Detail

Blog Image

GIZI UNTUK ANAK AUTIS

Ayu Bulan Febry K D, SKM, MM

Apakah  gangguan autis itu?

Autis merupakan salah satu dari gangguan pada anak yang ditandai munculnya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, komunikasi, ketertarikan pada interaksi sosial dan perilakunya. Autis juga merupakan kelainan perilaku yang penderitanya hanya tertarik pada aktivitas mentalnya sendiri.

Apa penyebab autis pada anak?

Autis dapat disebabkan oleh gangguan saraf otak, virus (toxoplasmosis, cytomegalo, rubella dan herpes) yang ditularkan ibu ke janin dan lingkungan yang terkontaminasi zat beracun.

Sebaiknya Orang Tahu….

Kriteria diagnostik autis

  1. Tidak adanya respons emosional dan sosial yang normal terhadap anak-anak lain dan orang dewasa.
  2. Gangguan perkembangan bahasa yang ditunjukkan dengan gagalnya mengembangkan kemampuan bicara   atau penggunaan bahasa yang aneh dan ketidakmampuan untuk memahami bahasa lisan.
  3. Melawan terhadap perubahan atau pengulangan tingkah laku aneh yang bersifat kompulsif (perilaku yang disadari dan berulang). Contoh menggoyang-goyang badan, menggeleng-geleng kepala.
  4. Berawal sebelum umur 3 tahun   Lamanya menahun

Bagaimana cara yang dapat digunakan orangtua untuk mendeteksi autis pada anaknya?

Anda sebagai orangtua  dapat mengamati beberapa hal pada anak anda untuk mendeteksi gejala autis, di antaranya :

  1. Anak pada usia 30 bulan menunjukkan belum bisa bicara untuk komunikasi
  2. Memiliki sikap cuek dan cenderung hiperaktif terhadap lingkungannya
  3. Anak tidak mampu untuk bermain bersama teman sebayanya
  4. Terjadi pengulangan pada perilaku yang tidak sewajarnya contohnya menggoyang-goyangkan kepala atau badan berulang-ulang.

Bagaimana penanganan anak autis?

Autiesme merupakan gangguan neurobiologis yang menetap. Gangguan neurobiologis tidak bisa diobati, tapi gejala-gejalanya bisa dihilangkan atau dikurangi, sampai orang awam tidak bisa lagi membedakan mana anak non autis dan anak penderita autis. Semakin dini terdiagnosis dan ditangani, maka semakin besar kesempatan untuk “sembuh”. Penanganan autis bisa dilakukan dengan beberapa cara. Metode yang sering dipakai di Indonesia adalah Applied Behavioral Analysis (ABA). Teknik ABA ini memiliki beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. One on one. Satu terapis menangani satu anak.
  2. Kepatuhan (compliance) dan kontak mata.
  3. Siklus dari Discrete Trial Training, tahap ini dimulai dengan memberi interuksi dan diakhiri dengan pemberian imbalan.
  4. Fading. Mengarahkan anak ke perilaku target dengan pemberian banyak contoh dan makin lama contoh makin dikurangi secara bertahap.
  5. Shaping. Pemberian tahap-tahap pada satu perilaku yang diharapkan semakin lama semakin mendekati tujuan.
  6. Chaining. Mengajarkan suatu perilaku yang kompleks. Yang kemudian dipecah menjadi beberapa aktivitas ringan yang disusun secara berurutan.
  7. Discrimination training. Tahap identifikasi dengan adanya pembanding di mana satu item sudah di label benar, yang kemudian ditambah secara bertahap.
  8. Mengajarkan pada anak konsep warna, bentuk, huruf, angka, dan lain-lain.

Gangguan gizi apa yang dialami anak autis?

Gangguan gizi pada anak autis, di antaranya :

  • Kekurangan asam lemak Omega-3.

Asam lemak Omega-3 merupakan asam lemak essensial yang dibutuhkan tubuh, sedangkan tubuh tidak dapat mensintesanya. Sumber asam lemak omega-3 yaitu minyak biji-bijian, kacang-kacangan dan minyak ikan.

  • Kekurangan zink/seng.

Zink diperlukan untuk perkembangan mukosa usus yang sehat, pengembangan sistem imun yang sempurna, dan metabolisme tulang. Kebutuhan zink untuk bayi: 3-5 mg/hari, dan anak usia 1-9 tahun: 8-10 mg/hari.Kekurangan zink kronis dapat menyebabkan gangguan fungsi pencernaan, fungsi pankreas, gangguan sistem imun dan dapat pula mengganggu pusat sistem syaraf dan fungsi otak. Sumber zink antara lain protein hewani: daging, hati, kerang, dan telur.

  • Kelebihan

Zat tembaga yang berlebihan dapat meningkatkan penghancuran asam lemak dalam sel terutama sel otak dan juga meyebabkan serosis hati. Hal ini dapat terjadi karena suplemen tembaga atau menggunakan alat masak dari tembaga untuk masak yang bersifat asam.

  • Kekurangan kalsium dan magnesium.

Fungsi kalsium untuk pembentukan tulang, gigi dan kontraksi otot. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan mudah terjadi kejang otot. Sumber kalsium di antaranya susu, teri, udang, telur dan kacang-kacangan. Kebutuhan akan kalsium pada bayi: 300-400 mg/hari, dan pada anak-anak: 500 mg/hari. 

Magnesium  berfungsi sebagai katalisator reaksi-reaksi biologis di dalam sel jaringan. Di dalam cairan ekstraseluler berperan di transmisi saraf, kontraksi otot/mengendurkan otot dan pembentukan darah. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, kurang nafsu makan, gugup dan mudah tersinggung. Kebutuhan 4,5 mg/kg bb/hari. Sumber magnesium yaitu sayuran hijau, serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, susu dan cokelat.

Bagaimana pengaruh gluten, kasein, phenol dan food additive terhadap anak autis ?

Sebaiknya hindari memberikan anak penderita autis makanan dan minuman yang mengandung gluten, kasein, phenol dan bahan tambahan makanan. Kandungan-kandungan tersebut diperkirakan sebagai salah satu pemicu munculnya sikap agresif di otak. Untuk lebih jelasnya akan diterangkan bagaimana pengaruh zat-zat ini terhadap sikap agresif di otak.

  • Gluten dan kasein
    • Gluten terdapat pada gandum, havermut atau oat dan gluten biasanya memberi kekuatan dan kekenyalan pada tepung terigu. Sementara kasein merupakan protein susu. Anak autis pada umumnya tidak dapat mencerna gluten dan kasein secara sempurna, akibatnya akan menghasilkan peptida (asam amino rantai pendek) yang secara biologis masih aktif dan dapat berfungsi seperti “opioid”—zat yang bekerjanya mirip morphine yaitu untuk penekan/pengurang rasa sakit yang secara alami diproduksi oleh tubuh. Kadar opioid gliadomorphin (peptida dari gluten) dan casomorphin (peptida dari kasein) pada urine anak autis meningkat. Diduga beberapa opioid peptida tersebut keluar dari usus halus, masuk ke dalam aliran darah terus ke otak sehingga menyebabkan gangguan syaraf. Oleh sebab itu pemberian diit/makanan tanpa gluten dan kasein dapat membantu mengurangi produksi opioid.
  • Phenol Sulfurtransferase (PST)

Enzim ini berperan untuk memecah hormon dan beberapa komponen makanan dan cara utama detoksifikasi/pembuangan zat kimia beracun. Pada anak yang kekurangan enzim ini biasanya menjadi sensitif terhadap makanan yang mengandung phenol seperti pisang, jeruk, tomat, anggur merah, apel, cokelat dan susu. Untuk itu, makanan tersebut harus dihindari. Reaksi anak terhadap makanan yang mengandung phenol dapat terjadi pada  fisik, perilaku atau keduanya, di antaranya berupa merah di pipi dan telinga, pusing, agresif dan hiperaktif.

  • Food additive
    • Food additive adalah zat yang ditambahkan dalam  makanan misalnya zat pewarna, zat pengawet dan penyedap. Anak autis juga sensitif terhadap makanan yang mengandung food additive, ini ada hubungannya dengan kekurangan enzim phenol pada anak autis

Bagaimana pengaturan makanan untuk anak autis ?

Salah satu cara untuk menanggulangi autis adalah mengatur makanan bagi anak autis, yaitu dengan cara:

  • Berikan makanan dengan gizi seimbang.
  • Makanan sumber karbohidrat: dipilih yang tidak mengandung gluten.
  • Makanan sumber protein dipilih yang tidak mengandung kasein.
  • Gunakan minyak kelapa, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai.
  • Bila anak kekurangan enzim phenol sulfurtransferase, hindari makanan yang mengandung phenol.
  • Bila anak alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, hindari makanan tersebut.
  • Bila keseimbangan zat gizi tidak dapat dipenuhi, pertimbangkan pemberian suplemen vitamin dan mineral.
  • Menghindari makanan yang menggunakan food additive.
  • Biasakan membaca label makanan untuk mengetahui komposisi makanan secara lengkap.
  • Makanan cukup bervariasi. Bila makanan monoton maka anak akan cepat bosan.
  • Hindari junk food atau makanan cepat saji, sebaliknya perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar.
  • Cukup mengonsumsi serat, khususnya yang berasal dari sayuran dan buah. Satu hari  sebanyak 3-5 kali.

Makanan  apa yang boleh diberikan  untuk anak autis?

  • Beras, ketan, kentang, jagung, singkong, ubi, tepung beras, tapioka, sagu dan hasil olahannya seperti bihun dan soun.
  • Daging: sapi, babi, kambing, burung, ayam, hati, ikan, kepiting, cumi, telur, udang, hati.
  • Tahu, tempe, kacang hijau, kacang kedelai, kacang mede, kacang tanah, lentil, kacang kapri, susu kedelai.
  • Minyak kelapa, minyak zaitun, minyak jagung, minyak kacang, santan.
  • Sayuran dan buah segar
  • Teh, sari buah murni tanpa pengawet, susu kedelai.
  • Bahan tambahan makanan seperti: acasia gum, asam acorbat, asam fumerat, beta karoten, kalsium: ascorbat, phosphate, sulfate, karbonat, selulosa, gel, gum, gelatin, glyceride, lecithin, pektin, potasium/kalium: klorida, sitrat, phosphate, sorbate.
  • Bumbu dapur, cokelat bubuk, agar-agar gelatin.

Makanan  apa yang sebaiknya dihindari untuk anak autis ?

  • Makanan mengandung gluten: gandum, barley, bulgur, terigu dan semua hasil olahannya.
  • Makanan sumber kasein: susu dan hasil olahannya: keju, yoghurt, krim.
  • Daging, ikan yang diawet, dan diolah seperti sosis, kornet, daging asap, ikan asap, sarden.
  • Tauco, kecap.
  • Mentega, krim.
  • Saus tomat, saus cabe, dan sayuran yang diawetkan dan diasinkan.
  • Buah yang diawetkan dan buah dalam kaleng.
  • Minuman botol ringan, sari buah dengan pengawet.
  • Pewarna tiruan, zat penambah rasa/ monosodium glutamat, zat penambah aroma, pemanis: aspartam, sakarin, kafein, polybate, nitrat, nitrit (pengawet daging).
  • Makanan yang diawetkan dengan bahan pengawet, permen, permen cokelat, lada bubuk sering dicampur terigu, ragi. 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials