Detail

Blog Image

Milenial Sehat Tanpa Narkotika Menuju Indonesia Emas ( Hari Anti Narkotika International Tahun 2019)

Dr.Eko Djunaedi,Sp.KJ

 

          Saat ini di Indonesia, setiap hari, ada dua orang yang menuinggal oleh karena Narkoba/NAPZA. Sedangkan di dunia, sekitar 21 orang meninggal sia-sia karenanya, setiap jamnya !.

          Berdasarkan hasil penelitian BNN bekerja sama dengan LIPI, dijelaskan Kepala BNN Heru Winarko bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba pada kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 3,21% atau setara dengan 2.297.492 pelajar/mahasiswa dan 1.514.037 orang golongan pekerja (sekitar 2,1 persen) pernah menyalahgunakan narkoba pada tahun 2018.

          Saat ini terdapat 803 narkoba jenis baru di berbagai belahan dunia. Ini dikarenakan para produsen selalu berusaha menciptakan zat psikoaktif baru (“new psychoactive substances” atau NPS) yang tidak terdaftar dalam UU Narkotika dalam upaya menghindari hukum pidana. New psychoactive substances (NPS) ini di pasaran biasa juga disebut sebagai “legal highs”, “bath salts” dan “research chemicals”.

          Berkaitan dengan hal itu Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI No 20 tahun 2018 tanggal 3 Juli 2018  telah memasukkan sebanyak 66 jenis NPS ke dalam peraturan. (dari 74 jenis NPS yang swaat ini masuk ke Indonesia).

BNN dan Polri sendiri telah mengungkap 40.553 kasus yang melibatkan 53.251 tersangka selama 2018. Barang bukti yang disita pada tahun 2018, antara lain ganja sebanyak 41,3 ton, shabu sebanyak 8,2 ton, dan ekstasi sebanyak 1,55 juta butir. Selain itu juga ditemukan ladang ganja seluas 47 hektar pada tahun lalu.

          Tepatlah pernyataan Presiden RI, Joko Widodo, bahwa Indonesia berada pada kondisi darurat Narkoba. Indonesia saat ini tidak hanya sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi salah satu pasar Narkotika di Asia.

          Saat ini siapapun dapat terjerat Narkoba/NAPZA, baik itu orang dewasa maupun remaja dan anak-anak, yang terpelajar ataupun yang tak berpendidikan, termasuk yang mengerti bahaya narkoba sekalipun karena biasanya mereka awalnya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu (dan diberi gratis untuk mencoba!) lalu memakai narkoba secara rekreasional di pesta-pesta atau kelompok tertentu.

Obat-obatan adalah bahan kimia yang memengaruhi tubuh dan otak. Obat yang berbeda dapat memiliki efek yang berbeda. Beberapa efek obat termasuk konsekuensi kesehatan yang tahan lama dan permanen. Mereka bahkan dapat melanjutkan setelah seseorang berhenti minum obat.  

            Ada beberapa cara seseorang dapat menggunakan obat-obatan, termasuk injeksi, inhalasi dan konsumsi. Efek dari obat pada tubuh dapat tergantung pada bagaimana obat itu disampaikan. Misalnya, injeksi obat langsung ke aliran darah memiliki dampak langsung, sementara konsumsi memiliki efek tertunda. Tetapi semua obat yang disalahgunakan memengaruhi otak. Mereka menyebabkan dopamin dalam jumlah besar, suatu neurotransmitter yang membantu mengatur emosi, motivasi, dan perasaan senang kita, membanjiri otak dan menghasilkan "high". Akhirnya, obat-obatan dapat mengubah cara otak bekerja dan mengganggu kemampuan seseorang untuk membuat pilihan, yang mengarah pada keinginan kuat dan penggunaan obat kompulsif. Seiring waktu, perilaku ini dapat berubah menjadi ketergantungan zat, atau kecanduan narkoba.      

          Sampai sekarang penyebaran penyalahgunaan narkoba/NAPZA sulit dibendung dan sudah hampir tak bisa dicegah dikarenakan nyaris seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Banyak yang tidak menyadari Narkoba (atau NAPZA à Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif) sangat mudah menimbulkan toleransi yang pada akhirnya meminta dosis lebih untuk mendapatkan efek yang sama dan pada kelanjutannya membuat kita ketagihan zat tersebut.

Data dari penelitian BNN, sekitar 91 % dari pelajar SMP sampai mahasiswa sudah memiliki pengetahuan perihal narkoba, namun tetap saja 2,9 % laki-laki dan 0,5 % perempuan telah mencoba memakai Narkoba dengan "teman" dan "Rumah Teman" sebagai sumber untuk mengakses dan bertransaksi narkoba. Sehubungan dengan hal di atas, dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun ini pemerintah mengangkat tema: “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”.

Sebenarnyalah Peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional ini sudah diperingati sejak 1988. Sepuluh tahun dari peringatan pertama itu, Sesi Khusus Sidang Umum PBB mengenai Narkoba digelar dan menetapkan 2008 sebagai batas waktu untuk mewujudkan “Dunia Bebas Narkoba”. Sayangnya rencana itu tidak kesampaian, sehingga atas berbagai kegagalan pencapaiannya, tenggat itu kemudian diundur menjadi 2019. ( ... sepertinya tenggat ini pun harus ditinjau kembali.).

         

NAPZA itu apa ?

Narkoba/NAPZA adalah zat-zat atau obat yang dapat mengakibatkan satu atau lebih perubahan fungsi di dalam tubuh, menyebabkan ketergantungan secara fisik dan psikis, sehingga jika zat tersebut dihentikan pengkonsumsiannya maka akan terjadi gangguan secara fisik dan psikis.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku

Zat Adiktif berbahaya lainnya, adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat.

 

Ciri-ciri Pengguna Narkoba/NAPZA.

Orang dengan masalah narkoba mungkin tidak bertindak seperti mereka yang biasa kita kenal. Mereka mungkin:

  • berubah berteman lebih kepada orang lain yang tidak seperti biasanya
  • lebih banyak menghabiskan waktu sendirian
  • memilih untuk tidak menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman seperti biasanya dulu
  • kehilangan minat pada hal-hal yang dulu menjadi favorit mereka
  • tidak merawat diri sendiri — misalnya, tidak mandi, tidak berganti baju, atau tidak menyikat gigi
  • sangat lelah dan sedih
  • memiliki perubahan dalam kebiasaan makan (makan lebih banyak atau makan lebih sedikit)
  • menjadi sangat energik, berbicara cepat, atau mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal
  • berada dalam suasana hati yang buruk
  • suasana hati mudah berubah antara merasa buruk dan merasa baik
  • tidur pada jam-jam aneh yang tidak pada semestinya
  • alpa dan abai terhadap janji penting
  • memiliki masalah di tempat kerja atau di sekolah
  • memiliki masalah dalam hubungan pribadi atau keluarga

 

          Masalah Narkoba adalah masalah kita semua. Jangan sampai kita kecolongan dan ada kerabat kita yang terjerumus dan celaka karena menyalah gunakan Narkoba/NAPZA.

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials


Deprecated: Directive 'track_errors' is deprecated in Unknown on line 0