Detail

Blog Image

RSJRW SIAP BERGABUNG DALAM APLIKASI SINAPON RSKO

Indonesia darurat Napza, seruan tersebut sudah sering terdengar baik melalui berbagai media massa maupun dalam berbagai kegiatan masyarakat. Bila diteliti lebih jauh seberapa “darurat” penyalahgunaan Napza di Indonesia, Kepala BNN RI, menyatakan Pengguna Napza di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 3,3 juta orang (diluar pengedar dan jaringannya). Jumlah penyalahgunaan Napza yang terjerat kasus hukum terus meningkat. Saat ini jumlah Napi terkait penyalah gunaan Napza mencapai 60 % dari jumlah tahanan yang ada di Lapas (Dirjen Lapas, 2018)

Besarnya tingkat penyalahgunaan Napza saat ini belum diimbangi dengan tersedianya akses fasilitas rehabilitasi bagi para pemadat.  Berangkat dari fenomena tersebut Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) mengembangkan sebuah aplikasi Sistem Informasi Napza Online Terintegrasi (SINAPON) sebagai wujud Strategi Penguatan Pelayanan Rehabilitasi Napza.

RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) sebagai penyedia layanan rehabilitasi Napza menyambut baik tawaran kerjasama RSKO dalam pengembangan SINAPON agar dapat hadir sebagai solusi ketersediaan rehabilitasi bagi masyarakat. Pada Senin 26 Agustus 2019 Tim RSKO yang dipimpin langsung oleh dr. Azhar Jaya, SKM, MARS melakukan presentasi aplikasi SINAPON dihadapan Direktur Utama RSJRW, Jajaran Direksi, Pejabat Struktural dan Tim IT.

Sebagai tindak lanjut pertemuan, saat ini Tim IT RSJRW tengah melengkapi data yang dibutuhkan pada aplikasi tersebut agar segera dapat diakses oleh masyarakat. Diharapkan dengan bergabungnya RSJRW dalam aplikasi SINAPON dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan rehabilitasi Napza, sebagai partisipasi RSJRW dalam menanggulangi penyalahgunaan Napza.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials