Detail

Blog Image

GEJALA KANKER PADA ANAK ( Hari Kanker Anak Internasional 2020)

Alek Gugi Gustaman, SKM

Penyakit kanker tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun anak-anak juga banyak yang terkena penyakit kanker. Dan perlu diketahui, setiap tahunnya pada tanggal 15 Januari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 150.000 lebih anak-anak diseluruh dunia yang terkena penyakit mematikan tersebut.

Ketika mendengar soal penyakit kanker, pasti ibu langsung berpikir tentang penyakit serius yang sulit untuk disembuhkan. Menangani kanker memang susah susah gampang. Penyakit ini mudah menyebar dengan cepat dan belum ada obat khusus untuk menyembuhkannya. Kanker dapat menyerang segala usia, tidak terkecuali anak-anak. Kanker bisa lebih fatal jika diidap oleh anak-anak karena imunitas mereka cenderung belum terbentuk secara sempurna seperti orang dewasa.

Munculnya kanker pada anak bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari faktor keturunan sampai faktor lingkungan. Mengingat kanker mudah mengintai anak-anak, ibu perlu mengetahui gejala-gejala kanker sejak dini.

Gejala Kanker pada Anak-anak

Kanker yang terdeteksi lebih awal akan lebih mudah diobati dan berpeluang sembuh lebih besar. Berikut gejala kanker pada anak yang tidak boleh diabaikan, yaitu:

  1. Perdarahan Tanpa Sebab Jelas

Melansir dari laman Cancer Research UK, perdarahan tanpa sebab menjadi salah satu gejala utama kanker. Mimisan adalah jenis perdarahan yang kerap dialami anak yang mengidap kanker. Munculnya perdarahan ini terjadi karena pembuluh darah yang berada pada bagian depan hidung masih terlalu tipis. Jika hidung si kecil sering berdarah paling tidak 4-5 kali sebulan, bisa jadi ini merupakan gejala kanker. Hati-hati, sebaiknya ibu segera memeriksakannya ke dokter.

Kalau ibu ingin memeriksakan Si Kecil ke dokter, kini ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc sebelum mengunjungi rumah sakit. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

  1. Luka yang Tidak Kunjung Sembuh

Kebanyakan anak-anak aktif dalam beraktivitas, terutama ketika mereka bermain. Bahkan, terkadang mereka bisa mengalami luka atau lecet ketika bermain. Namun, jika mereka mengalami luka dan tak kunjung sembuh, ibu harus memeriksakan lukanya ke dokter. Karena, ada kemungkinan bahwa luka tersebut adalah peringatan gejala kanker pada anak.

  1. Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Pembesaran kelenjar getah bening bisa menjadi gejala kanker limfoma non-hodgkin. Pembengkakan bisa terjadi di bagian leher, ketiak, pangkal paha, dada, perut, atau bagian tubuh lainnya yang terdapat kelenjar getah bening.

  1. Turun Berat Badan Tanpa Sebab Jelas

Jika anak tiba-tiba kehilangan berat badan padahal tidak ada perubahan pada menu makanannya atau dia tidak sedang menjalani program olahraga tertentu, segeralah periksakan diri pada dokter.

  1. Sesak Napas

Sesak napas atau kesulitan bernapas pada anak bisa menjadi tanda penyakit serius. Sebanyak 40 persen tanda dini leukemia pada anak adalah sesak napas.

  1. Adanya Benjolan pada Tubuh

Gejala kanker pada anak lainnya yang harus diperhatikan adalah timbulnya benjolan pada tubuh anak. Benjolan tersebut bisa muncul di perut anak. Bahkan, benjolan tersebut bisa muncul di tempat-tempat yang tidak biasa di tubuh anak.

  1. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan hal yang wajar terjadi. Bahkan, sakit kepala sering dianggap sebagai penyakit ringan. Jika sakit kepala menyerang anak terus menerus tanpa henti, bisa saja itu menjadi gejala kanker pada anak yang harus diwaspadai oleh orangtua.

  1. Sering Muntah

Melansir dari Cancer Net, muntah di pagi hari yang disertai sakit kepala adalah salah satu gejala kanker yang paling umum. Muntah dan sakit kepala biasanya menandai adanya kanker otak dan kanker sarkoma jaringan lunak.

  1. Tulang Terasa Sakit

Nyeri tulang merupakan salah satu gejala kanker pada anak. Nyeri tulang bisa menjadi indikasi neuroblastoma, yaitu kanker yang umum terjadi di kelenjar adrenal.

  1. Demam Tanpa Sebab Jelas

Demam juga merupakan penyakit yang biasa menyerang anak-anak. Namun, jika anak sering demam tanpa sebab yang jelas, orang tua harus mewaspadainya. Karena, hal tersebut bisa menjadi pertanda leukemia. Leukemia merupakan jenis kanker paling umum yang diidap oleh anak-anak.

Itulah gejala-gejala kanker pada anak yang wajib ibu waspadai. Karena faktor lingkungan menjadi salah satu penyebab kanker pada anak, pastikan untuk menjaganya dari hal-hal yang mengaktifkan sel-sel kanker di dalam tubuhnya. Hindarkan pula Si Kecil dari paparan asap rokok, asbes di rumah, dan radiasi.

Lima jenis kanker yang paling sering menyerang  anak-anak meliputi leukimia limfoblastik akut, tumor otak, neuroblastoma, nefroblastoma dan limfoma non-Hodgkin.

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian pada balita. Etiologi, lokasi dan prognosis kanker pada balita sangat berbeda dari orang dewasa2.  Waspadai gejala dan faktor risiko terjadinya kanker pada balita dari Tim Ahli Nutriclub.

Faktor Risiko Penyebab Kanker

Sebagian besar riset menyimpulkan etiologi kanker pada si Kecil adalah interaksi antara faktor genetik dengan faktor lingkungan. Faktor risiko genetik penyebab kanker pada si Kecil antara lain neurofibromatosistipe 1, down syndrome, dan ras tertentu. Sedangkan faktor risiko lingkungan adalah paparan radiasi, paparan zat kimia, infeksi virus dan defisiensi imun. Berikut adalah 5 jenis kanker paling sering terjadi pada si Kecil:

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA)

Leukemia jenis limfoblastik akut merupakan kanker darah yang paling sering (77%) ditemukan pada Si Kecil dan sepertiga dari seluruh kasus kanker pada anak.

 Si Kecil yang berusia 2-4 tahun dan berjenis kelamin laki-laki merupakan populasi yang paling berisiko menderita LLA4.

Gejala yang sering dijumpai pada si Kecil yang terindikasi LLA yaitu:

- Demam,

- anemia,

- mudah terkena infeksi,

- perdarahan atau memar,

- perut membesar,

- nyeri tulang atau  sendi,

- pembesaran kelenjar getah bening

- penurunan berat badan.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien LLA adalah  pemeriksaan fisik dan darah, aspirasi sumsum tulang dan biopsi, pungsi lumbal, biopsi kelenjar getah bening dan pemeriksaan radiologi.

Tumor Otak

Tumor otak merupakan jenis kanker kedua paling sering terjadi pada si Keci dan berkontribusi sekitar 27% dari seluruh kanker pada anak. Insidensnya lebih tinggi pada si Kecil berusia kurang dari 7 tahun. Faktor keturunan dan kelainan bawaan serta riwayat paparan radiasi di daerah kepala meningkatkan risiko  tumor otak. Ada banyak jenis tumor otak dengan pengobatan dan prognosis yang berbeda-beda. Tanda dan gejala yang ditimbulkan pun bervariasi, tergantung dari lokasi dan jenis tumor serta usia si Kecil, namun secara umum dapat dijumpai adanya muntah-muntah, sakit kepala, kejang, penurunan kesadaran dan masalah dalam keseimbangan, penglihatan dan bicara. Evaluasi lanjutan harus dilakukan pada si Kecil yang diduga menderita penyakit ini dengan menggali riwayat lengkap penyakit, pemeriksaan fisik termasuk mata dan neuroimaging dengan MRI.4,7

Neuroblastoma

Neuroblastoma berasal  dari sel saraf imatur pada si Kecil. Kanker saraf ini sering berasal dari kelenjar adrenal. Insidens neuroblastoma pada si Kecil sekitar 8% dan menempati urutan ketiga kanker anak dengan rata-rata usia 2-5 tahun Riwayat keluarga serupa hanya ditemukan pada 1-2 persen kasus. Paparan bahan kimiawi dapat meningkatkan risiko  kanker. Tanda dan gejala neuroblastoma sangat bervariasi, tergantung lokasi tumor dan perluasan penyakit. Beberapa diantaranya seperti nyeri akibat distensi perut dan perluasan ke tulang, gagal tumbuh, memar di sekitar mata, benjolan di bawah kulit (blueberry appearance), hipertensi, diare dan gangguan berjalan. Neuroblastoma dapat dideteksi dengan fotorontgenpolos, CT atau MRI dan penanda tumor vanillylmandelic acid  (VMA).

Wilms Tumor/ Nefroblastoma

Tumor wilms merupakan kanker ginjal yang tersering pada si Kecil dengan insidens sekitar 6% dari seluruh kanker pada anak. Umumnya ditemukan pada si Kecil usia 2-5 tahun dan mungkin berhubungan dengan kelainan bawaan terutama pada saluran kemih. Biasanya muncul sebagai benjolan di perut dengan ukuran bervariasi, licin, keras dan sering melewati garis tengah tubuh disertai nyeri perut dan muntah, kencing berdarah, hipertensi dan anemia.

Jika ditemukan benjolan pada perut maka sebaiknya  dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan pemeriksaan darah, fungsi hati dan ginjal dan pemeriksaan radiologi (foto rontgen perut, USG dan CT / MRI).4,10

Limfoma Non-Hodgkin(LNH)

LNH menyerang sel imun "limfosit" dan jarang ditemukan pada si Kecil berusia kurang dari 3 tahun. Kebanyakan pasien dengan LNH tidak memiliki faktor resiko genetik atau paparan lingkungan yang jelas. Gejala LNH bergantung pada ukuran dan lokasinya. Secara umum manifestasi klinisnya berupa pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, ketiak atau selangkangan, demam dan disertai penurunan berat badan.

Pemeriksaan darah lengkap, aspirasi sumsum tulang dan biopsi, pungsi lumbal dan pemeriksaan radiologi, sebaiknya dilakukan untuk menegakkan diagnosis LNH. Deteksi dini gejala kanker sangat diperlukan untuk mengurangi komplikasi dan meningkatkan prognosis kesembuhan pasien.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

National Cancer Institute. Cancer in Children and Adolescents. NIH [Internet]. 2014 May 12 [cited: 2015 August 17]. Available from : http://www.cancer.gov/types/childhood-cancers/child-adolescent-cancers-fact-sheet

Asselin BL. Epidemiology of Childhood and Adolescent Cancer. In : Kliegman RM, Stanton BF, Schor NF, Geme JW, Behrman RE, editors. Nelson textbook of pediatrics, 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders, 2011; pg. 1725-1726.

Tubergen DG, Bleyer A, Ritchey AK. The Leukemias. In : Kliegman RM, Stanton BF, Schor NF, Geme JW, Behrman RE, editors. Nelson textbook of pediatrics, 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders, 2011; pg. 1732.

Aquilino, Brandee. Top 5 Pediatric Cancers : The Warning Signs. Roswell Park Cancer Institute [Internet]. 2012 September 27 [cited: 2015 August 17]. Available from : https://www.roswellpark.org/cancertalk/201209/top-5-pediatric-cancers-warning-signs

American Cancer Society. Signs and Symptoms of Childhood Leukemia. ACS [Internet]. 2015 April 17 [cited: 2015 August 17]. Available from : http://www.cancer.org/cancer/leukemiainchildren/detailedguide/childhood-leukemia-signs-and-symptoms

American Cancer Society. How is Childhood Leukemia Diagnosed?. ACS [Internet]. 2015 April 17 [cited: 2015 August 17]. Available from : http://www.cancer.org/cancer/leukemiainchildren/detailedguide/childhood-leukemia-diagnosis

Kuttesch JF, Rush SJ, Ater JL. Brain Tumors in Childhood. In : Kliegman RM, Stanton BF, Schor NF, Geme JW, Behrman RE, editors. Nelson textbook of pediatrics, 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders, 2011; pg. 1747.

Olshan AF. Epidemiology. In: Cheung NV, Chon SL, editors. Neuroblastoma. Germany: Springer-Verlag Berlin Heidelberg, 2005; pg. 4.

Berthold F, Simon T. Clinical Presentation. In: Cheung NV, Chon SL, editors. Neuroblastoma. Germany: Springer-Verlag Berlin Heidelberg, 2005; pg. 65-67.

Anderson PM, Dhamne CA, Huff V. Neoplasms of the Kidney. In : Kliegman RM, Stanton BF, Schor NF, Geme JW, Behrman RE, editors. Nelson textbook of pediatrics, 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders, 2011; pg. 1757-1759.

Waxman IM, Hochberg J, Cairo MS. Non-Hodgkin Lymphoma. In : Kliegman RM, Stanton BF, Schor NF, Geme JW, Behrman RE, editors. Nelson textbook of pediatrics, 19th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders, 2011; pg. 1743-1745.

https://www.nutriclub.co.id/kategori/balita/kesehatan/waspadai-risiko-kanker-pada-balita/

https://www.halodoc.com/10-gejala-kanker-pada-anak-jangan-abaikan-

http://promkes.kemkes.go.id/hari-kanker-anak-sedunia

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0