Detail

Blog Image

Hari Kanker Sedunia

Intalasi PKRS RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

 

Hari kanker sedunia diperingati setiap tanggal 4 februari dengan tema “Kita Bisa. Aku Bisa” dan sub tema “Aku Bisa Melakukan Deteksi Dini. Kita Bisa Mengerti Kanker”. Maksud dari tema ini adalah untuk menyebarkan pesan, orang baik individu atau berkelompok dapat mengambil peran dalam mengurangi beban dan permasalahan kanker.

Indonesia merupakan negara dengan beban penyakit kanker yang cukup tinggi. Menurut data Riskesdes tahun 2013, prevalansi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang, dan yang paling banyak dialami oleh perempuan yakni kanker payudara dan kanker leher rahim. Pada tahun 2017 ditemukan 14 juta kasus kanker baru per tahun dan  diprediksi akan meningkat menjadi 21.7 juta pada tahun 20130, sedangkan kematian akibat kanker 8,8 juta di tahun 2017 . Adapun penyakit kanker yang sering terjadi di Indonesia yaitu Kanker Paru – paru, Payudara, Kolorektal, Prostat, dan Lambung. Sementara Faktor penyebab kanker antara lain Biasa mengkonsumsi / terpapar tembakau(rokok), mengkonsumsi minuman berakohol,Diet yang tidak sehat dan kurang aktifitas fisik, disamping dari Infeksi kanker itu sendiri.

Dengan demikian buat perubahan Hari Ini Untuk Esok Lebih Baik dengan cara ; Berhenti Merokok, Mengurangi konsumsi Alkohol, Olahraga teratur, Mewaspai radiasi matahari, Waspada pada lingkungan yang tidak sehat, waspada dengan tanda dan gejala serta dengan cara mendapatkan Vaksin.

 Dari sisi pembiayaan, berdasarkan data dari BPJS hingga bulan September 2017, penyakit kanker telah menghabiskan biaya sebesar 2,1 triliun rupiah. Menempati urutan kedua setelah penyakit jantung.

Pemerintah sendiri telah melakukan upaya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim. Deteksi dini tersebut dilakukan dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk mendeteksi kanker leher rahim dan pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk mendeteksi kanker payudara. Hingga tahun 2017, cakupan deteksi dini IVA dan SADANIS telah mencapai 1.925.943 atau 5,2%. Program deteksi dini ini juga didukung oleh Ibu Negara dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK).

Selain deteksi dini, Kementerian Kesehatan juga melakukan demonstration project imunisasi HPV bagi anak sekolah sebagai bagian dari pencegahan kanker leher rahim. Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga mengembangkan program penemuan dini kanker pada anak, paliatif kanker, deteksi dini faktor risiko kanker paru, dan sistem registrasi kanker nasional.

Peringatan hari kanker sedunia ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap kanker serta memperkuat sistem pelayanan kanker di Indonesia. 

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials