Detail

Blog Image

LATIHAN FISIOTERAPI SEDERHANA PADA PASIEN PASCA STROKE

TUGIYO, SST.FT

(Praktisi Fisioterapi RSJ Dr. Radjiman W Lawang)

 

PENGERTIAN STROKE

Stroke dalam arti bahasa “mendadak”

Stroke dibagi menjadi 3 :

  1. Perdarahan (haemorraghe)

          Masa observasi 2-3 minggu

  1. Penyumbatan (Non Haemorraghe)

           Masa Observasi 1 Minggu

  1. Traumatic ( Benturan; kecelakaan, jatuh dll)

          Masa Observasi tergantung kondisi pasien

 

Penyebab terjadinya stroke :

kurangnya aktivitas fisik ( kemajuan teknologi; gadget, kendaraan dll), Pola makan yang jelek (kurangnya makan sayur & buah-buahan, bahan makanan yang kurang sehat dll), Polusi udara/lingkungan yang semakin meningkat (asap kendaraan, kurangnya jumlah pohon, asap rokok dll).

Stroke merupakan salah satu  penyebab kematian (kecacatan) kedua setelah PJK. Menurut data di beberapa RS di Indonesia, prevalensi atau jumlah pasien Stroke semakin hari semakin meningkat.

Dari data diatas maka sangat diperlukan suatu penanganan yang komprehensif untuk mengurangi dampak yang di akibatkan oleh terjadinya serangan stroke.

Beberapa team work yang berperan dalam penanganan pasien Stroke (pasca Stroke) diantaranya :

  1. Dokter (pemberian medica mentosa/obat-obatan untuk mengontrol kondisi umum, vitamin syaraf utk mempercepat proses regenerasi/perbaikan sel syaraf dll)
  2. Fisioterapi (Latihan penguatan otot, perbaikan postur, perbaikan pola aktivitas; duduk, berdiri, jalan dll)
  3. Okupasi Terapi (Latihan aktivitas untuk mempercepat pasien kembali ke fungsional)
  4. Terapi Wicara (Untuk pasien pasien-pasien dengan gangguan bicara atau menelan)
  5. Tim medis lainnya : perawat dll (untuk pemasangan cateter, rawat luka dll), Psikolog, Psikiater, Ahli Gizi dsbnya
  6. Keluarga (suami/istri, anak, suster/perawat)

 

PROBLEMATIKA PASCA STROKE

  1. Pasien malas/takut untuk bergerak atau mungkin keluarga takut untuk menggerakkan tubuh pasien
  2. Gangguan motorik, keseimbangan, fine motor dll (tergantung area otak yang rusak)
  3. Gangguan Sensoris/gangguan rasa sehingga pasien biasanya akan merasa kehilangan persepsi tubuh (body image) bahkan pada beberapa kasus pasien juga mengalami gangguan audio/pendengaran dan gangguan visual (penglihatan, lapang pandang)
  4. Gangguan Postur : badan membungkuk, miring, pantat tertinggal dll sehingga membuat pergerakan menjadi berat dan tidak efisien/banyak energi
  5. Kaki (jari-jari) mencengkeram yang akan menyebabkan saat jalan menyeret ke lantai/tanah
  6. Berjalan kepala cenderung menunduk (mempersulit munculnya gerakan)
  7. Memulai aktifitas dengan dominan menggunakan sisi sehat ( duduk-berdiri) sehingga sisi lemah justru akan terabaikan
  8. Pemakaian alat bantu (tongkat) dari fase awal : akan menyebabkan ketergantungan pada fase-fase berikutnya
  9. Psikis : Emosi, mudah marah, menangis, pemalu dll
  10. Komplikasi yg sering terjadi adalah shoulder pain (nyeri bahu), bisa di akibatkan oleh gerakan pada sendi bahu yang kurang pas.

 

LATIHAN FISIOTERAPI SEDERHANA

Ada beberapa teknik/pendekatan latihan dari sisi Fisioterapi : Bobath Concept, MRP, PNF, Brunstrom dan sebagainya tetapi intinya adalah Stimulasi Sensoris, perbaikan otot-otot postural & pengarahan ke pola-pola gerak yang benar

  1. Positioning saat tidur, duduk, berdiri
  2. Stimulasi otot-otot sela-sela jari kaki dan jari tangan (interrosea muscle) dengan menggunakan handuk
  3. Latihan gerakan-gerakan yang sifatnya mendorong
  4. Latihan duduk ke berdiri dengan kaki yang simetris, saat pergerakan berdiri tumpuan diarahkan ke kedua sisi kaki
  5. Latihan duduk atau berdiri dengan telapak tangan menempel di atas meja atau alat bantu yang lain
  6. Latihan membuka jari-jari kaki untuk mempersiapkan pola jalan sejak dari awal
  7. Latihan aktivasi otot-otot postural (penopang tubuh), seperti : otot-otot dasar panggul, bisa dimulai saat posisi terlentang, duduk maupun berdiri
  8. Jinjit dengan pola yang benar (bisa di kombinasikan gerakan tangan mendorong keatas)
  9. Latihan melangkah
  10. Latihan jongkok berdiri dan di ikuti gerakan melompat
  11. Latihan jalan menyamping dan latihan jalan mundur
  12. Latihan ke lingkungan yang sesungguhnya/aktivitas riil yang berkaitan dengan hobby, kegemarannya, pekerjaannya, komunitasnya dll

         Ini akan mempermudah pasien “memanggil” memori gerak yang sudah tertanam.

BEBERAPA PERTANYAAN TENTANG STROKE??

  1. Apakah pasien pasca stroke bisa sembuh total 100%?

         Tergantung dari besar kecilnya kerusakan di otak, luas area kerusakan di otak, riwayat pengobatan (golden      periode) & usia.

  1. Pasien Si A cepat sembuh, sedangkan Si B koq lama sembuh nya?

Tergantung dari besar kecilnya kerusakan di otak, area kerusakan nya dimana, motivasi pasien untuk sembuh, dukungan keluarga dll

  1. Apakah pasien stroke boleh dipijat?

Untuk pijat-pijat tertentu yang menyebabkan tekanan yang terlalu kuat pada area tubuh yang mengalami kelemahan, justru akan menghambat proses perbaikan syaraf. Untuk pijat-pijat relaksasi, selama tidak meninggalkan trauma pada jaringan/otot itu diperbolehkan

  1. Kenapa pasien pasca Stroke harus fisioterapi?

Fisioterapi belajar tentang neuroscience (jalur-jalur syaraf) gerak, anatomi fisiologi otot (penggerak tubuh), pola-pola gerakan yang benar dll

Sehingga seorang fisioterapis akan sangat membantu untuk mempercepat/menstimulasi munculnya suatu gerakan, mengarahkan gerak ke pola gerak yang baik dan benar sehingga akan membuat kapasitas fisik & kemampuan fungsional pasien pasca stroke akan lebih optimal.

Fisioterapis memahami otot-otot mana aja yang harus di stimulasi dan otot-otot mana aja yang harus di relaksasikan sehingga gerakan yang diharapkan bisa tercapai secara optimal dan efisien (contoh : melangkah dengan otot-otot tungkai, tidak dengan otot perut. Memegang dengan fungsi yang benar tanpa melibatkan otot-otot bahu dll)

Fisioterapis juga bisa memahami tahapan gerakan yang diperlukan oleh seorang pasien stroke. Misalnya : pasien yang masih sulit untuk keseimbangan duduk maka pasien tidak perlu dipaksakan untuk berdiri, berdiri dan lain-lain.

 

KLINIK FISIOTERAPI DI RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Tersedia beberapa modalitas Fisioterapi seperti : SWD, TENS, US, Electrical Stimulation, Traksi Lumbal/Cervical, Infra Merah dll yang sebagian bisa digunakan untuk membantu proses perbaikan kondisi pada pasien stroke. Tetapi hal yang paling penting untuk peningkatan kondisi untuk pasien adalah exercise/latihan yang aktif dari pasien. Karena dengan gerakan aktif (yang disadari) oleh pasien ini akan memunculkan sinaps-sinaps (sel) baru di otak untuk menggantikan sinaps (sel) otak yang sudah rusak. Selain Fisioterapi di Klinik Fisioterapi RSJ Dr.Radjiman W Lawang juga sudah ada tenaga Okupasi Terapi dan Terapi Wicara yang akan saling membantu untuk mempercepat perbaikan kondisi pasien yang datang di Klinik Fisioterapi RSJ Dr.Radjiman W Lawang (khususnya pasien pasca Stroke)

 

TERIMA KASIH

SEMOGA BERMANFAAT

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials