologik, sosial, kultural, dan spiritual.

Gangguan jiwa dianggap aib bagi keluarga dan masyarakat karena tampilan gejalanya tidak lazim dan dianggap disebabkan oleh kutukan atau hal-hal gaib lainnya, sehingga tidak dapat diobati melalui jalur medis. Sejak tahun 2011 RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) melakukan berbagai upaya secara intensif dan membangun jejaring yang solid untuk melakukan pembebasan ODGJ dari pasungan di Jawa Timur.

Bukan hal yang mudah, namun konsistensi dan kerjasama tersebut sedikit demi sedikit telah membuahkan hasil. Hingga saat ini sudah sekitar 500 penyintas pasung dievakuasi bersama oleh jejaring tersebut dan dirawat di RSJRW untuk mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan, meliputi obat-obatan, psikoterapi, terapi kerja, dan sebagainya.

Sejak tahun 2015, jejaring ini berkembang menjadi Program Mitra Jiwa, di mana anggotanya berasal dari berbagai unsur yang tergerak untuk bergabung menemani ODGJ di jalan pemulihannya. Muncul berbagai inisiatif untuk menjaga continuity of care bagi para penyintas pasung ini selepas perawatan di rumah sakit. Selain Posyandu Jiwa yang dirintis di beberapa kota, akhir-akhir ini juga beberapa anggota Mitra Jiwa mulai menggerakkan kewirausahaan inklusif, di mana ODGJ dapat berkarya dan memiliki penghasilan sendiri.

Di Desa Blandit Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, contohnya, 32 orang ODGJ yang merupakan anggota Posyandu Jiwa saat ini memiliki penghasilan tetap dari usaha pencucian motor serta pembuatan keset, kemoceng, sandal, dan aksesoris yang modal kerjanya berasal dari beberapa pihak seperti Baitul Maal Hidayatullah dan Universitas Negeri Malang. RSJRW juga menyediakan layanan telepsikiatri bagi Puskesmas Ardimulyo yang mengampu posyandu ini, sehingga kesinambungan layanan medik mereka terjaga dengan baik. Hal ini mengubah sosok ODGJ dari beban menjadi pahlawan bagi keluarganya, sehingga mereka mendapatkan kembali martabatnya sebagai manusia.

Selasa 3 Maret 2020 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergabung dengan RSJRW , Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dinas Sosial Provinsi Jatim, RSJ Menur dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk melakukan evakuasi terhadap Bapak Sianto, warga Dampit berusia 48 tahun yang telah beberapa kali dipasung sejak tahun 1996. Pria ini dulunya bekerja sebagai petani untuk mencari nafkah, dan mulai mengidap gangguan jiwa ketika keinginannya untuk menikah tidak kesampaian.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh keluarga untuk memulihkan Bapak Sianto, namun tampaknya tidak membuahkan hasil, sehingga keluarga akhirnya memutuskan untuk mengecor kedua kaki Bapak Sianto di suatu gubuk di belakang rumahnya. Kehadiran Gubernur ini tentu menyalakan semangat semua pihak untuk terus bersinergi menggulirkan segala upaya menuju Jatim Bebas Pasung. Siapapun dapat berkontribusi dalam upaya ini, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju SDM Unggul sumber martabat bangsa.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0