Detail

Blog Image

Setiap Tiga Detik, Muncul Kasus Baru Alzheimer

dr. Yuniar, Sp.KJ

 

Dokter spesialis kejiwaan dan konsultan kesehatan jiwa usia lanjut Rumah Sakit Jiwa Radjiman Widyodiningrat (RSJRW) Lawang, dr. Yuniar, Sp.KJ, mengatakan, jumlah penderita penyakit demensia alzheimer terus meningkat.

 

Berdasarkan riset yang dilakukan, setiap tiga detik muncul kasus baru demensian Alzheimer.

Dari hasil riset menyebutkan, setiap tiga detik, muncul kasus baru yang terdiaknosis demensia Alzheimer.

 

Alzheimer merupakan penyakit yang mampu merusak sel-sel otak. Penyakit tersebut memicu terjadinya penumpukan protein tertentu seperti tau protein dan amyloid, yang akan menyebabkan demensian (pikun). Jika selama ini masyarakat berfikir pikun hanya sekedar lupa. Maka sebenarnya, pikun lebih komplek dari perkiraan tersebut. Kalau orang lupa, ketika diberitahu langsung ingat, tapi kalau orang pikun, Dia tetap akan lupa, dan kemudian tidak bisa mengkompensasi sehingga mengganggu fungsi.

 

Contoh paling gampang adalah misalnya seseorang habis makan, kemudian dia bilang belum makan. Tapi ketika diingatkan dia tetap bilang belum makan. Jadi dia tidak tahu bahwa dia lupa dan kemudian kalau diingatkan juga susah sampai mengganggu fungsi dan mengganggu hubungan dia dengan orang lain.

 

Penderita demensia alzheimer biasanya mengalami penurunan daya ingat jangka pendek. Jadi mungkin penderita akan tetap ingat kejadian di masa lalu seperti sekolahnya dimana, nama gurunya siapa. Tapi sesuatu yang barusan terjadi, justru tidak bisa diingat. Alzheimer bisa disebabkan karena faktor keturunan, dan ada juga hubungannya dengan down sindrome. “Jadi pada penderita down sindrome, biasanya di keluarganya ada yang punya penyakit alzheimer.

 

Alzheimer sebenarnya adalah penyakit yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat, seperti halnya diabetes. Hanya saja, tidak semua orang menjadi demensia, tergantung bagaimana orang tersebut menabung memori, serta bagaimana gaya hidup sehatnya.

Jika semua bisa terjaga dengan baik, kepikunannya bisa tertunda sampai waktu yang lebih lambat. Tapi kalau dia obesitas, lemaknya tinggi, hipertensi, diabetes, maka kepikunannya akan lebih cepat muncul.

Penyakit Alzheimer sampai saat ini belum bisa di sembuhkan, tapi bisa di kendalikan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat, yang bisa menghambat kerusakan sel otak, sehingga fungsi kognitif, fungsi daya ingat dan daya belajar akan menurun secara perlahan. Namun ada juga intervensi non obat, dengan cara penderita diajak latihan atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Namun jika dibiarkan begitu saja, selain daya ingat yang akan berkurang, lama kelamaan kondisi kesehatan penderita juga akan menurun, bahkan bisa sampai meninggal. Alzheimer merusak sel otak, dimana otak merupakan pusat dari seluruh tubuh manusia.

Meskipun Alzheimer kebanyakan menyerang pada usia lanjut, tidak menutup kemungkinan penyakitnya juga menyerang mereka yang masih muda. Oleh karenanya, jumlah penderita alzheimer terus bertambah. Usia muda yang sudah sering lupa sebaiknya di bawa ke dokter untuk diperiksa, karena penyebab lupa bisa bermacam-macam. Bisa karena depresi atau bisa juga karena demensia alzheimer.

Untuk itu masyarakat harus bisa mengenali gejala awal demensia alzheimer, diantaranya gangguan daya ingat jangka pendek, atau kesulitan menemukan kata-kata. Pada tahap lebih lanjut, mereka bisa apatis, tidak mau gerak dan lebih sering emosi.

Kami sering mengkampanyekan tentang alzheimer ini kepada generasi muda supaya mereka tidak sampai pikun nantinya.

Karena banyak anak muda sekarang yang gaya hidupnya tidak sehat seperti merokok, banyak mengkonsumsi makanan berlemak dan tidak suka melakukan aktifitas fisik.

Artikel ini telah di muat pada : cendananews dengan link :

https://www.cendananews.com/2018/10/setiap-tiga-detik-muncul-kasus-baru-alzheimer.html

 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials