Detail

Blog Image

CEGAH EMPTY NEST SYNDROME RSJRW SELENGGARAKAN KEGIATAN WISATA JIWA “PELANGI NUSANTARA”

Saat ini usia harapan hidup di Indonesia terus meningkat, menurut data Kementerian Kesehatan RI usia harapan hidup laki-laki di Indonesia mencapai 69 tahun, sedangkan usia perempuan lebih tinggi yaitu 74 tahun atau rata-ratanya mencapai 71 tahun.

dr Yuniar SpKJ Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) menyampaikan bahwa seiring dengan bertambahnya jumlah lansia pada komposisi anggota masyarakat, tentu juga diiringi dengan bertambahnya problem yang dialami. Lansia sangat rentan terkena Empty Nest Syndrome.

Sindrom ini menggambarkan kondisi psikologis yang mengacu pada rasa tekanan, kesedihan, dan duka cita yang dialami lansia dalam suatu waktu karena ditinggalkan oleh anggota keluarganya baik untuk bekerja, menempuh pendidikan maupun menikah.

Kondisi masyarakat yang sangat dinamis, dengan tuntutan ekonomi yang tinggi membuat kaum produktif banyak menghabiskan waktu di tempat kerja dan kurang memberikan waktu untuk keluarga termasuk perhatian kepada orang tua yang telah lanjut usia dan hidup terpisah jauh dari anak dan cucunya.

Namun kehilangan sosok  anggota keluarga tidak hanya dialami oleh lansia, anak-anak juga kerap kehilangan figur nenek atau kakek yang jarang mereka temui. Menyikapi kondisi tersebut rumah sakit menyelenggarakan kegiatan Wisata Jiwa bertajuk “Pelangi Nusantara” yang berhasil menjembatani kegiatan intergenerasi antara lansia dan anak-anak.

Kegiatan yang diikuti 38 lansia dan 33 anak TK, dalam kegiatan tersebut para peserta wisata jiwa melakukan aktivitas brain gym, kolaborasi fashion show, dan melakukan kegiatan permainan seperti membuat prakarya, melukis di atas batu, bermain ular tangga, benyanyi bersama, melukis dan berbagai kegiatan menarik lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut didesain khusus sebagai alternatif aktivitas lansia dan anak-anak karena selain mengasah kemampuan motorik juga sekaligus melatih kemampuan kognitif. Bagi anak-anak kegiatan ini berguna untuk mengembangkan kemampuan fisik dan kognitif.  Bagi lansia kegiatan wisata jiwa berguna sebagai terapi Reminessence untuk mempertahankan kemampuan fisik dan kognitifnya.

Diharapkan kegiatan wisata jiwa tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan kognitif anak dan lansia. Lebih dari itu kegiatan ini dapat mengisi rasa “kosong” akan figur anggota keluarga sehingga anak dan lansia dapat menjalani kehidupan mereka dengan lebih bahagia (asw hukormas).  

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0