Detail

Blog Image

Otitis Media Supuratif Akut

  1. Haryogi Pramuditya, Sp.T.H.T.K.L

Definisi
Otitis media supuratif akut (OMSA) adalah peradangan akut sebagian
atau seluruh mukosa telinga bagian tengah yang disertai dengan gejala lokal dan sistemik. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan terutama terjadi pada anakanak. Diperkirakan 70% anak mengalami satu atau lebih episode OMSA menjelang usia 3 tahun dan atau 5 tahun.


Faktor-faktor risiko
Faktor-faktor risiko terjadinya OMSA antara lain adalah usia (sering pada
anak-anak), riwayat alergi, riwayat batuk-pilek, sosial ekonomi rendah,
kurangnya asupan ASI yang seringkali dikaitkan dengan daya tahan tubuh yang rendah.


Penyebab
Peradangan pada telinga tengah dapat dilihat dari membran timpani di
mana sumbatan pada tuba Eustachius merupakan faktor utama penyebab
terjadinya OMSA. Otitis media supuratif akut bisa disebabkan oleh bakteri dan
virus. Bakteri yang paling sering ditemukan adalah Streptococcus pneumaniae, diikuti oleh Haemophilus influenza, Moraxella catarrhalis, Streptococcus grup A, dan Staphylococcus aureus. Virus yang sering sebagai penyebab OMSA adalah virus yang terutama menyerang saluran pernafasan. Infeksi bisa disebabkan oleh virus sendiri atau kombinasi dengan bakteri lain.


Perjalanan Penyakit
Otitis media supuratif akut terjadi karena terganggunya faktor daya tahan
tubuh. Sumbatan pada tuba Eustachius yang menghubungkan telinga dengan
bagian belakang dari hidung merupakan faktor utama penyebab terjadinya
penyakit ini. Dengan terganggunya fungsi tuba Eustachius, pencegahan kuman masuk ke dalam telinga tengah juga akan terganggu sehingga kuman masuk dan terjadi proses peradangan di dalamnya. Gangguan fungsi tuba Eustachius ini menyebabkan terjadinya tekanan negatif di telinga bagian tengah, sehingga terjadi transudasi cairan hingga supurasi atau pembentukan nanah.  Ada 5 stadium OMSA berdasarkan pada perubahan mukosa telinga tengah, yaitu:
1. Stadium Oklusi Tuba: Stadium ini ditandai dengan gambaran retraksi
membran timpani / tertariknya gendang telinga akibat tekanan negatif telinga
tengah dikarenakan adanya sumbatan pada Tuba Eustachius karena
peradangan. Membran timpani kadang tampak normal atau suram. Pada tahap ini biasanya pasien akan mengeluh pendengaran pada telinga yang bermasalah sedikit berbeda dengan telinga yang normal, pasien mulai tidak nyaman.
2. Stadium Hiperemi: Pada stadium ini tampak pembuluh darah yang
melebar di sebagian atau seluruh membran timpani, sehingga membran timpani tampak kemerahan, pada tahap ini biasanya sudah merasakan nyeri telinga dan mulai muncul demam.
3. Stadium Supurasi: Stadium ini ditandai edema/ bengkak yang hebat
disertai hancurnya sel epitel permukaan mukosa telinga bagian tengah serta
terbentuknya eksudat purulen atau cairan nanah di telinga bagian tengah
sehingga membran timpani tampak menonjol (bulging) ke arah liang telinga luar. Pasien akan merasakan sakit yang amat sangat dan sulit tidur karena tidak nyaman pada telinganya.
4. Stadium Perforasi: Pada stadium ini terjadi ruptur atau pecahnya
membran timpani sehingga nanah keluar dari telinga tengah ke liang telinga.
Pasien akan merasa lebih lega karena nyeri telinga sudah jauh berkurang.
Kadang cairan yang mengalir di telinga bisa bercampur dengan darah karena
pembuluh darah yang ada di membran telinga juga ikut pecah. Demam pada
pasien juga sudah mulai turun.
5. Stadium Resolusi: Pada stadium ini membran timpani berangsur
normal, perforasi membran timpani dapat menutup, dan sekret purulen tidak ada lagi. Bila daya tahan tubuh baik atau virulensi kuman rendah maka resolusi dapat terjadi tanpa pengobatan.

Tatalaksana
Terapi OMSA bertujuan untuk menghilangkan nyeri dengan
menggunakan obat, dan/ atau dengan antibiotik serta obat lainnya. Tatalaksana OMSA adalah sebagai berikut sesuai dengan tahapan stadiumnya:
1. Stadium Oklusi tuba: Dapat diberikan antibiotik untuk mengatasi pilek, obat dari golongan dekongestan atau pelega hidung untuk mengurangi buntu yang diakibatkan oleh pilek dengan harapan membuka tuba Eustachius, dapat diberikan juga obat demam bila demam tinggi, dan anti inflamasi untuk mengurangi peradangan.
2. Stadium Hiperemi: Diberikan analgetik atau anti nyeri, antibiotik dan obat tetes hidung. Pada stadium ini juga bisa diberikan obat-obatan dari golongan steroid untuk mengurangi peradangan.
3. Stadium Supurasi: Diberikan antibiotik dan obat-obatan simptomatik (sesuai gejala yang muncul). Dapat juga dilakukan tindakan miringotomi atau membuat lubang pada membran timpani untuk mengevakuasi nanah bila membran timpani tampak menonjol dan masih utuh untuk mencegah ruptur (pecahnya gendang telinga akibat desakan nanah yang terbentuk di dalam telinga tengah).
4. Stadium Perforasi: Membersihkan liang telinga jika masih ada nanah selama 3-5 hari dan diberikan antibiotik. Pasien kemudian diberikan edukasi untuk kontrol ke poli THT atau ke dokter THT untuk melihat perkembangan penyakit OMSA untuk mencegah OMSA menjadi Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials