Detail

Blog Image

HAPPY AT WORK “KARYAWAN HAPPY, PRODUKTIVITAS MENINGKAT”

Dr. Nany Wulandari

               Setiap orang pasti pernah mengalami stress dalam kehidupan. Meski tidak semua stres itu buruk, penting bagi kita untuk mengenali dan mengambil langkah apa saat stres dirasakan mulai memiliki efek negatif pada pikiran, perasaan maupun perilaku.              

Mayoritas kita yang bekerja setuju jika dikatakan bahwa pekerjaan dapat menyebabkan stress tersendiri. Suasana bekerja sangat menentukan produktivitas organisasi. Tak jarang capaian target, suasana bekerja serta hubungan dengan sesama karyawan dalam organisasi dapat menimbulkan stress tersendiri. Namun stress tersebut sebenarnya juga dapat menjadi sesuatu yang positif, pemicu semangat dalam mencapai tujuan . Sehingga bila kita mampu mengelola stress tersebut dengan baik maka organisasi atau perusahaan lah yang akan menuai hasilnya, yaitu karyawan happy, produktivitas meningkat. Maka manajemen stres atau mengelola stress secara efektif tidak hanya dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental yang lebih baik namun juga  kinerja yang lebih baik .               Berbicara soal waktu, sepertiga dari keseluruhan waktu dalam sehari banyak dihabiskan di tempat bekerja, sehingga tempat bekerja seolah-olah seperti “rumah kedua” . Maka sebagai karyawan atau pekerja, tentu kita perlu memastikan bahwa waktu yang dihabiskan akan terasa menyenangkan sehingga perasaan yang menyenangkan ini bisa terbawa sampai ke rumah sepulang bekerja. Namun tidak semua karyawan senang  akan pekerjaannya maupun lingkungan pekerjaannya.              

Faktor-faktor yang berkontribusi pada kebahagiaan dan kenyamanan di tempat kerja ini antara lain faktor individu,  suasana di tempat kerja, hubungan antar karyawan dan pekerjaan itu sendiri. Hal-hal inilah yang bila tidak dikondisikan dengan baik akan memicu stress yang negatif, meski demikian bukan berarti kenyamanan tersebut tidak dapat dicapai. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk memperoleh kenyamanan dan bahagia  di tempat kerja.              

Berikut saran dari para pakar yang dikutip dari berbagai referensi yang bisa kita lakukan dengan 3 hal yaitu mulai dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil dan mulai dari sekarang :

1.    Alasan yang kuat dalam bekerja

2.    Manajemen waktu

3.    Kembangkan hubungan interpersonal yang baik

4.    Mengelola emosi dengan baik Sekarang mari kita kupas satu persatu.

1.    Alasan yang kuat dalam bekerja

Karyawan  yang tidak senang di tempat kerja mungkin karena mereka secara fundamental belum menemukan hal yang memotivasi mereka, suatu alasan yang kuat (strong why) sehingga tidak memiliki rasa kebermaknaan dalam pekerjaan atau keterkaitan mereka dengan tim mereka. Rasa kebermaknaan dalam bekerja dapat kita rasakan bila kita selalu meniatkan bekerja adalah ibadah, bentuk pengabdian kita juga kepada Sang Pencipta.

Selanjutnya alasan yang kuat dalam bekerja berikutnya adalah bagaimana kita mendefinisikan kesenangan, kesuksesan, dan kepuasan di tempat kerja, bagaimana kita  memandang pekerjaan serta hubungan dengan rekan kerja secara mental.

Tak kalah penting dari alasan kuat dalam bekerja adalah  organisasi harus  mampu mengembangkan kapasitas karyawannya dengan baik, karena kebahagiaan di tempat kerja salah satunya adalah dengan karyawan dapat tumbuh dan belajar di organisasi tersebut sehingga karyawan merasa dihargai dan dibutuhkan oleh organisasi.

2.    Manajemen waktu

Agar tetap punya semangat tinggi, produktif, terlibat aktif dan lebih bahagia di tempat kerja, penting untuk memprioritaskan keseimbangan dan waktu. Displin adalah kunci, karena dengan disiplin maka pekerjaan akan selesai tepat waktu, kesehatan terjaga karena disiplin memanfaatkan waktu istirahat,  dan kita bisa tetap punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

3.    Kembangkan hubungan interpersonal yang baik

Dengan membina  hubungan interpersonal yang baik di tempat kerja, dapat mendukung pertumbuhan karier maupun kinerja organisasi, bahkan dapat membantu menyelesaikan beberapa persoalan yang muncul. Karena sebagai individu, kita tetap membutuhkan teman, mentor, penasihat, untuk memunculkan ide, saran, untuk melakukan brainstorming, menghibur, ataupun membantu menemukan solusi, atau teman untuk diajak bersenang-senang.

Dalam membina hubungan dengan orang lain ada hal yang harus dihindari, yaitu hindari berdekatan dengan orang yang selalu berespon negatif. Lebih baik habiskan waktu berteman dengan orang yang positif. Tips nya adalah mulai saat ini upayakan diri sendiri untuk selalu berkata-kata positif dan uapayakan menghindari kata-kata negatif.

Membina hubungan yang baik tidak hanya pada rekan kerja, staf, namun juga dengan atasan. Biasakan berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan dalam organisasi. Mengambil pendekatan yang lebih kolaboratif untuk pekerjaan akan meningkatkan visibilitas pencapaian tujuan dalam pekerjaan sehari-hari.

4.    Ciptakan suasana yang nyaman            

Suasana nyaman dapat dilakukan dengan  penataan area kerja, melakukan aktivitas olahraga atau kegiatan positif lain yang membuat kita merasa nyaman. Kementerian kesehatan RI telah menetapkan program aktivitas gerak di tengah aktivitas bekerja kita pada pukul 10 dan 14. Tujuannya adalah menjaga kesehatan, memperbaiki postur dan mengurangi kelelahan. 

5.    Mengelola emosi dengan baik (mengelola stress)          

  Marah adalah bagian dari kehidupan seperti halnya kebahagiaan dan kasih sayang. Kemarahan  adalah reaksi yang dibangun dalam sistem saraf. Uniknya , marah adalah salah satu emosi pertama seorang ibu mengenali bayinya yang baru lahir. Respon kita saat dunia tidak memperlakukan kita seperti yang kita inginkan tergantung dari kita sendiri. Respon yang positif membuat kita lebih baik, bahkan meningkatkan kualitas hidup kita, sebaliknya respon negatif justru akan merusak diri kita dan lingkungan kita.                        

Berikut beberapa aktivitas  yang dapat dilakukan untuk mengelola stress:

1.   Mengubah cara berpikir dari pikiran negatif menjadi pikiran  positif terhadap suatu hal  , misalnya mengubah suatu ‘permasalahan’ menjadi sebuah ‘tantangan’ . Pikiran positif juga membuat lebih percaya diri, menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran

2.   Melakukan relaksasi dengan Pernapasan dalam (atau 'pernapasan perut').Cara ini merupakan salah satu cara termudah dan tercepat karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Posisi duduk atau berdiri lurus, letakkan tangan di atas perut dan rasakan naik turunnya saat bernafas, ambil nafas yang dalam dan lambat, hirup udara dari hidung dan keluar melalui mulut

3.   Memahami permasalah yang terjadi dan temukan solusi terbaik untuk mengatasinya

4.   Mengelola amarah yang akan muncul.     Dalam buku Anger Management (W. Doyle Gentry, PhD)  dikatakan bahwa kita perlu mengelola marah saat ini, esok hari, hal-hal yang telah lalu serta melakukan perubahan gaya hidup.

5.   Let it flow,hidup tidak selalu sempuna, terkadang dalam hidup kita menemui beberapa permasalahan yang sulit untuk dipecahkan. Kita harus meyakini bahwa segala sesuatu terjadi untuk suatu alasan, bahwa dibalik setiap permasalahan pasti ada hikmah yang bisa dipetik dan Sang Maha Sempurna akan menyelesaikan dengan cara Nya yang teramat indah. Oleh sebab itu tetap lakukan yang terbaik, dengan niatan yang baik , karena boleh jadi segala hal baik yang kita lakukan, segala ikhtiar kita,  menjadi salah satu bentuk ibadah kita, pengabdian kita kepada Sang Pemilik Hidup.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials