Detail

Blog Image

PUASA DAN DAMPAK SECARA PSIKOLOGIS

Yuni Hermawaty, S.Psi, M.Psi

Puasa ramadhan merupakan ibadah wajib setiap satu tahun sekali yang dilakukan oleh umat muslim untuk menjalankan perintah Allah SWT dan mendapatkan keberkahan dariNya. Makna puasa sendiri adalah bagaimana seseorang mampu menahan lapar, haus, nafsu serta mampu menahan perilakunya. Dapat digaris bawahin makna yang terpenting dari puasa adalah pengendalian. Dalam ilmu psikologi, pengendalian sering disebut dengan self control. Bagaimana seseorang mampu mengendalikan diri, menahan diri, dan mengatur perasaan sehingga dorongan yang ada di dalam dirinya dapat dikendalikan. Bagaimana seseorang dapat mengatur emosi, mengendalikan keinginannya untuk makan, marah, memaksakan diri dan hal lainnya yang mendasari pada upaya pengendalian diri dari dorongan. Hal ini berarti puasa dapat dikatakan sebagai ajang pelatihan untuk mencapai kesehatan mental yang optimal.

Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik, erat kaitannya dengan bagaimana ia mampu mengendalikan dorongan yang ada dalam dirinya dan dari luar dirinya. Ketika ia mampu mengendalikan dirinya maka ia mampu mengendalikan kognitif, emosi, serta psikomotornya. Hal ini yang kemudian menjaga keharmonisan diri untuk bisa menempatkan diri secara baik di lingkungan serta berfungsi secara baik untuk pribadinya. Beberapa penelitian yang telah dilakukan mengkonfirmasi manfaat kesehatan mental dan fisik dalam berpuasa. Misalnya saja, adalah dilaporkan adanya penurunan perilaku merokok dan asupan kafein selama individu berpuasa. Individu akan mengendalikan dirinya untuk tidak atau mengurangi merokok, karena alasan yang membuat ia bisa mengendalikan rokok adalah tugas keagamaan, maka individu menerimanya dengan rileks. Hal ini menyebabkan kondisi kecemasan, depresi dan peningkatan denyut jantung dapat terkendali. Berbeda ketika individu tidak berpuasa, mana memerlukan waktu untuk dapat membuat seseorang mengendalikan rokok dan akan menimbulkan ketidaknyaman dari individu yang merokok tersebut.

          Selanjutnya ternyata penurunan asupan energi dalam puasa juga dapat dikaitkan dengan peningkatan kesadaran sehingga seseorang mampu menjaga perangai atau perilakunya. Aktivasi syaraf dalam otak akibat kurangnya energi karena menahan lapar membuat seseorang justru akan lebih dapat mengendalikan diri. Secara adekuat seseorang lebih mampu mengendalikan emosinya. Meskipun kondisi demikian juga tidak lepas dari bagaimana ketakwaan, keyakianan agama, serta status kesehatan mental seseorang.

Tidak hanya itu, hasil penelitian dari National Institute of Aging, Amerika Serikat, menemukan bahwa berpuasa dapat membantu seseorang yang memiliki masalah kesehatan mental seperti Parkinson dan Alzheimer. Berpuasa akan membantu meningkatkan kesehatan otak sehingga kinerja otak bisa lebih baik. Selain berdampak pada kinerja otak, ternyata puasa juga bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada diet. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa melakukan puasa  dapat menurunkan berat badan lebih baik daripada melakukan program diet secara berkelanjutan. Melakukan puasa akan membantu untuk mendapatkan berat badan yang saseia dan menjaga metabolisme tubuh.

Sebenarnya melakukan praktik keagamaan seperti sholat, puasa, mengaji, dan lainnya justru menimbulkan relaksasi dalam otak. Hal ini meningkatkan endofrin dalam otak dan membuat seseorang akan semakin bahagia untuk menjalin relasi dengan Allah SWT dan oranglain. Efek positifnya dengan adanya ritual agama yang dilakukan dan semakin memperkuat relasi individu dengan Tuhannya akan membuat ia semakin nyaman dan meringankan beban kehidupan. Tidak jarang pada kondisi demikian membuat kecemasan berkurang, terhindar dari depresi, muncul perasaan nyaman dan dapat mencapai kesehatan mental yang baik.

Semua orang tentunya akan dihadapkan dengan keadaan yang berbeda dan mungkin saja ada fase kehidupan yang tidak diharapkan. Kesehatan jiwa yang optimal akan sangat membantu individu dalam menghadapi keadaan tersebut. Puasa merupakan suatu sarana untuk detoksifikasi jiwa karena dengan melakukan puasa maka orang tersebut memiliki dorongan dan keinginan yang kuat untuk mengendalikan diri. supaya sehat mental....ayo berpuasa....!

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials