Detail

Blog Image

Kenali Autisme Lebih Dini

Dr. Eko Djunaedi,Sp.KJ

 

Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang biasanya terungkap dari menonjolnya sikap autis (cuek), berupa perilaku tidak ambil peduli dengan sekitarnya. Ada kesan bahwa anak dengan gangguan autisme seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Bila ditelusur lebih dalam seringkali ditemui adanya keterlambatan kemampuan berbahasa dan cara-cara tertentu yang berbeda ketika bermain serta berinteraksi dengan orang lain. Berperilaku ‘aneh’, seperti suka menumpuk benda menjadi susunan tertentu, membariskan barang-barang mainannya, mengepak-kepakan tangan atau jari, menggoyang-goyangkan badan, lama memandangi kipas angin dan mengulang-ulang kata.

Pada awal batita, anak dengan autisme dapat tampak normal pada tahun pertama maupun tahun keduanya, misalnya, sering didapati anak ini ‘tenang’ dan ‘mau digendong siapa saja serta tidak rewel’. Namun ketika anak ini ‘terlalu asyik main sendiri” dan terlambat berbicara, barulah mulai disadari ada yang ‘tidak beres’. Anak ini pun bisa punya sikap agresif atau kebalikannya menjadi sangat pasif.

Dalam dunia kedokteran, Autisme adalah Gangguan Perkembangan Pervasif (merembes/menembus) yaitu gangguan neuropsikiatrik dengan karakteristik utama adanya keterlambatan atau penyimpangan perkembangan ketrampilan sosial, komunikatif dan kognitif.

Keterlambatan perkembangan sebelum usia 3 tahun meliputi:

  • penggunaan bahasa dalam komunikasi interpesonal
  • interaksi sosial
  • bermain secara imajinatif/simbolik

Penjabarannya, anak dengan Gangguan Kemampuan Komunikasi cirinya: bicara terlambat, ucapan aneh, kurang dapat meniru ucapan. Dalam berinteraksi ada keanehan interaksi dengan orang lain, berupa tak adanya kontak mata, tak merespon panggilan, tak menanggapi ekspresi wajah orang sekitarnya. Bermain sendiri dan menunjukkan Gangguan Perilaku (aneh), seperti gerakan berulang tanpa tujuan, minat terbatas, gerakan aneh, terpukau kipas angin.

Di Indonesia, pada tahun 2013 diperkirakan terdapat lebih dari 112.000 anak yang menderita autisme dalam usia 5-19 tahun. Sedangkan prevalensi penyandang autisme di seluruh dunia menurut data UNESCO pada tahun 2011 adalah 6 di antara 1000 orang mengidap autisme. Kebanyakan kasus autisme dimulai sebelum usia 36 bulan dan mungkin hal ini kurang mendapat perhatian dari orang tuanya

Didapati prevalensi autisme kurang lebih 2-5 kasus per 10.000 anak berusia di bawah usia 12 tahun. Bila terdapat Gangguan Mental (retardasi mental) Berat yang menyertai beberapa ciri-ciri autisme, rata-rata dari per 10.000 anak.

Hasil studi volume otak, 14%-30% penderita autis mengalami peningkatan lingkar kepala. Dua penelitian menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) memastikan adanya peningkatan volume otak. Peningkatan terjadi di lobus temporal, parietal dan osipital, tetapi tidak di lobus frontalis.

Selain hal di atas, dapat juga terjadi kelainan pada otak kecil (cerebellum) yang mengakibatkan adanya Gangguan Berbahasa, Gangguan Sensoris, dan Gangguan Perhatian.

Apabila kelainannya pada Hipokampus dan Amigdala dapat terjadi Gangguan Kontrol Agresi dan Emosi.

Ada risiko genetis/keturunan pada autisme. Polusi dan racun selama perkembangan janin dapat menempatkan anak pada risiko lebih tinggi terkena Autism Spectrum Disorder. Demikian pula dengan  peristiwa lain yang mungkin terjadi sebelum dan selama kelahiran, seperti berat badan lahir rendah, penyakit ibu, kesulitan melahirkan, dan usia orang tua saat hamil.

The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :

  1. Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
  2. Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
  3. Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  4. Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
  5. Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu.

Segera periksakan anak yang dicurigai mempunyai autisme ke Rumah Sakit Jiwa, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dan Psikolog Klinis.

Beberapa Orang Terkenal yang disebut mempunyai Autisme: Courtney Love, Stephen Wiltshire, Albert Einstein, Kim Peek, Charles Darwin, Temple Grandin, Isaac Newton, Mozart.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials