Detail

Blog Image

MARAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA BNN KAB MALANG GANDENG RSJRW DAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI REHABILITASI ADIKSI

Fenomena penyalahgunaan narkoba di Indonesia kian hari kian memprihatinkan, setiap hari di berbagai media nasional maupun lokal selalu dihiasi dengan berita penyelendupan, penangkapan bandar atau penyalahgunaan narkoba dan zat adiksi lainnya. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi tingginya angka penyalahgunaan narkoba, mulai dengan membuat peraturan, kebijakan, hingga menggandeng stakeholder untuk bersama menyatakan perang terhadap narkoba.

Sebagai rumah sakit khusus jiwa milik pemerintah RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (RSJRW) turut berperan aktif dalam penanggulangan narkoba dengan menyediakan fasilitas rehabilitasi napza berkapasitas 70 tempat tidur. Pada triwulan pertama di tahun 2018 ini tercatat hanya 13 rehabilitan yang telah dan sedang menjalani rehabilitasi. Dibandingkan dengan tahun lalu pada triwulan pertama 2017 tercatat sebanyak 47 rehabilitan. Meningkatnya angka penyalahgunaan narkoba tampaknya tidak diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan rehabilitasi.

Menyikapi hal tersebut BNN Kab Malang bersama RSJRW dan beberapa media massa pada Rabu 4 April 2018 menggelar pertemuan koordinasi lintas sektoral untuk mensosialisasikan kembali ajakan bebas dari narkoba dengan menjalani rehabilitasi. Bertindak sebagai tuan rumah, RSJRW menerima rombongan BNN Kab Malang dan media di Ruang Anjasmara. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama dr. Laurientius Panggabean Sp.KJ, MKK. Kepala BNN Kab Malang Letkol Laut (PM) Agus Musrichin menyampaikan bahwa pada pertemuan tersebut selain untuk bersilaturahmi, juga dimaksudkan untuk menggali informasi mengenai program kerja rehabilitasi di RSJRW sehingga dapat diinformasikan disebarluaskan oleh media. 

Disampaikan  Tauhid perwakilan dari salah satu media yang hadir,  bahwa masih ada ketakutan di masyarakat mengenai metode rehabilitasi. Banyak ditemui di masyarakat, pelaku penyalahgunaan narkoba lebih memilih untuk menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan daripada di pusat rehabilitasi. Ketakutan dan stigma tersebut yang coba diubah melalui perantara media massa dengan menginformasikan metode-metode rehabilitasi berbasis rumah sakit di RSJRW.

Pada kesempatan tersebut Kepala Instalasi Ketergantungan Napza dr. Dian Setyorini Sp.KJ, M.Kes memberikan paparan program rehabilitasi berbasis rumah sakit di RSJRW menangani gawat darurat pada gangguan penggunaan napza. Kasus-kasus kedaruratan medik yang terjadi akibat penggunaan NAPZA. Rehabilitan yang menjalani program harus menjalai proses rehabilitasi yang berlangsung selama 3 bulan secara utuh. Rehabilitan dapat berasal dari BNN, Tahanan Kejaksaan atau Kepolisian, maupun masyarakat umum yang menyatakan diri sebagai pengguna dan ingin sembuh dengan melaksanakan rehabilitasi. Semua program tersebut dilaksanakan tanpa dipungut biaya alias gratis. Namun belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Diharapkan koordinasi lintas sektoral yang telah dilaksanakan dapat menggugah kesadaran masyarakat Kabupaten Malang untuk berhenti menyalahgunakan narkoba dan menjalani proses rehabilitasi (asw hukormas rsjrw 0341 426015 ext 1154).

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials