Detail

Blog Image

“MUTUAL STORY TELLING” METODE DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL PADA ANAK

Fase tumbuh kembang anak adalah fase penting dalam pertumbuhan yang dapat menentukan kualitas individu pada saat dewasa nanti. Pada perkembangannya anak akan melewati beberapa tahap perkembangan yang diikuti dengan perubahan pola perilaku. Perubahan yang terjadi kerap dianggap sebagai fase normal yang akan berlalu dengan sendirinya sesuai dengan pertambahan usia anak. Orangtua dan guru memiliki peran kunci dalam mengawal tumbuh kembang anak, sebagai lingkungan terdekat diharapkan untuk peka terhadap perubahan perilaku. Bila terjadi perubahan perilaku yang tidak wajar, perubahan tersebut bisa jadi  menjadi gejala dari adanya gangguan mental yang dialami anak.

Menyadari pentingnya peran orang tua dan guru dalam proses tumbuh kembang anak, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Singosari menyelenggarakan pertemuan pada selasa 30 Oktober 2018 yang lalu. Kegiatan dihadiri oleh 120 peserta yang terdiri dari guru paud, orang tua dan perwakilan Dinas Pendidikan Kab Malang. Kegiatan bertemakan  “Mendongeng sebagai Media Interaksi Guru dan Orang Tua dengan Anak untuk Menstimulasi dan Program Perkembangan Anak Usia Dini” mengangkat dongeng sebagai media yang efektif untuk melakukan komunikasi dengan anak usia dini.

Pada kesempatan tersebut Psikiater RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) dr. Nindita Pinastikasari Sp.KJ menyampaikan materi “Mutual Story Telling”. Dongeng menjadi aktivitas tradisional yang efektif dalam proses belajar dan melatih aspek emosional kehidupan anak-anak. Dongeng dapat menjadi jembatan komunikasi yang dapat merekatkan kembali hubungan anak dan orang tua maupun anak dengan gurunya. Pada metode ini disampaikan bahwa kesempatan mendongeng tidak hanya dilakukan orang tua dan guru kepada anak, namun anak juga didorong untuk mendongeng kepada orang tua, guru maupun teman sebayanya. Melalui dongeng anak dilatih untuk dapat menyampaikan imajinasi, kreasi dan bahkan perasaan terpendam melalui alur cerita dengan menggunakan analogi tokoh fiksi.

Selain sebagai media aktualisasi ide dan gagasan dongeng juga memberikan dampak positif pada anak karena dapat mengembangkan kosakata, memberi teladan, pesan moral, dan contoh pemecahan masalah. Melalui media dongeng, orang tua dan guru diharapkan dapat memahami perasaan, harapan, kondisi mental anak dan mendeteksi dini bila anak mengalami tekanan maupun gangguan psikologis lainnya. Semakin dini gangguan terdeteksi maka akan semakin mudah untuk ditangani, deteksi dini dan penanganan yang tepat pada gangguan jiwa anak dan remaja akan menyelamatkan generasi penerus masa depan bangsa.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials