Detail

Blog Image

Miskonsepsi dan Mitos Pemakaian NAPZA

Eko Djunaedi, Sp.KJ

 

 

          Bila kita menanyai para junkies (penyalah-guna Narkoba/NAPZA) perihal riwayat mereka menyalahgunakan zat berbahaya itu, hampir jawaban yang muncul adalah jawaban yang sebetulnya banyak kelirunya.

          Berikut ini adalah jawaban yang sering dikemukakan ketika para Penyalahguna Zat di RSJRW ditanyai alasannya memakai Narkoba, antara lain:

  1. Untuk bekerja. (Tidak jelas diungkapkan hubungannya dengan pekerjaan, ada yang mengatakan menambah kemauan bekerja, ada yang beralasan menambah motivasi, ada juga yang tidak bisa menerangkan lebih jauh lagi).
  2. Kesenangan [sesaat]. (“Pokoknya senang!”. Apa yang terjadi sesudah itu tidak pernah dipikirkan, yang penting senang.)
  3. Menyelesaikan masalah. (Tidak dapat menerangkan logikanya bagaimana, namun diakui bila saat itu mereka jadi terlupa dengan masalahnya)
  4. Kegairahan (sexual). (Dengan memakai Narkoba menjadi lebih “Joss!!”. Padahal ada zat narkoba yang malah menurunkan performa sexual.)
  5. (Pengertian ‘sehat’ ini didapat dari keterangan penjual Narkoba. Bila dipikir-pikir mereka tidak tahu sehatnya dari mana. Yang jelas mereka sering lalu merasa kurang sehat, sesudah memakai Narkoba)
  6. Percaya diri. (Karena memakai Narkoba, kepercayaan diri meningkat)
  7. Tidak malu. (Yang dulu pemalu menjadi berani, tetapi kadang kala malah malu-maluin.
  8. (“Kalau nggak berani memeakai Narkoba , kurang gaya”)

Jawaban-jawaban di atas jelas tidak menggambarkan efek yang lebih masuk akal akibat penyalah-gunaan Narkoba.

Narkoba/NAPZA adalah Zat yang dalam waktu lama mengubah cara otak bekerja. Otak mengirimkan sinyal keinginan kuat dan kuat, yang disertai dengan paksaan untuk digunakan. Perubahan otak ini membuatnya sangat sulit untuk berhenti dan seringkali pada akhirnya memerlukan program perawatan (rehabilitasi).

Selain hal di atas, banyak lagi mitos-mitos yang menyesatkan seseorang untuk memakai narkoba. Mitos tersebut antara lain:

  1. Ganja itu tidak berbahaya.

FAKTA: Perokok ganja berisiko mengalami masalah kesehatan yang sama dengan perokok tembakau, seperti: sakit bronkitis, emfisema, dan asma bronkial. Mereka juga mengalami penurunan koordinasi, masalah ingatan, dan konsentrasi yang buruk.

  1. Menggunakan narkoba tidak mengubah otak.

FAKTA: Obat-obatan/Narkoba jelas mengubah struktur otak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyalahgunaan, kecanduan, dan masalah fisik dan neurologis (pikiran) yang sangat serius.

  1. Obat-obatan “Narkoba” legal yang ada di apotik sangat membantu; dan bukan obat berbahaya.

FAKTA: Tidak masalah apakah obat itu legal atau ilegal karena semua obat dapat disalahgunakan. Bahkan jika obat yang diatur oleh pemerintah dianggap "aman," penyalahgunaan dan penyalahgunaan obat ini masih dapat memiliki efek berbahaya.

  1. Orang tua tidak memiliki pengaruh apa pun atas penggunaan ganja anak remajanya.

FAKTA: Penggunaan ganja lebih jarang terjadi di kalangan remaja yang berpikir bahwa orang tua mereka akan sangat tidak setuju mencoba ganja sekali atau dua kali.

  1. Menggunakan narkoba adalah bagian normal dari pertumbuhan dan mencobanya (eksperimen) tidak berbahaya.

FAKTA: Mayoritas remaja menolak narkoba. Lebih dari 90 persen remaja mengerti bila Narkoba itu berbahaya.

  1. Kita tidak dapat overdosis pada obat resep dokter untuk mendapatkan efek “high” pertama kali.

FAKTA: Siapapun dapat overdosis pada obat apa pun bahkan saat pertama kali menggunakannya.

  1. Banyak siswa SMP yang menyalahgunakan inhalansia (“ngelem”).

FAKTA: Menurut survei nasional (di Amerika), hampir 92 persen siswa kelas 8 melaporkan TIDAK menggunakan inhalansia dalam satu tahun terakhir.

  1. Semua orang pasti pernah sesekali mencoba Narkoba

FAKTA: Tidak semua orang melakukannya. Bahkan, sebagian besar remaja tidak menggunakan narkoba. Mereka yang menggunakan narkoba jarang melakukannya, di pesta atau pada kesempatan tertentu. Sebagian besar remaja tidak minum atau menggunakan narkoba secara teratur.

  1. Tidak ada salahnya untuk mencobanya “hanya sekali saja!”.

FAKTA: Dapat terjadi sakit akibat mencoba narkoba. Anda dapat melakukan sesuatu yang Anda sesali saat berada di bawah pengaruh, Anda bisa menjadi kasar atau menjadi korban kekerasan, Anda bisa menjadi sangat sakit dan, dalam kasus-kasus ekstrem, Anda bahkan bisa mati.

  1. Penggunaan narkoba bersifat suka-suka ....., Saya bisa berhenti kapan saja saya mau!

FAKTA: Memang benar bahwa penggunaan narkoba adalah pilihan (pada awalnya), tetapi seiring waktu, itu mengubah kimia otak dan tubuh yang selanjutnya menghasilkan kebutuhan obat yang kompulsif dan tidak terkendali. Kecanduan adalah efek samping serius dari penyalahgunaan narkoba.

          Kesimpulannya, jangan serkali-kali mencoba Narkoba/NAPZA apapun alasannya, dikarenakan efeknya terhadap struktur otak dan dapat menyebabkan rusaknya daya pikir dan mentalitas/kejiwaan kita.

Ingatlah, adanya fakta dua orang di Indonesia mati sia-sia setiap harinya gara-gara Narkoba, dan potensi negara dirugikan sekitar 72 trilyun rupiah setiap tahunnya. (Hasil survey BNN).

Narkoba/NAPZA itu berbahaya, diharamkan negara, dan membawa bencana !

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials