Detail

Blog Image

Benda Asing Sederhana di Bidang THT pada Anak-Anak

Haryogi Pramuditya, Sp.T.H.T.K.L

 

Benda asing pada tubuh manusia dapat dikatakan sebagai benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh yang dalam keadaan normal seharusnya tidak ada. Sebagai contoh, benda asing di saluran pernafasan adalah benda yang berasal dari luar tubuh atau dari dalam tubuh, yang dalam keadaan normal tidak ada yang tersangkut dan atau terjepit di sepanjang saluran pernafasan oleh karena teraspirasi atau tersedak, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Benda asing dapat berasal dari luar tubuh yang disebut dengan benda asing eksogen, biasanya masuk melalui hidung atau mulut secara ingesti (tertelan) maupun inhalan (terhirup). Sedangkan benda asing yang berasal dari dalam tubuh disebut benda asing endogen. Semua benda asing dapat menjadi masalah apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi.

Benda asing eksogen terdiri dari benda padat, cair, atau gas. Benda asing eksogen padat terdiri dari zat organik, seperti kacang-kacangan, tulang dan zat anorganik seperti jarum, mainan, peniti, batu, plastik, dan lainnya. Benda asing eksogen cair dibagi dalam benda cair yang bersifat iritatif, seperti zat kimia, dan benda cair non-iritatif. Benda asing endogen dapat berupa sekret, darah atau bekuan darah, nanah, krusta, cairan amnion, atau mekonium.

Kasus benda asing pada bidang THT sangat sering terjadi pada bayi dan anak-anak terutama yang berusia dibawah 5 tahun. Pada usia tersebut seringkali anak-anak masih sulit membedakan mana benda yang bisa dimakan atau tidak, dan pada usia tersebut anak-anak memiliki rasa keingintahuan dan penasaran yang sangat tinggi terhadap beragam bentuk benda di sekitarnya pada saat sedang bermain. Semua benda yang ada di sekitar anak-anak dapat dianggap sebagai mainan untuk dirinya sendiri atau mainan bersama teman usia sebayanya.

Benda asing yang cukup sering ditemui pada bidang THT adalah benda padat non organik yang dapat berupa manik-manik ataupun mainan gabus yang dapat dijumpai di manapun. Beberapa anak-anak sering menggunakan manik-manik sebagai benda yang mereka anggap mainan dan kemudian memasukkan ke dalam lubang di tubuhnya, seperti misalnya lubang hidung atau lubang telinga, baik ke dirinya sendiri atau ke temannya sebagai bahan bercanda pada saat bermain. Untuk itulah perlunya pengawasan dari orang tua atau orang terdekat dari mereka yang rentan terkena kasus benda asing THT saat anak-anak sedang bermain dan juga pentingnya mengenal serta mengetahui tanda-tanda adanya benda asing di bidang THT agar dapat mendeteksi adanya kemungkinan benda asing supaya dapat segera dilakukan penanganan.

Sebagai contoh di organ hidung, hampir sekitar 80% kejadian benda asing di hidung mengeluhkan adanya rasa buntu atau tersumbat di salah satu sisi hidung, yang kemudian menimbulkan suatu keluhan baru yaitu hidung sering pilek dan disertai dengan bau yang tidak enak. Hal ini dikarenakan benda asing tersebut telah cukup lama berada di dalam hidung sehingga menimbulkan suatu reaksi dari hidung dan kemungkinan anak enggan atau takut untuk mengatakan hal tersebut kepada orangtuanya karena pada saat bermain, anak kesulitan untuk mencoba mengeluarkan benda tersebut karena sudah terlalu masuk ke dalam. Benda asing lainnya yang cukup sering ditemukan pada hidung adalah biji-bijian, serpihan sterefoam, bagian dari mainan mobil-mobilan, bungkus makanan, dan juga baterai kancing yang sering pada mainan anak-anak.

Baterai kancing yang terbuat dari bahan metal sebagai benda kecil yang bersinar sering menarik perhatian anak-anak sehingga kasus ini perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Sifat isi bahan baterai yang korosif dapat membuat lapisan mukosa di rongga hidung menjadi iritasi dan nekrosis bahkan terjadi perforasi (lubang) pada dinding tengah hidung. Oleh karena sifatnya yang korosif maka benda asing baterai kancing di hidung harus segera dikeluarkan sebelum minimal 7-8 jam sejak tertinggal di rongga hidung untuk mencegah terjadinya perforasi dinding hidung. Pengambilan benda asing di hidung sebaiknya segera dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman karena jika salah melakukan tindakan pengambilan dapat terjadi benda asing malah masuk lebih dalam ke rongga hidung dan jatuh ke dalam rongga mulut atau ke saluran pernafasan.

Benda asing di telinga yang cukup sering terjadi adalah biji-bijian, dan juga kapas dari cotton bud. Terkadang orangtua sering menggunakan cotton bud untuk tujuan membersihkan telinga anaknya ataupun untuk mengurangi adanya rasa gatal di telinga. Perlu diketahui bahwa penggunaan cotton bud sebaiknya tidak perlu karena liang telinga bisa jadi terlalu bersih sehingga fungsi kotoran telinga yang dapat mencegah hewan masuk ke dalam telinga menjadi hilang. Kapas cotton bud yang tertinggal dapat menimbulkan keluhan telinga menjadi terasa grebeg-grebeg, kurang nyaman serta pendengaran dapat menurun di sisi telinga yang bermasalah. Benda asing di telinga dinilai cukup aman karena adanya gendang telinga dan liang telinga yang sempit sehingga tidak semua benda asing yang berukuran besar dapat masuk lebih dalam. Namun perlu diwaspadai apabila benda asing di telinga berupa benda dengan ujung yang cukup tajam seperti tutup bolpoin atau peniti karena dapat melukai gendang dan kulit liang telinga.

Benda asing juga dapat terjadi di rongga mulut atau di tenggorok. Benda asing di tempat ini lebih sering karena pada saat makan misalnya sedang menyuapi anak-anak  ada sesuatu yang seharusnya tidak dimakan malah menjadi tertelan. Sebagai contoh yang cukup sering adalah duri ikan, benda asing ini terjadi karena pada saat makan ikan, alih-alih menggunakan tangan untuk memilah dan memisahkan duri ikan dari dagingnya kebanyakan ada yang menggunakan sendok dan garpu. Penggunaan sendok dan garpu pada saat memakan ikan dapat berpotensi untuk tidak memisahkan duri ikan dengan baik sehingga pada saat makan, duri ikan sering tertancap di dalam rongga mulut, misalnya di gusi, tonsil (amandel), dinding tenggorok bahkan pangkal lidah atau daerah sekitar pangkal lidah. Makan nasi atau minum air dengan tujuan supaya benda asing tersebut dapat terlepas justru terkadang semakin membuat benda asing tersebut masuk dan tertancap lebih dalam sehingga menjadi lebih sulit dikeluarkan.

Benda asing di tenggorok juga perlu perhatian yang khusus karena dekatnya rongga mulut dengan area saluran pernafasan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi potensi benda asing di tenggorok menjadi lepas dan masuk ke saluran pernafasan yang justru akan menimbulkan permasalahan yang lebih sulit. Pada prinsipnya semua benda asing di semua tempat di bidang THT sebaiknya segera dikeluarkan untuk tidak menimbulkan masalah lebih lanjut baik jenis benda asingnya tajam atau tumpul. Akan lebih baik apabila segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk pengambilan benda asing tersebut dan tidak dicoba dikeluarkan sendiri untuk mendapatkan tindakan yang lebih tepat dan cepat.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials