Detail

Blog Image

PARTISIPASI FARMASIS RSJRW DALAM ASCPN-ASEAN 2019

Asean International Congress of Neuropsychopharmacology (AsCPN-ASEAN) 2019 baru saja selesai digelar pada 28 Februari – 2 Maret 2019 yang lalu di Yogyakarakta.  Kongres internasional yang diikuti oleh dokter dan farmasis dari berbagai negara ASEAN ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai neuropsikofarmakologi khususnya di Asia Tenggara.

Pada kegiatan tersebut farmasis RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang,  Riza Ridho Dwi Sulistyono , MPharm, Apt turut berpartisipasi mengikuti kompetisi poster dengan mengusung tema “Availability of Smoking Cessation Medicines in Health Care Facilities in Indonesia”.

Berangkat dari survey kecil yang dilakukan mengenai ketersediaan obat adiksi untuk para  perokok yang hanya tersedia 9.5% di Indonesia. Jumlah tersebut sangat jauh dari angka ideal bagi seorang pecandu rokok untuk dapat dengan mudah mengakses obat atas adiksi yang dialaminya.  Sementara di Indonesia pada tahun 2013 tercatat dari total populasi penduduk, sebanyak 36,3% merupakan perokok aktif dan diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Melalui sajian data mengenai ketersediaan obat adiksi yang masih sangat kurang  maka dibutuhkan sinergi  lintas sektoral untuk memastikan ketersediaan obat di masyarakat agar mudah dijangkau. Lebih jauh poster ini juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah mengenai himbauan tidak merokok yang selama ini secara rutin digaungkan. Namun informasi yang ada di masyarakat hanya sebatas “Stop Merokok”  tatalaksana seperti apa yang bisa dilakukan, masyarakat belum sepenuhnya dimengerti.    

Poster ini menjadi media sosialiasi dan edukasi kepada seluruh pengunjung  ASCPN-ASEAN 2019 bahwa adiksi nikotin yang terdapat pada rokok dapat diatasi dengan terapi obat dengan harapan informasi tersebut dapat disebarluaskan dan menjadi alternatif terapi bagi para pecandu rokok (asw hukormas).

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials