Detail

Blog Image

PERAN KELUARGA MENGENAL, MENDAMPINGI, DAN MEMPERTAHANKAN KEMAMPUAN ORANG DENGAN DEMENSIA

Yuni Hermawaty

Psikolog di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

Keluarga merupakan suatu unit terkecil dalam masyarakat yang berkumpul dan hidup saling bergantung. Perannya sangat penting dalam menciptakan suatu kenyamanan dan kebahagiaan, seperti memberikan perlindungan, merawat, memberikan rasa aman, memberikan kasih sayang, wadah untuk proses pendewasaan, pembentukan norma dan lainnya. Lantas keluarga seperti apa yang dikatakan keluarga yang ideal? Tentunya keluarga yang dapat berperan sesuai dengan fungsi biologis, psikologis, social, budaya, dan nilai lainnya yang berperan dalam masyarakat. Fungsi-fungsi yang berlaku dalam masyarakat tersebut tentunya akan lebih berfungsi jika di dalam anggota keluarga memiliki fungsi dan peran yang baik. Secara umum hal tersebut yang senantiasa di indamkan oleh setiap keluarga.

Suatu pagi bapak yang berusia 70 tahun tiba-tiba berteriak dan marah-marah dengan asisten rumah tangga. Bapak mengatakan jika asisten rumah tangga mengambil uang bapak. Dengan ketakutan asisten rumah tangga menjelaskan jika ia tidak mengambil uang bapak. Kami yang sedang melakukan aktivitas sebelum berangkat kerja kaget di buatnya. Ibu kemudian mengatakan jika kejadian ini sudah berulangkali, penyebabnya, Bapak lupa kalau sudah membelanjakan uangnya. Beberapa hari kemudian, terdapat kegaduhan kembali, bapak bersikeras ingin ke tempat sahabatnya. Ia ingin mengunjungi sahabatnya yang rumanya tidak jauh dari tempat tinggal kami, bukannya kami tidak mau mengantarkan, namun sahabat bapak sudah meninggal dan Bapak menghadiri pemakamannya. Ibu hanya bisa menangis. Kamipun bingung. Kejadian serupa berulang kali terulang. Ketika kondisi demikian terjadi, anggota dalam keluarga juga terlibat. Tidak jarang dari kami jika situasinya tidak terkendali, harus kebingungan dan merelakan jam kerja kami. Kami mencintai bapak, namun kami juga memerlukan waktu untuk mencari nafkah dan berkegiatan.

Peristiwa-peristiwa di atas sering kali di alami oleh setiap anggota keluarga yang hidup bersama ODD (orang denga dementia). Panik, bingung, kesal atau respon emosi negative lainnya umumnya menyertai. Hal ini tentunya akan mengganggu peran dan fungsi dalam keluarga. keluarga akan terlibat untuk merawat ODD. Lantas apa yang harus dilakukan agar ODD tetap merasa bahagia dan nyaman ketika berada di lingkungn keluarga, serta keluarga juga bisa efektif merawat ODD? Di berbagai sumber yang memfokuskan penelitiannya tentang Demensia, membuat rencana/ tatalaksana perawatan Demensia. Hal yang dapat dilakukan keluarga adalah :

  1. Hal yang perlu diingat adalah Demensia merupakan salah satu penurunan atau kemunduran fungsi kognitif. ODD sering lupa tanggal, nama dan hari. Suka lupa nama orang terdekat, alamat, suka lupa menaruh sesuatu. Tidak jarang pada kondisi demikian ODD sering merasa kesal, frustasi dan tidak terkendali. Pada tahap pertama Keluarga keluarga perlu mencurigai seberapa besar perubahan yang terjadi pada ODD, terutama sebelum pihak medis mengambil diagnosis pasti. Keluarga perlu menyadari jika ada yang salah dengan anggota keluarga. Keluarga merupakan tempat awal yang perlu memutuskan seberapa serius anggota keluarganya mengalami penurunan, penyimpangan dan ketika anggota keluarganya mengalami kebingungan dengan perubahan fungsionalnya. Tugas keluarga disini adalah memantau dari waktu ke waktu apakah kondisi ODD semakin buruk, tetap atau sama.
  2. Selanjutnya keluarga perlu mencari opini lain dengan merujuk ke dokter spesialis yang kompeten menangani kasus demensia. Perlu diperolehi data yang akurat tentang kondisi klien, terutama data-data yang bisa menggambarkan kecepatan atau perkembangan penurunan fungsi kognitif pada ODD. Pada kondisi demikian keluarga sebaiknya dapat memanagemen diri untuk menerima informasi yang diberikan oleh pihak medis. Termasuk bagaimana ia bisa menjaga semangat ODD untuk menghadapi kondisi selanjutnya. Pada tahap ini juga keluarga perlu menanyakan saran pengobatan bagi ODD termasuk yang bersifat medis dan psikologis.
  3. Seperti pada contoh kasus sebelumnya, ketika di keluarga ada yang mengalami suatu kondisi yang tidak sama, seperti sakit. Maka akan ada perubahan peran dalam keluarga. ODD yang awalnya merupakan seseorang yang independen menjadi orang memerlukan bantuan dalam aktivitas sehari-hari, keluarga perlu memikirkan sistem pengasuhan kepada ODD. Bahkan akan diperlukan pengasuh yang berasal dari luar keluarga. Keluarga perlu memahami jika kondisi demikian memang membuat system dalam keluarga berubah. Hal ini tidak dapat diabaikan
  4. Keluarga perlu memberikan kegiatan yang bertujuan sebagai sarana intervensi atau penyembuhan ODD yang disesuaikan dengan kebutuhan ODD. Kegiatan yang disiapkan bagi ODD bersifat mempertahankan apapun yang masih dimiliki oleh ODD, jangan terlalu muluk mentargertkan suatu peningkatan bagi ODD, yang terpenting adalah mempertahankan. Kondisi memaksakan dan menuntut membuat ODD akan semakin stress dan merasa tidak bahagia. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bagi keluarga. Keluarga juga bisa semakin frustasi/ stres.
  5. Memberikan kasih sayang secara tulus. ODD masih bisa merasakan cinta dan ketulusan, sehingga ketika keluarga merespon dan merawat secara positf maka ODD akan merasakan kenyamanan dan kebahagiaan, sedangkan jika berkebalikan sangatlah mungkin ODD dapat merasa tidak bahagia bahkan frustasi.

Berikut cara mudah yang dapat digunakan keluarga untuk menilai apakah ada anggota keluarganya yang mulai mengalami kepikunan/ Demensia.

  1. Sering mengulang pembicaraan atau meminta hal yang sama
  2. Sering lupa janji, meletakkan sesuatu, melupakan acara penting keluarga, atau kegiatan penting lainnya
  3. Lupa akan kewajiban-kewajiban/ tugas rutin seperti mandi, makan, membayar tagihan, dll
  4. Sulit memahami instruksi yang diberikan
  5. Sering tersesat baik berjalan atau mengemudi di tempat yang biasa ia kunjungi

*perlu diwaspadai jika pernyataan di atas di jawab dengan ya

Peran keluarga untuk memberikan Intervensi/ Latihan yang dapat mempertahankan fungsi kognitif ODD terdapat bermacam-macam. Hal yang terpenting adalah pemberian latihan dilakukan secara rutin dan diulang-ulang. Latihan ini dapat membuat ODD merasa bosan dan jenuh, namun ketika ia merasa nyaman maka kegiatan ini dapat berlangsung efektif. Berikut kegiatan yang dapat dilakukan :

  1. Latihan kognitif dan memori, Seperti menyebutkan gambar, berhitung, melihat foto kenangan, bermain kartu, menyebutkan benda dan lainnya
  2. Membuat kerajinan, bisa berupa melukis, menjahit, menyulam, merajut dan karya seni lainnya. Tujuannya agar ODD dapat mengekspresikan apa yang ia rasakan dan mengutarakan lewat karya seni. Pada proses ini ODD dapat bercerita tentang apa yang ia kerjakan. ODD akan mengulang dan mengingat langkah-langkah membuat kerajinan tertentu
  3. Rekreasi : bisa berupa jalan-jalan, menyanyi, berbelanja ataupun hal lainnya yang membuat ODD akan belajar arah, mengingat lagu, melihat daftar belanja dan lainnya. Tujuannya agar ODD dapat merasa lebih nyaman
  4. Terapi keluarga, terapi yang digunakan untuk memfungsikan peran keluarga dalam merawat ODD. Mempertahankan daya ingat tentang anggota keluarga dan merasa jika ODD tidak kesepian.
  5. Pet Therapy ( menggunakan binatang peliharaan untuk teman ODD, hal ini berfungsi juga untuk menurunkan kesepian dan perasaan “sendiri” bagi ODD. ODD akan belajar memberikan makan, memandikan dan mengajak binatang peliharaan bermain. Tujuannya adalah ODD akan belajar rutinitas)

Tips merawat Orang dengan Demensia…

  1. Membuat kegiatan mengingat( latih ODD dengan menunjukan jam, kalender dan catatan tertulis). Hal ini bertujuan untuk membantu seseorang tetap memahami berorientasi.
  2. Bersiap untuk ditanyakan hal yang sama secara berulang
  3. Dalam berkomunikasi gunakan suara yang pelan, bahasa singkat dan sederhana, gunakan sentuhan, sertakan pula kontak mata yang baik
  4. Mencoba mengalihkan topic pembicaraan ODD yang tidak runtut dan membantunya menyusun kata yang sesuai
  5. Mengajak untuk mempertahankan daya ingat dengan melihat foto keluarga, bermain musik atau melakukan tugas rutin.
  6. Hindari perubahan yang mendadak. ODD perlu menyesuaikan diri dengan perubahan apapun.
  7. Berikan pujian setiap keberhasilannya. Ini akan meningkatkan perasaannya, harkat dan kebahagiannya
  8. Gunakan bahasa positif dan sopan, serta hindari perintah yang bersifat negative atau menyakitkan
  9. Jika ODD belum mengeti maka ulangi dengan bahasa yang sesuai.

Kategori

Terkini

Tags

Testimonials