Detail

Blog Image

Mempersiapkan Sahur Agar Tetap Bugar Hingga Berbuka

Ayu Bulan Febry K. D. AMG SKM MM

 

Ramadan telah tiba.

Seluruh umat muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa.

Satu hal yang tidak boleh dikesampingkan saat menjalankan ibadah puasa adalah sahur. Sahur sama pentingnya dengan sarapan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Seharian tidak makan dan minum tentu bukan menjadi alasan untuk kita bermalasan saat berpuasa. Untuk menjaga kebugaran, ada baiknya jika kita menjaga pola makan saat sahur. Tentunya dengan menyiapkan menu yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh selama 12 jam.

Sahur sangat sayang jika dilewatkan. Sebab, dengan sahur, tubuh akan memiliki glikogen atau cadangan energi yang akan menjaga tubuh tidak lemas. 

Saat sahur, sebagian dari kita mungkin lebih memilih makan sesuatu yang lebih cepat dihidangkan atau makanan instant. Padahal, kebiasaan ini masuk dalam kategori buruk dan tidak memenuhi kebutuhan tubuh kita selama satu harian penuh.

Makanan kaleng dan makanan instan lama dicerna tubuh dibandingkan makanan yang dibuat sendiri. Proses pencernaan yang berkepanjangan itu tentu saja memboroskan banyak energi. Sehingga tidak cukup banyak sisa energi dari makanan yang bisa disimpan sebagai cadangan energi tubuh (glikogen). 

Pangan olahan umumnya tinggi zat tambahan makanan, khususnya garam natrium seperti MSG, pengawet natrium benzoat. Ini kurang baik bagi orang yang mengidap tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah, dan penyakit jantung.  

Ada banyak hidangan yang bisa disajikan dengan praktis. Di antaranya nasi goreng dengan catatan di dalamnya juga mengandung protein dan serat yang lengkap. Dalam nasi goreng diusahakan ada sayur dan daging atau telur.

Aneka olahan kering seperti sambal kering teri, abon ikan, dan sambal kering kentang tempe yang biasanya disiapkan sebelum puasa juga sangat bagus. Selain praktis, lauk kering tersebut ternyata juga kaya akan serat gizi.

Menghindari beberapa olahan yang terlalu asin, asam dan pedas saat sahur. Makanan yang banyak mengandung garam akan menyebabkan tubuh mudah haus. Sedangkan makanan yang terlalu asam dan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan. 

Pastikan kita mengonsumsi banyak cairan seperti air putih, susu low fat, sari kacang hijau, jus buah tanpa gula, sehingga tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan).

Hidangan berkuah juga sangat bagus disajikan ketika sahur karena dapat membantu mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan yaitu sekitar dua sampai tiga liter per hari. Sempurnakan makan sahur dengan segelas susu tanpa gula dan bukan teh manis. Sebab, teh bersifat  diuretika (mudah buang air kecil) yang akan membuat kita sering buang air kecil, Ini dapat membuat tubuh kita lemas pada saat puasa karena terlalu banyak buang air kecil.

 

 

Artikel tekah dimuat harian jatimtimes dengan link: http://m.jatimtimes.com/baca/172593/20180516/083735/ini-tips-mempersiapkan-sahur-agar-tetap-bugar-hingga-berbuka/

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials