Detail

Blog Image

CIPTAKAN ATERNATIF KEAHLIAN BAGI REHABILITAN, RSJRW SELENGGARAKAN PELATIHAN BATIK CIPRAT

Kerajinan Batik Ciprat Yayasan Rumah Kinasih asal Kabupaten Blitar berhasil mengembalikan martabat para penyandang disabilitas melalui karya batik yang kini ramai diperbincangkan. Kerajinan Batik Ciprat dimulai sejak 2016 yang lalu dan kini telah berhasil memberikan penghasilan tetap bagi 25 penyandang disabilitas yang aktif membuat batik setiap harinya.

Apa yang telah dilakukan Yayasan Rumah Kinasih dalam memberikan pendampingan dan memberikan kesempatan kerja pada penyandang disabilitas menjadi poin penting yang akan diadaptasi oleh manajemen RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) dalam menciptakan keahlian baru yang mudah diproduksi dan bernilai jual tinggi.

Saat ini rehabilitasn RSJRW telah dilatih berbagai keahlian sesuai dengan minat dan bakatnya, dan kerajinan batik ciprat akan menjadi salah satu alternatif keahlian yang ditawarkan. Beberapa kelebihan kerajinan batik ciprat antara lain proses produksi yang relatif mudah, tidak membutuhkan pola tertentu seperti batik tulis atau batik cap serta memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Sebagai langkah awal, manajemen rumah sakit melalui Instalasi Rehabilitasi Fisik dan Psikososial menyelenggarakan pelatihan Batik Ciprat pada 24-25 Oktober 2019 yang lalu yang diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas Terapis Okupasi, Pekerja Sosial, Perawat dan Instruktur Rehabilitasi. Pelatihan dibuka secara resmi oleh kepala Bidang Medik dr. Gunawan, MMRS. Pada sambutannya disampaikan pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan karena sesuai fungsi, rumah sakit wajib memberikan pelayanan rehabilitatif bagi rehabilitan sebelum kembali di tengah masyarakat. Kerajinan batik ciprat yang relatif mudah diproduksi dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi dapat menjadi alternatif kealihan yang akan diajarkan kepada rehabilitan.

Lebih jauh diharapkan bekal keahlian yang dimiliki dapat memberikan rasa percaya diri dan sanggup menjadi manusia yang produktif. Bekal tersebut sebagai upaya preventif yang disiapkan rumah sakit dalam mencegah kekambuhan yang mungkin dialami rehabilitan saat mengalami tekanan dan pengucilan dari keluarga maupun masyarakat.

Usai menyelenggarakan pelatihan, para instruktur yang telah dilatih akan segera membuat program Batik Ciprat sebagai alternatif keahlian rehabilitan. Selanjutnya manajemen akan menindaklanjuti media pemasaran batik sehingga para rehabilitan dapat menerima manfaat secara berkelanjutan.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials