Detail

Blog Image

TRAUMA HEALING PASCA BENCANA LOMBOK OLEH TIM MEDIS RSJRW

Bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat lombok dan sekitarnya masih menyisakan duka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia dan bahkan dunia. Berbagai bantuan kini mengalir deras ke kantong-kantong pengungsian yang tersebar di seluruh area terdampak bencana. Beberapa lokasi yang mengalami kerusakan berat pasca gempa adalah Kecamatan Sembalun dan Sambelia di wilayah Lombok Timur. Pada 20 Agustus 2018 yang lalu RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) mengirimkan bantuan tim medis yang terdiri dari 2 Psikiater dan 2 Perawat.

Mengalami bencana bertubi-tubi dalam kurun waktu yang singkat telah meninggalkan luka yang dalam bagi seluruh masyarakat Lombok. Selain mengakibatkan korban jiwa, bencana yang terjadi juga menghancurkan sebagian besar pemukiman, bangunan pendidikan, kesehatan dan berbagai infrastruktur vital lainnya. Keadaan tersebut tentu mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan psikologis penyintas bencana.

Tim tiba di lombok tepat satu hari pasca gempa bumi Lombok 19 Agustus 2018 berkekuatan 6,9 SR yang melumpuhkan kembali geliat masyarakat yang sedang berusaha bangkit pasca gempa. Status rehabilitasi yang sebelumnya telah ditetapkan seketika berubah menjadi status tanggap darurat. Tim yang dipersiapkan untuk melakukan pendampingan rehabilitasi harus sigap merubah strategi untuk melakukan pendampingan pada fase tanggap darurat sekaligus melakukan pendampingan psikologis kepada masyarakat.

Kedatangan tim medis RSJRW mendapatkan sambutan luar biasa dari relawan dan masyarakat lokal. Tim medis RSJRW menjadi tim dari luar area lombok yang pertama hadir di tengah masyarakat Sembalun dan Sambelia usai gempa besar yang kembali mengguncang. Berbekal peralatan sederhana tim berupaya melakukan perawatan kepada korban luka sekaligus melakukan pendampingan psikologis kepada masyarakat. Kondisi Hypervigilance yang umumnya dirasakan oleh masyarakat. Hypervigilance adalah kondisi keadaan kewaspadaan tinggi disertai dengan perilaku yang bertujuan untuk mencegah bahaya, masyarakat umumnya masih cemas, tegang, dan selalu dalam keadaan waspada karena gempa yang terus mengguncang daerahnya.

Tim mencoba meredakan kecemasan masyarakat dengan melakukan terapi relaksasi, terapi spiritual dan psikoterapi suportif pada individu maupun kelompok ke beberapa titik pengungsian yang tersebar di area Sembalun dan Sambelia. Terapi yang dilakukan terbukti efektif, masyarakat yang telah mendapatkan terapi sedikit demi sedikit sudah mulai menerima keadaan yang terjadi dan tertawa bersama para pengungsi lainnya. Salah satu masyarakat mengungkapkan momen ini menjadi tawa pertama usai daerah mereka dirundung bencana bertubi-tubi sejak beberapa waktu yang lalu.

Keberadaan tim yang cukup singkat 20 – 25 Agustus 2018 dengan area pengungsian yang cukup luas menjadi tantangan tersendiri. Untuk menyiasati kondisi tersebut tim menyelenggarakan pelatihan singkat kepada 37 tenaga kesehatan puskesmas setempat dan kader jiwa untuk dapat melakukan trauma healing pada penyintas bencana. Diharapkan dengan pelatihan tersebut petugas kesehatan dan kader jiwa dapat melanjutkan kegiatan trauma healing yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Seluruh civitas hospitalia RSJRW memberikan apresiasi yang tinggi kepada tim yang terdiri dari dr. Budi Cahyono Sp.KJ, dr. Tutik Nur Kasiani Sp.KJ, Sulistiono S.Kep, Ners, dan Bambang Pamudji S.Kep, Ners yang telah melaksanakan misi kemanusiaan dengan baik (asw hukormas rsjrw 0341 426015).

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials